Minggu, 04 Januari 2026

Pelantikan DPC WKRI Bunda Teresa Calcutta GPI 2025 – 2028, Jadilah Terang Bagi Sesama dan Masyarakat

 


Dewan Pengurus Cabang (DPC) Wanita Katolik Republik Indonesia (WKRI) Bunda Teresa dari Calcutta Griya Paniki Indah (GPI) periode 2025-2028 dilantik oleh Ketua Presidium Wanita Katolik Republik Indonesia Sulawesi Utara Telly Mathilda Kapoh dan Jajaran Presidium DPD Sulawesi Utara, Minggu (04/01/2025).

Pelantikan tersebut diawali Misa Hari Raya Penampakan Tuhan (Epifani) yang dipimpin oleh Pastor Paroki Bunda Teresa dari Calcutta GPI sebagai Penasehat Rohani Pastor Fransiskus Antonio Runtu Pr. Pastor Paroki dalam renungan dan sambutan mengajak umat termasuk WKRI Cabang Bunda Teresa dari Calcutta GPI untuk menjadi terang dan bercahaya bagi sesama dan Masyarakat.


 “Saya berharap dan mengingatkan agar organisasi WKRI bisa membuat program tidak hanya seputar pelayanan di gereja dan umat, tetapi juga mencakup masyarakat luas sehingga benar-benar menjadi terang bagi sesame dan masyarakat,” tukas Runtu.

Ketua Dewan Presidium Telly Kapoh dalam sambutannya, mengajak WKRI sama-sama bekerja dan bukan sebatas lingkup gereja tapi menyentuh sampai kepada masyarakat.

Susunan Kepengurusan DPC WKRI Bunda Teresa Calcutta GPI yaitu:

Penasehat Rohani: Pastor Fransiskus Antonio Runtu Pr.

Ketua : Heisye Rawung.

Wakil Ketua: Junita Tulung.

Sekretaris : Dita Pongoh.

Wakil Sekretaris: Cecillia Maria M. Muaja.

Bendahara: Hettie Bernadeth Sangi.

Bidang Organisasi:

Ketua : Joyce Runtuwene.

Anggota: Agustin Barbara Kansil.

Anggota: Dorothea Kambey.

Bidang Kesejahteraan.

Ketua: Elfie Pinangkaan.

Anggota: Sherly Kumaseh.

Anggota: Chrisna Ponomban.

Bidang Pendidikan.

Ketua: Agustien Cherly Wereh.

Anggota: Deasy Tawaluyan.

Anggota: Evie.Ramoh.

Bidang Hubungan Masyarakat.

Ketua : Rinny Karundeng.

Anggota : Daisy Karnyoto dan Anneke Tumilantouw.

Bidang Usaha Dana.

Ketua : Jessica Felensya.

Anggota: Feibe Tongkeles dan Anggota : Bernadeth Jennie Tintingon.
(KomsosGPI)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar