Sabtu, 22 November 2025

Pastor Valen: Biarkan Yesus Meraja dalam Hidup Kita

 


Paroki Bunda Teresa dari Calcutta Griya Paniki Indah (BTDC GPI) merayakan Hari Raya Tuhan Kita Yesus Kristus Raja Semesta Alam pada Minggu, 23 November 2025. Dalam homily Pastor Valentino Pandelaki Pr mengajak umat agar membuka hati dan membiarkan Yesus Kristus meraja dalam kehidupan kita.

Hari Raya Tuhan Kita Yesus Kristus Raja Semesta Alam dirayakan sebelum memasuki Masa Adven, yang pada tahun 2025 dimulai pada 30 November. Dalam kalender liturgi, Hari Raya Kristus Raja juga memiliki sejarah yang berakar pada situasi dunia yang penuh gejolak pada awal abad ke-20. Hari raya ini pertama kali ditetapkan oleh Paus Pius XI pada 11 Desember 1925 melalui ensiklik Quas Primas.

“Raja kita bayangkan taktah, mahkota emas berhias permata, pakaian mewah. Tapi injil hari ini menampilkan sesuatu berbeda. Yesus Kristus Raja Semesta Alam tidak menggunakan mahkota dari emas. Tetapi Yesus menggunakan mahkota duri. Raja yang duduk di singgahsana mewah, tetapi Yesus bertahtah tergantung di kayu salib,” papar Pastor Valentino Pandelaki Pr.

Lanjutnya, Raja mengenakan pakaian mewah berkilauan dari emas, tetapi Yesus tidak mengenakan pakaian saat disalibkan. Raja Dimana-mana disanjung, dipuji, tetapi Yesus dihina dicemooh, dimaki. “Di Tengah kelemahannya justru nampak kuasa kasih. Yesus menunjukan kerajaannya bukan menindas tetapi penuh kerendahan hati, membebaskan, penuh pengampunan. Kerendahan hati terpancar dari hati Yesus kasih yang mengubah. Yesus buka raja yang disembah, tetapi raja yang melayani, mengasihi sampai tuntas,” ungkap Pastor Valen.

Dalam injil menurut Pastor Valen, seorang penjahat yang disalib di samping berkata “Yesus ingatlah aku jikalau Engkau datang sebagai raja.” Yesus pun menjawab, “sesungguhnya pada hari ini juga engkau akan ada bersama-sama Aku di Firdaus.”

“Kerajaan kristus terbuka bagi siapa saja yang penuh kerendahan hati mau bertobat. Kita pun dengan penuh kerendahan hati, mau bertobat dan datang padanya. Tentu Yesus dengan hati terbuka mau menerima kita bersama dalam kerajaannya. Makna kita merayakan Tuhan Yesus Kristus Raja Semesta Alam yaitu kita membiarkan Yesus membimbing, menuntun membawa kita kedalam kerajaannya. Kita diajak menjadikan kasih menuntun, merajai kehidupan kita. Biarlah kristus menjadi raja dalam hidup kita. Mengikuti teladan Yesus kristus yang tidak mementingkan kepentingan pribadi, tetapi kerendahan hati. Biarkanlah Yesus meraja dalam kehidupan kita,” pungkas Pastor Valen.(KomsosGPI)

Minggu, 09 November 2025

Paroki BTDC GPI Plenokan Program 2026

 

Paroki Bunda Teresa dari Calcutta Griya Paniki Indah (BTDC GPI) menuntaskan penyusunan program kerja 2026. Pastor Paroki Pst. Fransiscus Antonio Runtu Pr., memimpin langsung rapat pleno tersebut, Minggu 9 November 2025 di aula Paroki.

Pastor Fransiscus Runtu mengungkapkan rapat pleno ini dimaksudkan untuk mengklarifikasi apakah semua usulan program  dari kelompok territorial dan kelompok kategorial sudah terakomodir dalam program kerja paroki 2026.

“Mengklarifikasi apakah program dari kelompok teritorial dan kategorial sudah masuk atau justru tidak ada. Kemudian mungkin ada program-program yang perlu ditambahkan. Karena setelah ini program 2026 akan diplenokan di tingkat kevikepan dan keuskupan,” jelas Runtu.

Pastor Angki juga menekankan agar jangan sampai ada kelompok teritorial atau kategorial yang tidak mempunyai program. “Kalau tidak ada program berarti kelompok tidak punya pengurus atau anggota. Program merupakan kebutuhan-kebutuhan umat,” tukas Pastor Angki, seraya menambahkan Paroki GPI adalah paroki pertama yang telah menuntaskan program 2026.

Rapat pleno ini dihadiri Pastor Rekan Pst Jan Silvianus Koraag Pr, Pastor Neomis Pst Valentino Pandelaki Pr, DPP, DKP, Tim Monev, ketua kelompok teritorial dan kategorial.(KomsosGPI)

Pesta Pemberkatan Gereja Basilik Agung Santo Yohanes Lateran

Gereja Basilik Agung Santo Yohanes Lateran

Hari ini, Gereja Katolik sejagat merayakan Pesta Pemberkatan Basilika Santo Yohanes Lateran, sebuah perayaan penting yang mengingatkan umat akan kesatuan Gereja di seluruh dunia. Gereja katedral Paus di Roma ini, yang dijuluki Omnium Urbis et Orbis Ecclesiarum Mater et Caput (Induk dan Kepala semua gereja di kota Roma dan di seluruh dunia), menjadi simbol bahwa komunitas Gereja dipersatukan di dalam Kristus, Sang Batu Penjuru.

Basilik Agung Santo Yohanes Lateran dibangun setelah diundangkannya Dekrit Milan oleh Kaisar Konstantinus. Pemimpin Romawi itu memberikan kebebasan umat Kristiani, untuk menjalankan agamanya pada tahun 313. Basilik itu didedikasikan oleh Paus Sylvester I pada 9 November 324. Gereja ini diselesaikan pada abad keenam dengan pelindungnya adalah Santo Yohanes Pembaptis dan Santo Yohanes Penginjil. Basilika Santo Yohanes Lateran berfungsi sebagai takhta episkopal bagi Uskup Roma, yaitu Paus, yang juga menjadi pemimpin Gereja Katolik seluruh dunia.

Perayaan ini bukan sekadar mengenang bangunan tua, tetapi menegaskan kembali makna Bait Allah sebagai tempat kudus perjumpaan dengan Tuhan. Dalam bacaan Injil hari ini, kisah Yesus mengusir para pedagang dari Bait Allah menjadi pengingat profetis bahwa rumah Tuhan harus dijaga kesuciannya dari transaksi duniawi.

“Rombaklah Bait Allah ini, dan dalam tiga hari Aku akan mendirikannya kembali.” Inilah pernyataan Yesus mengungkapkan misteri siapa diri-Nya. Dalam tiga hari diri-Nya akan mendirikan bait Allah, tak lain adalah tubuh-Nya sendiri. Yohanes menegaskan bahwa Bait yang dimaksud Yesus adalah tubuh-Nya sendiri. Kehadiran Allah tidak lagi berpusat pada bangunan batu, melainkan pada diri Yesus, Putra Allah yang hidup.

Yesus sedang menunjukkan bahwa, bukan hanya bangunan yang bisa jadi kotor, tetapi hidup manusia pun bisa menjadi “bait yang ternodai,” ketika hati kita dijadikan tempat transaksi dosa.

Apa alasan kita ke gereja? Saudara-saudari terkasih, banyak dari kita yang menyatakan diri mencintai Tuhan, tapi tidak ke gereja. Atau aktif di Gereja, dan rajin pelayanan, tetapi ada juga godaan-godaan yang membuat hidup kita sendiri seperti Bait Allah yang mulai dipenuhi ternodai. Pergaulan dan hiburan yang tidak sehat, relasi yang toxic dan tidak menghormati martabat tubuh, beragam kecanduan, sikap amarah, iri, balas dendam, dan yang paling sering melupakan Gereja.

Kita diingatkan bahwa Kalau kita jauh dari Gereja, kita makin jauh dari sumber kekuatan rohani. Gereja bukan acara. Gereja bukan rutinitas. Gereja adalah rumah tempat kita diingatkan siapa diri kita sebagai anak Allah.(KomsosGPI)


Minggu, 02 November 2025

Mengenang Arwah Semua Orang Beriman, Sebuah Tradisi Melampaui Batas Dimensi Fisik

 


Setiap tanggal 2 November, umat khususnya Gereja Katolik, merayakan sebuah tradisi yang melampaui batas dimensi fisik. Hari Peringatan Arwah Semua Orang Beriman. Mengenang arwah semua orang beriman diperingati sehari setelah Hari Raya Semua Orang Kudus. Momen ini didedikasikan secara khusus untuk mengenang dan mendoakan jutaan jiwa yang telah meninggalkan dunia ini—keluarga, kerabat, sahabat, dan para gembala iman.

Tradisi ini bukan sekadar ritual tahunan, melainkan sebuah refleksi mendalam tentang esensi hidup, kematian, dan harapan akan keabadian.

Dalam keyakinan Kristiani, kematian bukanlah sebuah akhir yang tragis, melainkan sebuah peristiwa puncak kehidupan. Kita percaya bahwa hidup di dunia ini tidak lenyap, melainkan hanya diubah. Kematian adalah transisi, sebuah kepulangan menuju kediaman abadi di surga.

Momen ini menjadi waktu untuk mempercayakan diri secara total kepada Kristus. Ini adalah perjumpaan abadi dengan Dia, Sang Pokok Pengharapan, yang mengantar kita pulang ke rumah Bapa. Bagi orang beriman, kematian adalah pintu gerbang menuju persekutuan kekal.

Tujuan utama dari perayaan ini adalah mendoakan mereka yang telah mendahului kita. Umat memohon agar saudara-saudari yang telah meninggal dunia disucikan dari segala dosa, dibebaskan dari segala hambatan, dan layak menikmati kebahagiaan kekal di sisi kanan Allah.

Doa-doa ini mencerminkan keyakinan akan kasih Allah yang tak terbatas dan harapan agar semua jiwa dapat bersama-sama para kudus di surga, memandang wajah Allah yang dirindukan. Ini adalah tindakan kasih yang melampaui kubur, sebuah solidaritas spiritual antara mereka yang masih berziarah di bumi atau Gereja yang masih berjuang dan mereka yang telah berada di alam baka atau Gereja yang telah jaya.

Lebih dari sekadar mengenang, hari peringatan ini memberikan penghiburan rohani yang luar biasa bagi mereka yang ditinggalkan. Ada janji dan keyakinan teguh bahwa kelak, kita akan berjumpa kembali dengan orang-orang terkasih yang telah mendahului kita.

Persekutuan ini berpuncak pada momen di mana kita bersama Maria dan seluruh orang kudus memuji dan memuliakan Allah. Keyakinan ini menepis duka dan menggantinya dengan pengharapan yang kuat. Kita semua, pada akhirnya, akan meninggalkan dunia ini dan kembali kepada Bapa di surga. Iman inilah yang kita pegang, bahwa hidup atau mati, kita tetap milik Kristus.

Hari Peringatan Arwah Semua Orang Beriman mengajarkan kita untuk menghargai kehidupan saat ini sambil senantiasa mempersiapkan diri untuk perjalanan akhir, memperkuat iman akan kebangkitan dan kehidupan kekal yang dijanjikan. Ini adalah perayaan iman, harapan, dan kasih abadi.

Di Paroki Bunda Teresa dari Calcutta Griya Paniki Indah Manado Hari Peringatan Arwah Semua Orang Beriman yang tepat pada hari Minggu didoakan semua sanak keluarga yang telah meninggal. Bahkan setelah misa, Pastor mengunjungi kubur keluarga dari umat Katolik, mendoakan dan memerciki kuburan tersebut dengan air kudus.(KomsosGPI)

Sabtu, 01 November 2025

Paroki BTDC GPI Kembali Gelar Workshop Cantores dan Pemazmur

 


DPP Paroki BundaTeresa Calcutta Griya Paniki Indah, Bidang Kerohanian,  tahun 2025 ini Kembali melaksanakan workshop Pemazmur dan Cantores. Kegiatan tersebut dibuka oleh Pastor Rekan Pst Jan Silvianus Koraag Pr., dengan narasumber Pst Harry Singkoh MSC, Sabtu 1 November 2025.

Kegiatan yang merupakan program Paroki Bunda Teresa dari Calcutta GPI ini diikuti oleh 44 peserta.

Pada kesempatan itu Pastor Harry Singkoh mengingatkan persiapan yang baik bagi cantores dan pemazmur. Menurutnya ini bukan sekedar dinyanyikan tetapi tujuan utamanya memuji, memuliakan Tuhan dan memandu umat dalam liturgi.

Kegiatan ini berlangsung dari pukul 09.00 Wita hingga pukul 14.00 Wita.(KomsosGPI)