Minggu, 04 Januari 2026

Hari Anak Misioner Sedunia di Paroki GPI, Uskup Rolly Untu Ajak Anak Menjadi Saksi Kasih Allah

 


Uskup Manado, Mgr Benedictus Estephanus Rolly Untu MSC mengajak anak-anak menjadi saksi dan mewartakan kasih Allah. Ini menjadi pesan Uskup saat memimpin perayaan ekaristi Natal bersama dan Hari Anak Misioner Sedunia ke-183 di Paroki Bunda Teresa Calcutta, Griya Paniki Indah, Sabtu (03/01/2026). 

Dalam perayaan ini, Uskup didampingi Pastor Paroki Pst Fransiscus Antonio Runtu Pr., Pastor Rekan Pst., Jan Silvianus Koraag Pr., dan Pastor Neomis Pst., Valentino Pandelaki Pr., Diakon Michael Kewok, diikuti umat paroki, khususnya anak-anak.

Dalam homilinya, Uskup Rolly mengajak umat untuk memaknai Natal dengan berfokus pada kanak-kanak Yesus. Ia mengingatkan pesan Injil ketika Yohanes Pembaptis berkata, “Lihatlah Anak Domba Allah yang menghapus dosa dunia.” Natal, menurutnya, merupakan peristiwa agung ketika Allah menjadi manusia dan hadir untuk menyelamatkan dunia dari dosa.

Uskup Rolly juga menegaskan inti iman Kristiani sebagaimana tertulis dalam Yohanes 3:16, “Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal.” Uskup Rolly Untu menyebut misi perutusan Allah sebagai wujud kasih yang luar biasa, ketika Putra-Nya meninggalkan “zona nyaman” di surga untuk tinggal di tengah dunia.

Lebih lanjut dijelaskan, perjalanan hidup Yesus sejak kanak-kanak hingga dewasa menunjukkan teladan pertumbuhan iman dan kemanusiaan. “Yesus bertumbuh menjadi pribadi yang bijaksana, kuat, serta berkenan kepada Allah dan sesama. Kehadiran-Nya di dunia bukan dalam kemegahan, melainkan berujung pada pengorbanan di kayu salib demi keselamatan umat manusia,” papar Uskup.

Momen pembaptisan Yesus juga disoroti sebagai tanda kepenuhan Roh Kudus, yang digambarkan turun seperti burung merpati. Dari peristiwa itu, Yesus tampil penuh semangat, disiplin, taat kepada orang tua, serta setia kepada kehendak Bapa. Setelah melihat dan mengalami sendiri, Ia kemudian menjadi saksi dan mewartakan Kerajaan Allah.

Pada perayaan Natal bersama dan Hari Anak Misioner Sedunia ini, umat diajak untuk bersyukur atas perhatian dan pendampingan orang tua, para pembina, serta pengurus paroki terhadap anak-anak. Anak-anak ditegaskan sebagai bagian penting Gereja masa kini dan masa depan.

Mengakhiri perayaan, Uskup Rolly mengajak anak-anak sebagai anak orang tua sekaligus anak-anak Allah untuk berani memberi kesaksian tentang Kerajaan Allah dalam kehidupan sehari-hari. “Melalui semangat Natal dan Hari Anak Misioner sedunia ini, anak-anak diharapkan tumbuh menjadi pribadi yang beriman, peduli, dan siap mewartakan kasih Allah kepada sesama,” pungkas Mgr. Benedictus Rolly Untu.(KomsosGPI)


Pelantikan DPC WKRI Bunda Teresa Calcutta GPI 2025 – 2028, Jadilah Terang Bagi Sesama dan Masyarakat

 


Dewan Pengurus Cabang (DPC) Wanita Katolik Republik Indonesia (WKRI) Bunda Teresa dari Calcutta Griya Paniki Indah (GPI) periode 2025-2028 dilantik oleh Ketua Presidium Wanita Katolik Republik Indonesia Sulawesi Utara Telly Mathilda Kapoh dan Jajaran Presidium DPD Sulawesi Utara, Minggu (04/01/2025).

Pelantikan tersebut diawali Misa Hari Raya Penampakan Tuhan (Epifani) yang dipimpin oleh Pastor Paroki Bunda Teresa dari Calcutta GPI sebagai Penasehat Rohani Pastor Fransiskus Antonio Runtu Pr. Pastor Paroki dalam renungan dan sambutan mengajak umat termasuk WKRI Cabang Bunda Teresa dari Calcutta GPI untuk menjadi terang dan bercahaya bagi sesama dan Masyarakat.


 “Saya berharap dan mengingatkan agar organisasi WKRI bisa membuat program tidak hanya seputar pelayanan di gereja dan umat, tetapi juga mencakup masyarakat luas sehingga benar-benar menjadi terang bagi sesame dan masyarakat,” tukas Runtu.

Ketua Dewan Presidium Telly Kapoh dalam sambutannya, mengajak WKRI sama-sama bekerja dan bukan sebatas lingkup gereja tapi menyentuh sampai kepada masyarakat.

Susunan Kepengurusan DPC WKRI Bunda Teresa Calcutta GPI yaitu:

Penasehat Rohani: Pastor Fransiskus Antonio Runtu Pr.

Ketua : Heisye Rawung.

Wakil Ketua: Junita Tulung.

Sekretaris : Dita Pongoh.

Wakil Sekretaris: Cecillia Maria M. Muaja.

Bendahara: Hettie Bernadeth Sangi.

Bidang Organisasi:

Ketua : Joyce Runtuwene.

Anggota: Agustin Barbara Kansil.

Anggota: Dorothea Kambey.

Bidang Kesejahteraan.

Ketua: Elfie Pinangkaan.

Anggota: Sherly Kumaseh.

Anggota: Chrisna Ponomban.

Bidang Pendidikan.

Ketua: Agustien Cherly Wereh.

Anggota: Deasy Tawaluyan.

Anggota: Evie.Ramoh.

Bidang Hubungan Masyarakat.

Ketua : Rinny Karundeng.

Anggota : Daisy Karnyoto dan Anneke Tumilantouw.

Bidang Usaha Dana.

Ketua : Jessica Felensya.

Anggota: Feibe Tongkeles dan Anggota : Bernadeth Jennie Tintingon.
(KomsosGPI)

Selasa, 23 Desember 2025

Paroki Bunda Teresa Calcutta GPI Semarakkan Natal dengan Christmas Feast

 

 


Natal 2025 ini di Paroki Bunda Teresa Calcutta Griya Paniki Indah, berbeda dengan sebelum-sebelumnya. Tahun 2025 Pastor Paroki Fransiscus Antonio Runtu Pr., menggagas kegiatan Christmas Feast yang tentunya melibatkan seluruh umat.

Menurut Pastor Fransiscus Runtu, Christmas Feast merupakan salah satu ruang bagi umat untuk berkumpul, saling bertemu dan berbagi sukacita. “Kalau sebelum-sebelumnya biasa Natal, pulang kampung, atau liburan ke kota lain, atau hanya di rumah saja, maka kita menciptakan ruang berkumpul dan bertemu dalam suka cita Natal,” tutur Pastor Angki.

Pastor Paroki menunjuk Pastor Valentino Pandelaki sebagai PIC kegiatan yang dimotori Orang Muda Katolik (OMK) dan dibantu Kaum Bapak Katolik (KBK) tersebut. Ia memaparkan kegiatan Christmas Feast berlangsung sejak 22 Desember 2025 sampai 3 Januari 2026. Lebih lanjut dijalskannya bahwa, puncak dan akhir Christmas Feast pada 3 Januari dengan perayaan Hari Anak Misioner sekaligus Natal bersama umat Paroki Bunda Teresa Calcutta GPI. Misa ini dipimpin langsung oleh Uskup Mgr. Benedictus Estephanus Rolly Untu MSC.




Perayaan Natal selalu menjadi momen penuh sukacita bagi banyak orang, sebab pada hari itu kita mengenangkan Misteri Inkarnasi: Allah menjadi manusia dan tinggal hadir di antara kita. Kelahiran Yesus Kristus merupakan pernyataan kasih Allah yang menyelamatkan, menghadirkan harapan baru bagi umat manusia, terutama bagi keluarga-keluarga yang menjadi tempat pertama seseorang mengalami cinta, pengampunan, dan pertumbuhan dalam iman,”

Lanjut Pastor Valen, tahun ini, Paroki Bunda Teresa Calcutta, Griya Paniki Indah, mengangkat tema “Allah Hadir Menyelamatkan Keluarga” sebagai dasar penyelenggaraan Christmas Feast.

Tema ini sejalan dengan kebutuhan pastoral Gereja dalam memperkuat martabat keluarga sebagai Gereja kecil, yang di tengah berbagai tantangan zaman yang memiliki kesibukan, konflik, tekanan ekonomi, hingga melemahnya komunikasi sehingga memerlukan pendampingan dan ruang pembinaan iman yang menyegarkan,” jelas Pastor Valen.

Lanjutnya, melalui rangkaian kegiatan yang kreatif, edukatif, dan pastoral, paroki berharap agar setiap keluarga sungguh merasakan bahwa Allah hadir menyertai dan menyelamatkan, serta dipanggil untuk menjadi pembawa kasih Kristus bagi sesama.




“Diharapkan Christmas Feast ini menjadi momen pertumbuhan iman, penguatan persaudaraan, dan pembaruan spirit pelayanan dalam terang kelahiran Sang Juru Selamat,” sebutnya.

Rangkaian Christmas Feast diisi dengan pembuatan Kandang Natal di dalam dan luar Gereja, perayaan ekaristi, Santo Nikolaus OMK dan Sekami, Lomba Kandang Natal, Idol Keluarga, Tutur Kitab Suci SEKAMI, Vocal Group, Line Dance Natal dan Lomba Kreatifitas antar OMK. Kemudian malam syukur akhir tahun, perayaan ekaristi anak-anak dan perayaan Natal bersama umat.

Pembukaan kegiatan Christmas Feast diisi dengan Fragmen Natal dari OMK, Bazar Natal, penampilan dari OMK, SEKAMI, PPA dan berbagai games.(KomsosGPI)

Sabtu, 22 November 2025

Pastor Valen: Biarkan Yesus Meraja dalam Hidup Kita

 


Paroki Bunda Teresa dari Calcutta Griya Paniki Indah (BTDC GPI) merayakan Hari Raya Tuhan Kita Yesus Kristus Raja Semesta Alam pada Minggu, 23 November 2025. Dalam homily Pastor Valentino Pandelaki Pr mengajak umat agar membuka hati dan membiarkan Yesus Kristus meraja dalam kehidupan kita.

Hari Raya Tuhan Kita Yesus Kristus Raja Semesta Alam dirayakan sebelum memasuki Masa Adven, yang pada tahun 2025 dimulai pada 30 November. Dalam kalender liturgi, Hari Raya Kristus Raja juga memiliki sejarah yang berakar pada situasi dunia yang penuh gejolak pada awal abad ke-20. Hari raya ini pertama kali ditetapkan oleh Paus Pius XI pada 11 Desember 1925 melalui ensiklik Quas Primas.

“Raja kita bayangkan taktah, mahkota emas berhias permata, pakaian mewah. Tapi injil hari ini menampilkan sesuatu berbeda. Yesus Kristus Raja Semesta Alam tidak menggunakan mahkota dari emas. Tetapi Yesus menggunakan mahkota duri. Raja yang duduk di singgahsana mewah, tetapi Yesus bertahtah tergantung di kayu salib,” papar Pastor Valentino Pandelaki Pr.

Lanjutnya, Raja mengenakan pakaian mewah berkilauan dari emas, tetapi Yesus tidak mengenakan pakaian saat disalibkan. Raja Dimana-mana disanjung, dipuji, tetapi Yesus dihina dicemooh, dimaki. “Di Tengah kelemahannya justru nampak kuasa kasih. Yesus menunjukan kerajaannya bukan menindas tetapi penuh kerendahan hati, membebaskan, penuh pengampunan. Kerendahan hati terpancar dari hati Yesus kasih yang mengubah. Yesus buka raja yang disembah, tetapi raja yang melayani, mengasihi sampai tuntas,” ungkap Pastor Valen.

Dalam injil menurut Pastor Valen, seorang penjahat yang disalib di samping berkata “Yesus ingatlah aku jikalau Engkau datang sebagai raja.” Yesus pun menjawab, “sesungguhnya pada hari ini juga engkau akan ada bersama-sama Aku di Firdaus.”

“Kerajaan kristus terbuka bagi siapa saja yang penuh kerendahan hati mau bertobat. Kita pun dengan penuh kerendahan hati, mau bertobat dan datang padanya. Tentu Yesus dengan hati terbuka mau menerima kita bersama dalam kerajaannya. Makna kita merayakan Tuhan Yesus Kristus Raja Semesta Alam yaitu kita membiarkan Yesus membimbing, menuntun membawa kita kedalam kerajaannya. Kita diajak menjadikan kasih menuntun, merajai kehidupan kita. Biarlah kristus menjadi raja dalam hidup kita. Mengikuti teladan Yesus kristus yang tidak mementingkan kepentingan pribadi, tetapi kerendahan hati. Biarkanlah Yesus meraja dalam kehidupan kita,” pungkas Pastor Valen.(KomsosGPI)

Minggu, 09 November 2025

Paroki BTDC GPI Plenokan Program 2026

 

Paroki Bunda Teresa dari Calcutta Griya Paniki Indah (BTDC GPI) menuntaskan penyusunan program kerja 2026. Pastor Paroki Pst. Fransiscus Antonio Runtu Pr., memimpin langsung rapat pleno tersebut, Minggu 9 November 2025 di aula Paroki.

Pastor Fransiscus Runtu mengungkapkan rapat pleno ini dimaksudkan untuk mengklarifikasi apakah semua usulan program  dari kelompok territorial dan kelompok kategorial sudah terakomodir dalam program kerja paroki 2026.

“Mengklarifikasi apakah program dari kelompok teritorial dan kategorial sudah masuk atau justru tidak ada. Kemudian mungkin ada program-program yang perlu ditambahkan. Karena setelah ini program 2026 akan diplenokan di tingkat kevikepan dan keuskupan,” jelas Runtu.

Pastor Angki juga menekankan agar jangan sampai ada kelompok teritorial atau kategorial yang tidak mempunyai program. “Kalau tidak ada program berarti kelompok tidak punya pengurus atau anggota. Program merupakan kebutuhan-kebutuhan umat,” tukas Pastor Angki, seraya menambahkan Paroki GPI adalah paroki pertama yang telah menuntaskan program 2026.

Rapat pleno ini dihadiri Pastor Rekan Pst Jan Silvianus Koraag Pr, Pastor Neomis Pst Valentino Pandelaki Pr, DPP, DKP, Tim Monev, ketua kelompok teritorial dan kategorial.(KomsosGPI)

Pesta Pemberkatan Gereja Basilik Agung Santo Yohanes Lateran

Gereja Basilik Agung Santo Yohanes Lateran

Hari ini, Gereja Katolik sejagat merayakan Pesta Pemberkatan Basilika Santo Yohanes Lateran, sebuah perayaan penting yang mengingatkan umat akan kesatuan Gereja di seluruh dunia. Gereja katedral Paus di Roma ini, yang dijuluki Omnium Urbis et Orbis Ecclesiarum Mater et Caput (Induk dan Kepala semua gereja di kota Roma dan di seluruh dunia), menjadi simbol bahwa komunitas Gereja dipersatukan di dalam Kristus, Sang Batu Penjuru.

Basilik Agung Santo Yohanes Lateran dibangun setelah diundangkannya Dekrit Milan oleh Kaisar Konstantinus. Pemimpin Romawi itu memberikan kebebasan umat Kristiani, untuk menjalankan agamanya pada tahun 313. Basilik itu didedikasikan oleh Paus Sylvester I pada 9 November 324. Gereja ini diselesaikan pada abad keenam dengan pelindungnya adalah Santo Yohanes Pembaptis dan Santo Yohanes Penginjil. Basilika Santo Yohanes Lateran berfungsi sebagai takhta episkopal bagi Uskup Roma, yaitu Paus, yang juga menjadi pemimpin Gereja Katolik seluruh dunia.

Perayaan ini bukan sekadar mengenang bangunan tua, tetapi menegaskan kembali makna Bait Allah sebagai tempat kudus perjumpaan dengan Tuhan. Dalam bacaan Injil hari ini, kisah Yesus mengusir para pedagang dari Bait Allah menjadi pengingat profetis bahwa rumah Tuhan harus dijaga kesuciannya dari transaksi duniawi.

“Rombaklah Bait Allah ini, dan dalam tiga hari Aku akan mendirikannya kembali.” Inilah pernyataan Yesus mengungkapkan misteri siapa diri-Nya. Dalam tiga hari diri-Nya akan mendirikan bait Allah, tak lain adalah tubuh-Nya sendiri. Yohanes menegaskan bahwa Bait yang dimaksud Yesus adalah tubuh-Nya sendiri. Kehadiran Allah tidak lagi berpusat pada bangunan batu, melainkan pada diri Yesus, Putra Allah yang hidup.

Yesus sedang menunjukkan bahwa, bukan hanya bangunan yang bisa jadi kotor, tetapi hidup manusia pun bisa menjadi “bait yang ternodai,” ketika hati kita dijadikan tempat transaksi dosa.

Apa alasan kita ke gereja? Saudara-saudari terkasih, banyak dari kita yang menyatakan diri mencintai Tuhan, tapi tidak ke gereja. Atau aktif di Gereja, dan rajin pelayanan, tetapi ada juga godaan-godaan yang membuat hidup kita sendiri seperti Bait Allah yang mulai dipenuhi ternodai. Pergaulan dan hiburan yang tidak sehat, relasi yang toxic dan tidak menghormati martabat tubuh, beragam kecanduan, sikap amarah, iri, balas dendam, dan yang paling sering melupakan Gereja.

Kita diingatkan bahwa Kalau kita jauh dari Gereja, kita makin jauh dari sumber kekuatan rohani. Gereja bukan acara. Gereja bukan rutinitas. Gereja adalah rumah tempat kita diingatkan siapa diri kita sebagai anak Allah.(KomsosGPI)


Minggu, 02 November 2025

Mengenang Arwah Semua Orang Beriman, Sebuah Tradisi Melampaui Batas Dimensi Fisik

 


Setiap tanggal 2 November, umat khususnya Gereja Katolik, merayakan sebuah tradisi yang melampaui batas dimensi fisik. Hari Peringatan Arwah Semua Orang Beriman. Mengenang arwah semua orang beriman diperingati sehari setelah Hari Raya Semua Orang Kudus. Momen ini didedikasikan secara khusus untuk mengenang dan mendoakan jutaan jiwa yang telah meninggalkan dunia ini—keluarga, kerabat, sahabat, dan para gembala iman.

Tradisi ini bukan sekadar ritual tahunan, melainkan sebuah refleksi mendalam tentang esensi hidup, kematian, dan harapan akan keabadian.

Dalam keyakinan Kristiani, kematian bukanlah sebuah akhir yang tragis, melainkan sebuah peristiwa puncak kehidupan. Kita percaya bahwa hidup di dunia ini tidak lenyap, melainkan hanya diubah. Kematian adalah transisi, sebuah kepulangan menuju kediaman abadi di surga.

Momen ini menjadi waktu untuk mempercayakan diri secara total kepada Kristus. Ini adalah perjumpaan abadi dengan Dia, Sang Pokok Pengharapan, yang mengantar kita pulang ke rumah Bapa. Bagi orang beriman, kematian adalah pintu gerbang menuju persekutuan kekal.

Tujuan utama dari perayaan ini adalah mendoakan mereka yang telah mendahului kita. Umat memohon agar saudara-saudari yang telah meninggal dunia disucikan dari segala dosa, dibebaskan dari segala hambatan, dan layak menikmati kebahagiaan kekal di sisi kanan Allah.

Doa-doa ini mencerminkan keyakinan akan kasih Allah yang tak terbatas dan harapan agar semua jiwa dapat bersama-sama para kudus di surga, memandang wajah Allah yang dirindukan. Ini adalah tindakan kasih yang melampaui kubur, sebuah solidaritas spiritual antara mereka yang masih berziarah di bumi atau Gereja yang masih berjuang dan mereka yang telah berada di alam baka atau Gereja yang telah jaya.

Lebih dari sekadar mengenang, hari peringatan ini memberikan penghiburan rohani yang luar biasa bagi mereka yang ditinggalkan. Ada janji dan keyakinan teguh bahwa kelak, kita akan berjumpa kembali dengan orang-orang terkasih yang telah mendahului kita.

Persekutuan ini berpuncak pada momen di mana kita bersama Maria dan seluruh orang kudus memuji dan memuliakan Allah. Keyakinan ini menepis duka dan menggantinya dengan pengharapan yang kuat. Kita semua, pada akhirnya, akan meninggalkan dunia ini dan kembali kepada Bapa di surga. Iman inilah yang kita pegang, bahwa hidup atau mati, kita tetap milik Kristus.

Hari Peringatan Arwah Semua Orang Beriman mengajarkan kita untuk menghargai kehidupan saat ini sambil senantiasa mempersiapkan diri untuk perjalanan akhir, memperkuat iman akan kebangkitan dan kehidupan kekal yang dijanjikan. Ini adalah perayaan iman, harapan, dan kasih abadi.

Di Paroki Bunda Teresa dari Calcutta Griya Paniki Indah Manado Hari Peringatan Arwah Semua Orang Beriman yang tepat pada hari Minggu didoakan semua sanak keluarga yang telah meninggal. Bahkan setelah misa, Pastor mengunjungi kubur keluarga dari umat Katolik, mendoakan dan memerciki kuburan tersebut dengan air kudus.(KomsosGPI)

Sabtu, 01 November 2025

Paroki BTDC GPI Kembali Gelar Workshop Cantores dan Pemazmur

 


DPP Paroki BundaTeresa Calcutta Griya Paniki Indah, Bidang Kerohanian,  tahun 2025 ini Kembali melaksanakan workshop Pemazmur dan Cantores. Kegiatan tersebut dibuka oleh Pastor Rekan Pst Jan Silvianus Koraag Pr., dengan narasumber Pst Harry Singkoh MSC, Sabtu 1 November 2025.

Kegiatan yang merupakan program Paroki Bunda Teresa dari Calcutta GPI ini diikuti oleh 44 peserta.

Pada kesempatan itu Pastor Harry Singkoh mengingatkan persiapan yang baik bagi cantores dan pemazmur. Menurutnya ini bukan sekedar dinyanyikan tetapi tujuan utamanya memuji, memuliakan Tuhan dan memandu umat dalam liturgi.

Kegiatan ini berlangsung dari pukul 09.00 Wita hingga pukul 14.00 Wita.(KomsosGPI)

Jumat, 31 Oktober 2025

Pastor Jan Koraag Tutup Bulan Rosario di di Gua Maria Sumber Kesembuhan Orang Sakit

 

Misa penutupan Bulan Rosario.

Setelah sebulan umat Paroki Bunda Teresa dari Calcutta Griya Paniki Indah melaksanakan devosi doa Rosario, Jumat 31 Oktober Bulan Rosario tersebut ditutup melalui misa yang dipimpin Pastor Jan Silvianus Koraag Pr di Gua Maria Sumber Kesembuhan Orang Sakit.

Pastor Jan Koraag dalam homilinya mengungkapkan inti dari Doa Rosario ini adalah umat berdoa kepada Yesus melalui perantaran Bunda Maria ibunya. “Melalui doa sederhana ini kita mengenang dan memperingati kisah kehidupan Kristus melalui peristiwa-peristiwa. Melalui Doa Rosario ini kita saling menguatkan, saling mendoakan, mengajarkan keperdulian kita dengan orang lain,” ungkap Pastor Jan Koraag.(KomsosGPI)

Senin, 27 Oktober 2025

Paroki BTDC GPI Gelar Penjaringan dan Pelatihan Anggota Komsos di Stasi Kima Atas

 


Paroki Bunda Teresa dari Calcutta (BTDC) Griya Paniki Indah menggelar penjaringan dan pelatihan anggota Komunikasi Sosial (Komsos) di Stasi St Carolus Boromeus Kima Atas, Minggu 26 Oktober 2025.

Kegiatan yang sudah merupakan program paroki ini dibuka oleh Pastor Rekan Pst. Jan Silvianus Koraag Pr., didampingi Korbid IV DPP Donny Mamahit.

Pastor Jan Koraag mengingatkan pewartaan melalui media sosial saat ini sangat penting sehingga perlu memperhatikan hal-hal agar tidak terjadi kesalahan pemahaman. Menurutnya informasi perlu diolah sebelum dipublikasi supaya tepat sasaran.

Hal yang sama juga diungkapkan Korbid IV DPP. “Informasi sebaiknya disaring dulu sebelum disharing. Karena begitu gampanya informasi disebarluaskan, padahal belum tentu kebenaran informasi itu,” tutur Mamahit.

Pada kesempatan itu, anggota Komsos Paroki Yohanes Sujio memberikan materi pelatihan fotografi dan Sebagian videografi.

Kegiatan tersebut diikuti sejumlah OMK, pengurus wilayah rohani dan dihadiri Ketua Stasi Eusabius Lewokelodo.(KomsosGPI)

Minggu, 26 Oktober 2025

Tim Monev dan DPP Inti Godok Proker 2026 Paroki BTDC GPI


Dewan Pastoral Paroki Inti (DPP), Dewan Keuangan Paroki (DKP) dan Tim Monev bersama Pastor Paroki Bunda Teresa Calcutta Griya Paniki Indah (BTDC GPI), Pst. Fransiscus Anotonio Runtu Pr., menggodok Program Kerja (Proker) Paroki 2026, Minggu 26 Oktober 2025.

Pastor Fransiscus Runtu berharap Proker 2026 ini dapat mengakomodir kebutuhan umat Paroki Bunda Teresa Calcutta GPI. Sebelumnya pada Sabtu 25 Oktober 2025, Tim Monev dan DKP bersama Pastor Paroki telah merumuskan kebutuhan-kebutuhan umat yang telah dijaring.

Terlibat juga dalam pembahasan serius tersebut Pastor Rekan Pst. Jan Silvianus Koraag Pr., dan Pastor Neomis Pst. Valentino Pandelaki Pr.(KomsosGPI)

Minggu, 12 Oktober 2025

Umat Paroki Bunda Teresa GPI Rayakan HUT ke-57 Pastor Angki dengan Suka Cita

 


Umat Paroki Bunda Teresa Calcutta Griya Paniki Indah (GPI) merayakan HUT ke-57 Pastor Paroki Pst Fransiscus Antonio Runtu Pr., dengan penuh suka cita, Jumat 10 Oktober 2025.

Sejak misa pagi hingga malam hari, umat silih berganti datang memberikan ucapan selamat kepada gembala mereka tersebut. Tidak hanya umat Paroki Bunda Teresa, para pastor dari Keuskupan Manado, Vikaris General RD. Wilhelmus Thome, Sekretaris Keuskupan Manado RP. Paulus Laurentius Pitoy MSC, termasuk Uskup Manado Mgr. Benedictus E. Rolly Untu MSC di sela-sela kesibukannya juga ikut hadir dalam perayaan ulang tahun.


Hadir dan mendampingi Pastor Angki yaitu keluarganya terutama ibu dan kakaknya Pst. Lukas Ronald Runtu Pr. Ucapan syukur HUT pada malam hari dilaksanakan melalui Doa Rosario bersama di paroki.(KomsosGPI)

Kamis, 09 Oktober 2025

Evaluasi Program 2025 Kelompok Kategorial dan Pemeriksaan Keuangan


Kegiatan monitoring dan evaluasi program kerja serta pemeriksaan keuangan kembali dilakukan untuk Kelompok Kategorial. Kegiatan tersebut dilaksanakan di aula pastoran, Rabu 8 Oktober 2025. 

Pastor Pst. Fransiscus Antonio Runtu Pr., juga mengungkapkan, Paroki GPI akan menyusun Renstra 2026 berdasarkan visi, misi dan renstra Keusukupan Manado 2026.



Sebelumnya Tim Monev Paroki Bunda Teresa Calcutta Griya Paniki Indah telah turun ke wilayah-wilayah rohani untuk melaksanakan kegiatan Monev dan pemeriksaan keuangan, serta penjaringan kebutuhan umat. Usulan-usulan kebutuhan dari umat ini akan dipadukan dan disusun menjadi program paroki 2026.(KomsosGPI)