Minggu, 09 November 2025

Pesta Pemberkatan Gereja Basilik Agung Santo Yohanes Lateran

Gereja Basilik Agung Santo Yohanes Lateran

Hari ini, Gereja Katolik sejagat merayakan Pesta Pemberkatan Basilika Santo Yohanes Lateran, sebuah perayaan penting yang mengingatkan umat akan kesatuan Gereja di seluruh dunia. Gereja katedral Paus di Roma ini, yang dijuluki Omnium Urbis et Orbis Ecclesiarum Mater et Caput (Induk dan Kepala semua gereja di kota Roma dan di seluruh dunia), menjadi simbol bahwa komunitas Gereja dipersatukan di dalam Kristus, Sang Batu Penjuru.

Basilik Agung Santo Yohanes Lateran dibangun setelah diundangkannya Dekrit Milan oleh Kaisar Konstantinus. Pemimpin Romawi itu memberikan kebebasan umat Kristiani, untuk menjalankan agamanya pada tahun 313. Basilik itu didedikasikan oleh Paus Sylvester I pada 9 November 324. Gereja ini diselesaikan pada abad keenam dengan pelindungnya adalah Santo Yohanes Pembaptis dan Santo Yohanes Penginjil. Basilika Santo Yohanes Lateran berfungsi sebagai takhta episkopal bagi Uskup Roma, yaitu Paus, yang juga menjadi pemimpin Gereja Katolik seluruh dunia.

Perayaan ini bukan sekadar mengenang bangunan tua, tetapi menegaskan kembali makna Bait Allah sebagai tempat kudus perjumpaan dengan Tuhan. Dalam bacaan Injil hari ini, kisah Yesus mengusir para pedagang dari Bait Allah menjadi pengingat profetis bahwa rumah Tuhan harus dijaga kesuciannya dari transaksi duniawi.

“Rombaklah Bait Allah ini, dan dalam tiga hari Aku akan mendirikannya kembali.” Inilah pernyataan Yesus mengungkapkan misteri siapa diri-Nya. Dalam tiga hari diri-Nya akan mendirikan bait Allah, tak lain adalah tubuh-Nya sendiri. Yohanes menegaskan bahwa Bait yang dimaksud Yesus adalah tubuh-Nya sendiri. Kehadiran Allah tidak lagi berpusat pada bangunan batu, melainkan pada diri Yesus, Putra Allah yang hidup.

Yesus sedang menunjukkan bahwa, bukan hanya bangunan yang bisa jadi kotor, tetapi hidup manusia pun bisa menjadi “bait yang ternodai,” ketika hati kita dijadikan tempat transaksi dosa.

Apa alasan kita ke gereja? Saudara-saudari terkasih, banyak dari kita yang menyatakan diri mencintai Tuhan, tapi tidak ke gereja. Atau aktif di Gereja, dan rajin pelayanan, tetapi ada juga godaan-godaan yang membuat hidup kita sendiri seperti Bait Allah yang mulai dipenuhi ternodai. Pergaulan dan hiburan yang tidak sehat, relasi yang toxic dan tidak menghormati martabat tubuh, beragam kecanduan, sikap amarah, iri, balas dendam, dan yang paling sering melupakan Gereja.

Kita diingatkan bahwa Kalau kita jauh dari Gereja, kita makin jauh dari sumber kekuatan rohani. Gereja bukan acara. Gereja bukan rutinitas. Gereja adalah rumah tempat kita diingatkan siapa diri kita sebagai anak Allah.(KomsosGPI)


Tidak ada komentar:

Posting Komentar