Minggu, 15 September 2024

Pastor Fransiscus Runtu: Iman Sejati Ditunjukkan Lewat Pengorbanan dan Perbuatan



Pada Hari Minggu Biasa ke-24, Pastor Fransiscus Antonio Runtu memimpin Misa di Paroki Bunda Teresa dari Calcutta, GPI, Minggu 15 September 2024. Dalam homilinya, Pastor Fransiscus menggali makna mendalam dari bacaan Kitab Suci yang menampilkan tokoh-tokoh besar seperti Nabi Yesaya dan Rasul Petrus, serta menghubungkannya dengan tantangan iman di kehidupan sehari-hari.

Mengacu pada bacaan pertama dari Yesaya 50:5-9, Pastor Fransiscus menyoroti keteguhan Yesaya yang siap menerima segala konsekuensi, meski harus menghadapi penderitaan. Yesaya tidak mundur walaupun jalan yang ditempuhnya penuh kesulitan. 

“Yesaya menunjukkan bahwa ketika menghadapi tantangan, ia tetap berdiri teguh tanpa mundur. Inilah kekuatan iman yang siap menerima penderitaan demi kebenaran,” jelas Pastor Fransiscus.

Namun, di bacaan Injil dari Markus 8:27-35, Petrus, meskipun memiliki pengenalan mendalam tentang Yesus sebagai Tuhan, masih harus belajar memahami jalan penderitaan yang harus dilalui. 

“Petrus punya cara berpikir yang logis. Baginya, Yesus sebagai Allah harus dimuliakan, tapi Yesus menegur keras pandangan ini, ‘Enyahlah iblis!’,” ujar Pastor Fransiscus, menekankan bahwa Yesus mengajarkan prinsip hidup yang berbeda.

Bacaan dari Surat Yakobus 2:14-18 juga tak kalah penting. Yakobus menekankan bahwa iman tanpa perbuatan adalah bohong besar. "Iman sejati harus disertai dengan tindakan nyata. Tidak cukup hanya percaya, tetapi kita harus berbuat berdasarkan iman. Itulah kekhasan Katolinitas," ujar Pastor Fransiscus. Menurutnya, meskipun tindakan berdasarkan iman sering kali bertentangan dengan kenyamanan dan kebutuhan, tetapi umat dipanggil untuk terus berusaha, bukan menghindar.

Lebih lanjut, Pastor Fransiscus juga mengingatkan bahwa Paroki Griya Paniki Indah, yang baru berusia tiga tahun, memiliki tantangan tersendiri. Komunitas paroki ini dibangun bukan berdasarkan batas-batas wilayah administratif, tetapi berdasarkan kebersamaan dan iman. "Tidak mudah membangun iman bersama, semua butuh pengorbanan," tambah Pastor  Angki sapaan akrabnya. Dia pun, mengutip ungkapan uskup bahwa “indah tapi palsu” bukanlah yang kita cari. 

"Yang asli mungkin sulit dan menyakitkan, tapi itu yang sejati dan indah dalam iman," tukas Pastor Angki seraya menekankan bahwa pengorbanan dalam iman tidak selalu mudah, tetapi itulah yang membuatnya otentik dan bernilai.(Roy)


Senin, 09 September 2024

Bertemu Paus Fransiskus Suatu Kerinduan Iman Bagi Keluarga Tumbol-Moningka





Kunjungan Apostolik Paus Fransiskus ke Indonesia selama empat hari 3 hingga 6 September 2024 tidak hanya sebagai momen spesial tetapi juga suatu suka cita bagi umat Katolik. Bagi Keluarga Tumbol - Moningka, dr Anthonius Tumbol dan istrinya Ivoni Paula Moningka yang mendapat kesempatan emas itu merupakan suatu kerinduan mendalam iman bertemu pimpinan tertinggi Gereja Katolik tersebut.

Dokter Tumbol yang keseharian sebagai petinggi di RSUD Maria Walanda Maramis, Minahasa Utara mengungkapkan bagaimana hingga rela jauh-jauh berangkat dari Manado ke Jakarta untuk melihat secara langsung Paus Fransiskus.

“Ketika mendapat info kunjungan Paus Fransiskus ke Indonesia, saya langsung mengutarakannya pada istri saya. Istri saya pun sangat setuju untuk ke Jakarta melihat dan mungkin bertemu langsung Paus. Ini merupakan kesempatan dan suatu kerinduan. Apalagi kunjungan Paus ke Indonesia ini kurang lebih 35 tahun dari kunjungan Paus sebelumnya ke negara kita,” ungkap dr Tumbol yang merupakan Ketua Wilayah Rohani Sta Verena, Paroki Bunda Teresa Dari Calcutta GPI.

Serius dengan kesempatan emas ini, Keluarga Tumbol-Moningka pun menghubungi Pelaksana Tugas Pastor Bunda Teresa Dari Calcutta Griya Paniki Indah (GPI) Pst. Johanis Montolalu Pr sebagai koordinator untuk mendaftarkan diri. Persiapan matang pun dilakukan oleh keluarga ini untuk bertemu Paus Fransiskus. Mulai dari membeli tiket pesawat, booking kamar hotel dan lain-lain.

“Kami berangkat Rabu 4 September, pagi-pagi sekali dan tiba di Jakarta menjelang siang. Kesempatan pertama kami dapat info Paus Fransiskus dari Kedutaan Vatikan akan ke Katedral. Karena lebih dekat di Kedutaan, kami pun menunggu di sekitar tempat itu,” tutur Ivoni yang juga anggota DPP Paroki Bunda Teresa Dari Calcutta GPI.

Akhirnya kesempatan itu benar-benar muncul di hadapan mereka ketika Paus Fransiskus dengan mobil yang bergerak perlahan-lahan keluar dari kedutaan. 

“Baru kali ini seumur hidup melihat secara langsung Paus Fransiskus dari dekat. Tatapan dan senyuman meneduhkan. Melambaikan tangan kepada kami. Tentu kami senang sekali,” ungkap Ivoni.



Kesempatan kedua yaitu keesokan harinya keluarga mengikuti misa kudus yang dipimpin langsung Bapa Paus Fransiskus di Stadion Gelora Bung Karno (GBK) Jakarta. Untuk mengikuti misa ini, menurut dr Anthon mereka rela bangun pagi dan menunggu di GBK padahal misa baru akan dimulai jalan 5 sore atau pukul 17.00 WIB.

“Di dalam Stadion GBK kami senang bisa berkumpul dan bertemu kembali dengan beberapa umat dari Paroki Bunda Teresa Dari Calcutta GPI dan ribuan umat Katolik se-Indonesia,” kisah dr Anthon.

Ibu Ivoni mengakui sungguh luar biasa misa yang dipimpin Paus Fransiskus tertib dan khusuk, bahkan sampai selesai dan pulang dari GBK. 

“Kami bersyukur kerinduan bisa ikut misa Bapa Paus secara langsung akhirnya terlaksana,” ujar Ivoni.

Dokter Anton mengungkapkan ini suatu pengalaman iman yang sungguh luar  biasa dan mendalam, karena tidak setiap hari bertemu Paus secara langsung. “Mungkin kunjungan Paus berikutnya, kami tidak akan bertemu lagi secara langsung seperti ini,” pungkasnya.

Minggu, 08 September 2024

24 Anak Terima Komuni Pertama di Paroki GPI

 


Sebanyak 24 anak di Paroki Bunda Teresa Dari Calcutta Griya Paniki Indah, Manado menerima Komuni Pertama pada Hari Minggu Biasa XXIII, 8 September 2024 yang juga dirangkaikan dengan pesta pelindung paroki.

Sakramen ekaristi tersebut diterimakan oleh Pastor Rekan Pst. Jan Silvianus Koraag Pr, setelah 24 anak dari pusat paroki dan dua stasi masing-masing Stasi St Petrus Mapanget Barat dan Stasi St Carolus Boromeus Kima Atas mendapat pembekalan selama sebulan oleh tim katekese.

Pastor Jan Koraag menegaskan bahwa komuni pertama tersebut bukanlah akhir, tetapi bagian dari awal. Pst. Jan Koraag atas nama Pastor Paroki, Pst. Fransesco Antonio Runtu Pr., mengucapkan selamat pada 24 anak dan orang tua mereka atas penerimaan komuni pertama tersebut. 

“Bukan berarti setelah terima komuni pertama sudah sampai di situ, tetapi ini merupakan tahapan proses iman anak-anak ini supaya terus berkembang sesuai dengan ajaran iman gereja katolik,” tutur Pst. Alo sapaan akrabnya.

Sementara itu Koordinator Bidang I Kerohanian Agustinus Jehosua dalam laporannya mengakui bahwa komuni pertama sebenarnya tidak diprogramkan tahun 2024 ini, karena baru dilaksanakan tahun lalu. Namun atas inisiatif pelaksana tugas Pastor Paroki, Pst. Yohanis Montolalu Pr, kemudian dilaksanakan tahun ini.

“Memang tidak ada panitia untuk pesta pelindung dan komuni pertama ini. Jadi ini merupakan keterlibatan para pembina dan DPP inti. Padahal untuk pesta pelindung setiap tahun memang diprogramkan dan dianggarkan,” ungkapnya.

Dari orang tua penerima komuni pertama berterima kasih pada pastor paroki dan para pembina sehingga putra-putri mereka diperkenankan bisa menerima sakramen ini. “Sakramen ini sakral jadi bukan sembarangan makanya harus dipersiapkan dengan benar-benar,” tutur salah satu orang tua.(Roy)


Selasa, 03 September 2024

Perjalanan Apostolik Bersejarah Paus Fransiskus ke Indonesia dan Asia Tenggara




Kunjungan Apostolik Paus Fransiskus ke Indonesia dan Asia Tenggara menjadi momen bersejarah yang patut kita syukuri bersama. Paus Fransiskus, pemimpin tertinggi Gereja Katolik dan Kepala Negara Vatikan, Selasa 3 September 2024 telah tiba di Indonesia sebagai negara pertama lawatannya dalam perkunjungan Apostolik tersebut.

Dalam kunjungan bersejarah ini, Paus akan mengunjungi Indonesia, Papua Nugini, Timor Leste, dan Singapura mulai dari tanggal 2 hingga 13 September 2024. Perjalanan ini diharapkan akan memperkuat hubungan antara Gereja Katolik dan negara-negara di kawasan ini, serta membawa pesan damai, iman, dan persaudaraan.

Kunjungan di Indonesia dijadwalkan berlangsung dari tanggal 3 hingga 6 September 2024. Setelah itu, Paus akan melanjutkan kunjungannya ke Papua Nugini, mengunjungi Port Moresby dan Vanimo (6-9 September), kemudian ke Dili di Timor Leste (9-11 September), dan akhirnya Singapura (11-13 September).

Kunjungan Paus Fransiskus ke Indonesia menjadi kunjungan yang historis, setelah sebelumnya terakhir kali seorang Paus melakukan kunjungan ke Indonesia ialah Paus Yohanes Paulus II pada 8-12 Oktober 1989. Kunjungan ini merupakan kali ketiga seorang Paus mengunjungi Indonesia. Sebelumnya, Paus Santo Paulus VI datang pada Desember 1970, diikuti oleh Paus Santo Yohanes Paulus II pada Oktober 1989. Setelah 35 tahun, kehadiran Paus Fransiskus di Indonesia menjadi momen penting yang sangat dinantikan oleh umat Katolik di tanah air.

Meskipun usianya sudah lanjut dan kesehatannya terbatas, Paus Fransiskus tetap menunjukkan semangat yang luar biasa untuk bertemu langsung dengan umatnya dan meneguhkan iman mereka. Kunjungan ini adalah bukti nyata kasih dan perhatian Paus terhadap umat Katolik di Asia Tenggara, terutama di Indonesia, di mana beliau berharap dapat memperkuat ikatan persaudaraan dan cinta kasih.

Ketua Konferensi Waligereja Indonesia (KWI), Mgr. Antonius Subianto Bunjamin, OSC, menyatakan bahwa Gereja Katolik di Indonesia sangat bersyukur dan antusias menyambut kedatangan Paus Fransiskus. "KWI bekerja sama dengan Nunsius Apostolik Tahta Suci Vatikan untuk Indonesia telah membentuk panitia sejak April 2024 dan telah mempersiapkan segala sesuatunya hingga saat ini," kata Mgr. Antonius. 

Gereja Katolik di Indonesia telah mengajak seluruh umat untuk berdoa demi kelancaran kunjungan Paus. Kelompok doa khusus dibentuk untuk berdoa tanpa henti selama persiapan kunjungan ini. Selain itu, keuskupan-keuskupan dan paroki-paroki di seluruh Indonesia mengadakan katekese dan formasi rohani untuk membantu umat memahami makna dan tujuan kunjungan apostolik Paus serta mengajak mereka berpartisipasi aktif dengan penuh iman.

Salah satu acara besar yang akan digelar adalah Perayaan Ekaristi di Stadion Gelora Bung Karno (GBK) pada tanggal 5 September 2024. Umat dari berbagai keuskupan dan paroki di Indonesia akan hadir untuk merayakan momen bersejarah ini, dengan dukungan para imam yang akan menjadi konselebran dan membantu dalam pembagian komuni.

Paus Fransiskus menginspirasi umat Katolik untuk merefleksikan kunjungannya dengan tema, nilai-nilai iman, persaudaraan, dan bela rasa selama kunjungannya di Indonesia. "Iman yang teguh menghasilkan persaudaraan sejati, sementara persaudaraan sejati diungkapkan dalam belarasa kepada sesama dan alam semesta," ungkap Mgr. Antonius, menekankan pentingnya tema kunjungan Paus ini.

Kardinal Ignatius Suharyo, salah satu pemimpin Gereja Katolik Indonesia, menambahkan bahwa kehadiran fisik Paus Fransiskus sangatlah penting, tetapi lebih penting lagi adalah mempelajari gagasan-gagasan dan teladan hidupnya. Kardinal Suharyo menceritakan bahwa pengalaman spiritual Paus Fransiskus akan Allah yang Maha Rahim, yang dia alami sejak usia muda, sangat mempengaruhi pendekatannya dalam memimpin Gereja dan menyebarkan pesan kasih dan pengampunan.

Kunjungan Paus Fransiskus ke Indonesia dan negara-negara Asia Tenggara lainnya diharapkan akan membawa berkah dan kedamaian, memperkuat ikatan iman, serta menginspirasi umat Katolik untuk hidup dalam semangat persaudaraan dan cinta kasih. Dengan persiapan matang dan doa bersama, seluruh umat berharap kunjungan ini akan berjalan lancar dan memberikan dampak positif bagi seluruh masyarakat di kawasan ini.

JADWAL PERJALANAN PAUS FRANSISKUS DI INDONESIA

Senin, 2 September 2024 – ROMA

17:15 (Waktu Roma) /  22:15 (WIB) Keberangkatan dari Bandara Internasional Roma/Fiumicino ke Jakarta

Selasa, 3 September 2024 – JAKARTA

11:30 WIB Tiba di Bandara Internasional Soekarno-Hatta Jakarta

Rabu, 4 September 2024 – JAKARTA

09:30 WIB UPACARA PENYAMBUTAN di Istana Kepresidenan – Istana Merdeka, Jakarta

10:00 WIB KUNJUNGAN KEHORMATAN KEPADA PRESIDEN RI di Istana Kepresidenan – Istana Merdeka, Jakarta

10:35 WIB PERTEMUAN DENGAN OTORITAS, MASYARAKAT SIPIL, DAN KORPS DIPLOMATIK di Aula Istana Kepresidenan Istana Negara

11:30 WIB PERTEMUAN PRIBADI DENGAN ANGGOTA SERIKAT YESUS di Nunsiatur Apostolik, Jakarta

16:30 WIB PERTEMUAN DENGAN PARA USKUP, IMAM, DIAKON, PELAKU HIDUP BAKTI, SEMINARIS DAN KATEKIS di Gereja Katedral Santa Maria Diangkat ke Surga

17:35 WIB PERTEMUAN DENGAN KAUM MUDA SCHOLAS OCCURRENTES di Graha Pemuda, Jakarta

Kamis, 5 September 2024 – JAKARTA

09:00 WIB PERTEMUAN LINTAS AGAMA di Masjid Istiqlal

10:15 WIB PERTEMUAN DENGAN PARA DISABILITAS di Kantor Konferensi Waligereja Indonesia, Jakarta

17:00 WIB MISA KUDUS di Stadion Gelora Bung Karno, Jakarta

Jumat, 6 September 2024 – JAKARTA – PORT MORESBY

09:15 WIB UPACARA PERPISAHAN di Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Jakarta

09:45 WIB Berangkat dengan pesawat dari Bandara Internasional Soekarno-Hatta Jakarta ke Port Moresby


Minggu, 25 Agustus 2024

Pastor Fransiscus Runtu Tekankan Pentingnya Membangun Dasar yang Kuat di Paroki BTDC GPI


Pastor Paroki Bunda Teresa dari Calcutta Griya Paniki Indah (GPI), Pst. Fransiscus Antonio Runtu Pr.,  menyoroti pentingnya membangun dasar yang kuat bagi paroki yang baru, sesuai dengan arahan statuta, dasar, dan rencana strategis (renstra) keuskupan yang berfokus pada basis dan keterikatan yang mendalam. Hal itu disampaikannya usai serah terima dan perkenalan sebagai Pastor Paroki Bunda Teresa Dari Calcutta GPI, Minggu (25/08/2024)

"Hanya satu yang saya ingat, tiga tahun lalu paroki ini adalah paroki yang baru. Keinginan uskup waktu itu adalah bagaimana paroki ini dapat dibangun dari dasar, dibentuk agar sesuai dengan gambaran statuta, arah dasar, dan renstra keuskupan," ujar Pastor Fransiscus.

Pastor Fransiscus juga menyampaikan apresiasinya kepada Pastor John, yang sebelumnya telah meletakkan fondasi penting bagi paroki ini. Ia mengajak seluruh umat untuk tidak terlalu terburu-buru memikirkan hal-hal yang besar, tetapi fokus pada pembangunan bersama. 

"Seperti kata Pastor John, jangan dulu berpikir yang hebat, tetapi mari bersama umat membangun," tambahnya.

Sebagai langkah awal dalam pelayanannya di Paroki Bunda Teresa, Pastor Fransiscus menekankan pentingnya perencanaan program kerja, penyusunan anggaran, dan peremajaan pengurus Dewan Pastoral Paroki (DPP). 

"Kita akan rancang program kerja dan anggaran mulai dari basis semuanya. Setelah itu, kita bicarakan peremajaan menurut tugas dan karya yang memang banyak untuk paroki ini agar semakin maju," jelas Pastor Frangki sapaan akrabnya.

Ia menegaskan bahwa kekuatan paroki ini terletak pada akarnya, yaitu ketua-ketua wilayah rohani dan ketua stasi yang dianggap sebagai "jenderal-jenderal di lapangan." Pastor Fransiscus juga menyatakan bahwa ia bersama DPP akan bekerja sebagai satu tim untuk mewujudkan visi dan misi paroki. Dengan semangat kolaboratif dan fokus pada penguatan basis komunitas, Pastor Angki berkomitmen untuk membawa Paroki Bunda Teresa dari Calcutta GPI menuju kemajuan yang lebih besar, sambil tetap menjaga fondasi yang telah dibangun oleh para pendahulunya.

Pastor juga mengungkapkan rasa terima kasihnya atas kepercayaan yang diberikan kepadanya untuk memimpin paroki ini.

Acara perkenalan dengan pastor paroki tersebut juga dihadiri Pst. Johanis J Montolalu Pr., pastor rekan Pst. Jan Silvianus Koraag Pr., Ketua Vikep Kevikepan Manado Pst. Damianus Pongoh Pr., pengurus DPP, Ketua-ketua Stasi, Ketua-ketua Wilayah Rohani, pengurus kelompok kategorial.(Roy)


Silahkan ikuti channel YouTube Komsosparokigpi


Sabtu, 24 Agustus 2024

Ada Rasa Bagitu di Serah Terima Pastor Paroki GPI, Pastor John Ingatkan Kualitas Waktu


Hari Minggu Biasa XXI, ternyata tidaklah menjadi hari minggu yang biasa-biasa saja bagi umat Paroki Bunda Teresa Dari Calcutta Griya Paniki Indah (GPI). Minggu 25 Agustus 2024 itu ternyata mencatat sejarah perjalanan istimewa bagi paroki yang tak lama lagi akan berusia 3 tahun ini dengan pergantian Pastor Paroki dari Pst. Johanis Josep Montolalu Pr., kepada Pst. Fransiscus Antonio Runtu Pr.

Uniknya dibalik penyambutan dan serah terima tersebut, umat dan pengurus Pastor Paroki Bunda Teresa Dari Calcutta GPI diliputi rasa penasaran karena terlalu cepat dan penasaran siapa pengganti Pastor John yang hanya selama 3 bulan 13 hari memimpin Paroki ini sebagai pelaksana tugas menggantikan Pastor Petrus Tinangon Pr., pada 12 Mei 2024 lalu.   

Nuansa yang unik itu digambarkan oleh Pastor Montolalu sebagai acara rupa-rupa. Karena sebelumnya dalam Warta Paroki Minggu (18/08/2024) dituliskan acara hari ini adalah penerimaan penyambutan Pastor Paroki definitif. Kemudian di ruang pertemuan tim kerja menuliskan di situ, penyambutan dan perkenalan. 

“Tadi MC bilang ini acara serah terima dan ujung-ujungnya acara ini rasanya acara rasa begitu. Mau dibilang serah terima dalam hitungan waktu 3 bulan 13 hari, mau dibilang penyambutan dan perkenalan harusnya nanti umat yang harus di situ. Tapi baiklah saya mengisi acara rasa begitu ini acara ini jadi memang begitu,” ujar Pastor John. 

Pastor John mengungkapkan alasannya, pertama karena hitungan waktu 3 bulan, 13 hari dari 12 Mei sampai 25 Agustus ada orang katakan panjang. Pastor John rasakan ini memang panjang karena menghitung dua periode dua Pastor Vikep Manado. 

“Tanggal 12 Mei, saya di sini dihadiri oleh Pastor Vikep Manado, Pastor Revi dan dalam hitungan 3 bulan 13 hari ke depan saya dilepas oleh Pastor Vikep yang baru Pastor Dami, seperti dua periode dari jabatan Pastor Vikep Manado jadi lama. Tapi 3 bulan 13 hari rasanya juga singkat karena apa? Tanggal 12 Mei yang lalu Pastor Alo (Jan Silvianus Koraag Pr.) sudah ada di sini dan hari ini saya mau pergi Pastor Alo masih di sini. Jadi dapa rasa singkat memang,” ujarnya.

Menurut Pst. John dalam konteks ini adalah karya pastoral memang tidak tergantung dari kuantitas waktu, tapi lebih banyak tergantung dari kualitas waktu.

“Bukan soal beberapa tahun, berapa bulan berapa hari, tetapi soal apa yang saya buat untuk mengisi waktu itu. Lama atau tidak lama, panjang atau singkat itu soal kualitas dan bukan soal kuantitas waktu. Karena itu acara rasa begitu ini memang juga menjadi acara penasaran. warta paroki minggu lalu memang dituliskan bukan serah terima, bukan pisah sambut, tetapi penyambutan pastor paroki definitif. maka bertanya-tanya siapa yang akan didefinitifkan,” ungkapnya.

Lanjut Pastor John, hari ini penasaran itu telah terjawab dengan penyambutan Pastor Fransiscus Runtu dan serah yang telah dilaksanakan. 

“Banyak terima kasih dan saya minta maaf untuk mereka semua yang telah penasaran selama 3 bulan 13 hari ini. Hari ini kita mesti tinggalkan yang namanya rasa begitu untuk beralih kepada acara yang memang begitu. Nah yang memang begitu adalah ini, kita mau sampaikan selamat datang kepada Pastor Angki Runtu,” ucap Pst. John.

Lebih lanjut Pst. John mengungkapkan penyambutan hingga perayaan ekaristi ini, kiranya pastor Angky menerima tanda semangat hormat yang diberikan oleh umat Paroki ini. 

“Tentu saja untuk pada waktunya bertumbuh dan berkembang bersama dengan umat di Paroki ini. Sekali lagi Pastor Angki selamat datang dan selamat berkarya di paroki ini. Jadi torang so beralih bukan lagi rasa begitu tapi memang begitu,” kunci Pst. John.

Serah terima Pastor Paroki ini dilaksanakan di akhir perayaan ekaristi yang dipimpin Pastor Vikep Kevikepan Manado Pst. Damianus Pongoh Pr yang juga dihadiri Pastor Rekan Pst. Jan Silvinus Koraag Pr, anggota DPP dan umat.(Roy)


Serah Terima Pastor Paroki, Umat BTDC GPI Diajak Menjadi Pengikut Yesus Sejati

 


Vikaris Episkopal (Vikep) Manado Pastor Damianus Pongoh Pr., pada Hari Minggu Biasa XXI di Paroki Bunda Teresa Dari Calcutta, Griya Paniki Indah (BTDC GPI) mengajak umat menjadi pengikut yang sejati dengan mengungkapkan dua macam pengikut Kristus. Pastor pada kesempatan itu melaksanakan serah terima Pastor Paroki dari Pelaksana Tugas Pst. Johanes Josep Montolalu Pr., kepada Pst. Fansiscus Antonio Runtu Pr, Minggu (25/08/2024). 

Dalam pembukaan Pastor Dami mengungkapkan sungguh suatu karunia berada di tempat kudus, rumah Tuhan dan umat akan menerima sajian rohani, roti kehidupan. “Maka perkumpulan ini adalah perkumpulan pesta penuh syukur kegembiraan. Tentunya Tuhan selalu menyiapkan pelayan-pelayan meja yang unggul pelayan-pelayan perjamuan yang membawa kehidupan kekal diberikan oleh Tuhan kepada gereja, kepada kita umat dan betapa penting peran para pelayan ini,” sebutnya.

Pastor Damianus mengungkapkan hari ini untuk merayakan peremajaan para pelayan atau rolling dan ini suatu kebijakan yang biasa. Pastor John mengakhiri pelayanan di sini dan datang pelayan baru dari Tomohon. Selamat datang Pastor Angky.

Dalam khotbahnya Pastor Dami mengangkat dua kalimat untuk menjadi permenungan bersama pada kesempatan yang membahagiakan ini. 

“Perkataan ini keras, siapakah yang sanggup mendengarkannya dan kalimat kedua adalah perkataanmu adalah perkataan hidup kekal,” tutur Pastor Dami mengutip dalam Injil Yohanes 6 : 60 - 69. 

Pastor Dami mengungkapkan dalam Injil Yohanes, kita membaca sebuah pertanyaan tajam yang diutarakan oleh pengikut Yesus. "Perkataan ini keras. Siapakah yang sanggup mendengarkannya? Pertanyaan ini muncul dari sebagian dari 5.000 orang yang telah menyaksikan mukjizat penyembuhan dan menerima makanan dari Yesus,” tutur Pastor. 

Lanjutnya, Yesus menyadari motivasi mereka dan menegur pengikut-Nya dengan mengatakan, "Kamu mencari Aku bukan karena melihat tanda-tanda, tetapi karena kamu sudah makan dan kenyang. Ia mengingatkan mereka untuk bekerja bukan hanya demi makanan yang binasa, melainkan untuk makanan yang bertahan sampai hidup kekal,” tukasnya.

Menurut Pastor Dami, bagi banyak orang, ajaran Yesus tampak sulit diterima. Mereka bertanya-tanya, bagaimana mungkin Ia dapat memberikan daging-Nya untuk dimakan.

“Akhirnya, mereka bertanya retoris. Siapakah yang sanggup mendengarkannya?" Pertanyaan ini seolah mencerminkan ketidakmampuan mereka menerima ajaran tersebut,” tandas Pastor.

Lanjutnya, berbeda dengan kelompok lainnya yaitu Simon Petrus dan beberapa Rasul tetap setia. Petrus, mewakili kedua belas Rasul, menegaskan iman mereka dengan berkata. "Tuhan, kepada siapa kami akan pergi? Perkataanmu adalah perkataan hidup kekal. Jawaban ini menunjukkan keyakinan mereka bahwa dalam Yesus ada hidup kekal dan mereka tidak ingin pergi ke tempat lain,” ungkap Pst. Dami.

Pastor Damianus mengungkapkan kita dihadapkan pada pilihan, menjadi seperti kelompok pertama yang hanya mencari kebutuhan jasmani, atau menjadi seperti kelompok kedua yang setia kepada Yesus meski sulit. Yesus mengajarkan bahwa kebutuhan jasmani penting, tetapi tidak boleh menjadi fokus utama. Sebaliknya, makanan rohani yang memberikan hidup kekal harus menjadi prioritas.

“Simon Petrus dan kedua belas Rasul mewakili pondasi gereja, dan kita semua, sebagai pengikut Yesus, dibangun di atas pondasi itu. Dalam bacaan lain, kita melihat komitmen serupa dari Yosua yang menegaskan, Aku dan seisi rumahku akan beribadah," sebut Pst. Dami

Vikep Kevikepan Manado itu mengungkapkan sebagai umat beriman, kita diajak untuk meneguhkan komitmen iman kita kepada Yesus sebagai sumber hidup kekal dan roti yang menghidupkan. Melalui ekaristi, Gereja, lewat para imam yang menyajikan santapan rohani yang membangun iman kita. 

“Mari kita berdoa agar komitmen kita semakin kokoh dan perjalanan hidup kita semakin terarah pada hidup kekal. Dengan semangat ini, mari kita menjadi pengikut Yesus yang sejati, yang tidak hanya mencari pemenuhan kebutuhan jasmani, tetapi juga membangun iman yang kuat dalam menuju hidup kekal,” pungkas Pst. Dami.(Roy)


Minggu, 18 Agustus 2024

Pastor John Montolau Ajak Umat Meneladani Kesederhanaan Santa Helena


Pastor Paroki Bunda Teresa Dari Calcutta GPI Pst. Johanis Josep Montolalu Pr., mengajak umat untuk meneladani kesederhanaan Santa Helena. Hal itu diungkapkannya saat perayaan pesta pelindung umat Wilayah Rohani Santa Helena, Minggu (18/08/2024). 

“Santa Helena adalah sosok yang lahir dari keluarga sederhana, putri dari seorang pengusaha penginapan yang kemudian menikah dengan seorang prajurit Romawi. Hidupnya awalnya tampak biasa, tetapi kemudian ia mengalami nasib yang tidak terlalu mujur ketika suaminya meninggalkannya demi ambisi politik untuk mendapatkan jabatan lebih tinggi dan menikah dengan wanita lain. Namun, kisah Helena tidak berakhir dengan kesedihan. Saat putranya, Konstantinus Agung, naik takhta sebagai kaisar, ia mengembalikan kehormatan ibunya. Bahkan mengabadikan namanya di mata uang koin sebagai simbol keabadian dan penghargaan yang bersinar,” papar Pastor John.

Lanjutnya Santa Helena menjalani hidupnya dengan penuh kesederhanaan dan penerimaan. Ketika ditinggalkan oleh suaminya, ia tidak berusaha mencari popularitas atau mengangkat namanya sendiri. Ia tetap menjalani hidupnya dengan tenang, tanpa ambisi yang berlebihan. Ketika putranya menjadi kaisar, Helena juga tidak mencari keuntungan pribadi. Kehormatan yang ia terima datang dari orang-orang di sekitarnya yang melihat ketulusan dan kekuatannya.

“Kisah Helena ini mengajarkan kita tentang pentingnya dukungan dan doa dalam hidup. Sama seperti Helena yang diharumkan oleh putranya dan didukung oleh orang-orang di sekitarnya, kita juga membutuhkan dukungan dari komunitas dan pengakuan akan kelemahan kita di hadapan Tuhan. Dalam konteks iman, kita tidak hanya mengandalkan diri sendiri, tetapi juga berdoa dan mencari perlindungan melalui Santo atau Santa pelindung yang dipercayakan kepada kita oleh Tuhan,” sebut Pastor John.

Menurutnya, kepemimpinan yang sejati, seperti yang ditunjukkan oleh Helena dan dicontohkan oleh ketua wilayah bapak Noldy Rondonuwu dalam komunitas, bukanlah tentang pengetahuan atau keterampilan yang mumpuni. Tetapi tentang ketulusan, kerendahan hati, dan kepercayaan pada dukungan dari pengurus-pengurus dan umat. Lanjutnya, kepemimpinan yang demikian menciptakan kekuatan kolektif yang mampu menjaga cahaya iman dan membawa komunitas menuju masa depan yang lebih baik.

Dalam setiap doa, kita memohon perlindungan dari Santa Helena, mengakui kelemahan dan keterbatasan kita sebagai manusia. Dengan pengakuan ini, kita menunjukkan iman yang mendalam dan kepercayaan kepada Allah yang memberikan kita perlindungan melalui para pelindung suci-Nya. 

“Satu keyakinan yang mendalam untuk kehidupan kita sebagai orang yang menyadari, kita butuh perlindungan maka dari itu kita hadirkan Santo-santa yang tentu atas nama Allah sendiri dijadikan oleh Allah untuk melindungi kita. Semua konteks perlindungan ini kita arahkan pada satu tujuan,” ungkap Pastor.

Menurutnya, pesta pelindung yang kita rayakan menjadi momen untuk memperbarui komitmen kita menjaga cahaya iman, sama seperti Helena menjaga kemuliaan namanya melalui doa dan dukungan dari orang-orang di sekitarnya.

Pesta pelindung Wilayah Rohani Santa Helena  tersebut juga dihadiri para ketua wilayah rohani, DPP dan umat setempat.(Roy)





Apa Keistimewaan dan Keunggulan Bunda Maria ?


Apa keistimewaan dan keunggulan Bunda Maria? Hal itu dikupas dan  diuraikan oleh Pastor Paroki Bunda Teresa Dari Calcutta Griya Paniki Indah (GPI) Pst. Johanis Josep Montolalu Pr., dalam khotbahnya pada perayaan ekaristi Hari Minggu Biasa XX, Minggu (18/08/2024).

Hari Minggu Biasa XX tanggal 18 Agustus 2024 umat Katolik di seluruh dunia memperingati Hari Raya Santa Perawan Maria Diangkat ke Surga, yang biasanya jatuh pada tanggal 15 Agustus. “Tahun ini, perayaan tersebut dipindahkan ke hari Minggu terdekat, sebuah langkah yang menimbulkan pertanyaan di kalangan umat. Mengapa Maria begitu istimewa? Apa keunggulan Bunda Maria, hingga gereja harus memutuskan untuk memindahkan perayaan ini, sementara perayaan lainnya tetap pada hari aslinya?” tutur Pastor John Montolalu.

Pastor mengungkapkan, keistimewaan Maria tak lepas dari perannya yang luar biasa dalam sejarah keselamatan umat manusia. Khotbah Pastor John mengupas beberapa alasan mengapa Santa Perawan Maria begitu dihormati dan diperingati secara khusus. 

“Kisah Maria, yang menerima kabar dari malaikat Gabriel bahwa ia akan mengandung dari Roh Kudus, menegaskan keunggulannya sebagai wanita yang diberkati di antara semua wanita, seperti yang diakui oleh Elisabet dalam Injil,” ungkap Montolalu.

Lanjutnya, Bunda Maria adalah figur yang dipilih oleh Tuhan bukan karena kehebatannya sebagai manusia, melainkan karena kerendahan hatinya dan kepercayaannya yang tak tergoyahkan. 

“Ketika ia berkata, jiwaku memuliakan Tuhan, hatiku bergembira karena Allah penyelamatku. Maria menunjukkan bahwa keunggulannya berasal dari Tuhan yang menjadikannya istimewa di mata-Nya,” sebut Pastor John.

Montolalu juga mengungkapkan, perayaan ini juga mengingatkan kita akan penderitaan dan kesulitan yang dialami Maria sepanjang hidupnya, mulai dari mengandung Yesus hingga menyaksikan penderitaan dan kematian-Nya di kayu salib. Namun, melalui semua itu, Maria tetap setia dan taat kepada kehendak Tuhan, yang akhirnya mengangkatnya ke surga dengan jiwa dan raganya.

Peringatan ini mengajak umat untuk meneladani iman dan keteguhan Maria. Khotbah tersebut mengajak kita untuk menyadari bahwa keunggulan dan keistimewaan bukanlah hasil usaha manusia semata, tetapi anugerah Tuhan yang diberikan kepada mereka yang rendah hati dan taat. 

“Dalam kehidupan sehari-hari, umat diajak untuk menatap surga, mengikuti jejak Maria, dan berusaha menjadi unggul dalam iman, meskipun harus melalui berbagai penderitaan. Hari Raya Santa Perawan Maria Diangkat ke Surga menjadi momen penting bagi umat Katolik untuk memperkuat iman, merenungkan teladan Maria, dan menerima undangan Yesus untuk ikut serta dalam kemuliaan yang kekal. Perayaan ini menegaskan bahwa di tengah segala tantangan hidup, ada harapan dan kemuliaan yang menanti bagi mereka yang setia mengikuti jalan Tuhan, seperti yang telah ditunjukkan oleh Bunda Maria,” pungkas Pastor John.(Roy)


Minggu, 11 Agustus 2024

Pembaruan Pengurus Kelompok Kategorial Paroki GPI Mulai Bergulir



Paroki Bunda Teresa Dari Calcutta Griya Paniki Indah (GPI) mulai melakukan pembaruan pengurus kelompok kategorial. Hal ini dilakukan karena kepengurusan periode 2021-20234 telah berakhir sejak Juni lalu.

Ancang-ancang pembaruan kepengurusan kelompok kategorial diawali sejak rapat koordinasi DPP Bidang Organisasi dan Kaderisasi dengan kelompok kategorial yang dipimpin Pastor Rekan Pst. Jan Silvianus Koraag, Pr., pada Jumat 2 Agustus 2024.

Dalam rapat tersebut Pastor Koraag mengisyaratkan agar pengurus kelompok kategorial yang berakhir masa kerjanya pada 2024 ini untuk segera melakukan pembaruan untuk kepengurusan periode 2024 - 2027. Kelompok kategorial yang pertama melaksanakan pembaruan yaitu Orang Muda Katolik (OMK) Unit Stasi Santo Petrus Mapanget Barat, Kamis 8 Agustus 2024.

Proses pembantuan dipandu oleh Pastor Rekan Pst Jan Silvianus Koraag Pr., yang dipercayakan Pastor Paroki Pst. Johanis J Montolalu Pr., bersama DPP Bidang Organisasi. Selanjutnya pembaruan juga dilakukan untuk pengurusan Putra Putri Altar (PPA) pusat paroki dan stasi-stasi pada Sabtu 10 Agustus 2024.

Pastor Koraag mengungkapkan pembaruan kepengurusan akan dilaksanakan untuk seluruh kelompok kategorial. Selanjutnya setelah terbentuk akan dilantik oleh Pastor Paroki.(Roy)


Sabtu, 10 Agustus 2024

Pastor John : Menebar Cinta dan Iman





Dalam perayaan syukur baptisan dan HUT pertama Hillary Teresa Viti Dolang putri pasangan keluarga Tian Christian Dolang dan Vhitarany Olivia Salmon di Wilayah Rohani Santo Athanasius, Sabtu 10 Agustus 2024, Pastor Johanis Josep Montolalu Pr., mengingatkan soal menebar cinta dan menebar iman.

Menebar cinta dan menebar iman tersebut dikupas Pastor John melalui bacaan hari itu, 2Korintus 9 : 6-10 dan Injil Yohanes 12 : 24- 26. 

“Paulus kepada umat di Korintus, Paulus berbicara tentang aktifitas menabur benih yang baik. Beberapa tahun lalu keluarga ini menebar cinta. Taburan cinta itu sudah berjalan dan sebagai mandat Allah sudah mendatangkan buah. Setelah setahun lalu Tuhan memberkati mereka berdua dalam pernikahan, saat ini mereka pasangan suami-istri menabur iman dengan satu kegiatan rohani, satu kegiatan sakramental dengan mempersembahkan anak mereka dibaptis menjadi anggota keluarga Allah,” ungkap Pastor John.

Lanjutnya, dengan satu harapan apa yang ditabur pada anak ini akan bertumbuh dan berkembang. Upaya pasangan suami istri ini untuk menabur cinta dan menabur iman yang malam ini kita satukan dalam perayaan syukur sebagai syukur dalam perjalanan hidup. 

“Untuk itu kita menambahkan satu lagi menabur pengharapan untuk masa depan. dengan harapan masa depan yang lebih baik bukan tidak mungkin. Paulus memberi keyakinan ini yaitu kamu senantiasa berkecukupan di dalam segala sesuatu, malah berkelebihan di dalam perbagai kebajikan. Sambil kita menabur pengharapan kita juga membangun keyakinan bahwa  Tuhan akan terus bersama kita,” sebut Pastor.(Roy)


Minggu, 04 Agustus 2024

Umat Paroki GPI Diajak Terus Menjadi Manusia Baru

 


Umat Paroki Bunda Teresa Dari Calcutta Griya Paniki Indah (GPI), diajak untuk terus menjadi manusia baru. Hal ini disampaikan Pastor Paroki Bunda Teresa Dari Calcutta GPI, Pst. Johanis Josep Montolalu Pr., dalam khotbahnya pada perayaan ekaristi Hari Minggu  Biasa XVIII, Minggu (04/08/2024).

Pastor John mengungkapkan, orang katolik sudah diwariskan pengakuan iman yaitu ekaristi sebagai puncak dan pusat kehidupan Kristiani. “Tubuh dan darah Tuhan itulah pusat dan puncak kehidupan kristiani kita. Hal itu ditegaskan Kristus dalam bacaan Injil hari ini Yohanes 6 : 24 - 35. Akulah roti kehidupan, siapa saja yang datang pada Ku, ia tidak akan pernah lapar lagi dan siapa saja yang percaya kepada Ku, ia tidak akan pernah haus lagi,” tutur Pastor John yang juga adalah Sekretaris Jenderal Keuskupan Manado. 

Menurutnya, ada berbagai hambatan kita tidak datang bersekutu ke gereja untuk merayakan ekaristi, apakah sakit, apakah karena usia. Tetapi oleh gereja membuka pelayanan komuni untuk orang tua, orang sakit di rumah.

“Ini untuk menjawab kebutuhan kerinduan sekaligus untuk melayani ekaristi sebagai pusat dan puncak kehidupan kristiani. Kepada umatnya di Efesus, Rasul Paulus berbicara tentang dua manusia. Manusia lama dan manusia baru. Manusia lama harus berani menjadi manusia baru. Kenakanlah manusia baru yang telah diciptakan menurut kehendak Allah. Manusia lama itu orang yang tidak mengenal Kristus, tidak percaya kepada Kristus, tidak mau mengikuti Kristus. Manusia baru adalah yang mengenal Tuhan, beriman kepada Tuhan, dan mengikuti Tuhan. Syukur kita berjumpa dalam suka cita dalam konteks ini,” sebut Montolalu. 

lanjutnya dalam Perjanjian Lama Kitab Keluaran disebutkan, orang-orang hidup dengan sia-sia. Menurutnya bangsa Israel sebagai bangsa pilihan, hidup menderita dalam perbudakan di Mesir bertahun-tahun, tetapi mereka mendapat kenikmatan tertentu yaitu mereka makan, minum yang diperlakukan secara tidak manusiawi. 

“Pikiran mereka yang penting boleh makan, yang penting boleh minum biarpun martabat dan harkat sebagai manusia diinjak-injak oleh Firaun. Pada waktu Tuhan mengeluarkan mereka dari Mesir, mau kembalikan harkat dan martabat mereka sebagai manusia, tetapi di tengah jalan apa yang terjadi, mereka jatuh dalam nostalgia yang sia-sia. Tidak mampu mengenal, tidak mampu memahami perjalanan yang sementara mereka lalui ini adalah perjalanan yang menuntun mereka pada pembebasan untuk mengembalikan harkat martabat mereka. Lebih baik tetap di mesir diperbudak Firaun yang penting masih boleh makan dan minum,” jelas Montolalu.

Menurut Pastor John bahwa, Paulus mengatakan inilah cara hidup yang sia-sia karena hanya memikirkan perut kenyang hari ini dan tidak memikirkan harkat dan martabatnya. “Tuhan masih bersabar dengan nostalgia kesia-siaan mereka dengan menurunkan manna yaitu roti dari surga dan mereka makan sampai kenyang. Dorongan manusia lama masih kuat pada mereka sehingga pikiran, perasaan perilaku hanya sampai pada perut ini kenyang. Mereka tidak berpikir manna yang mereka makan itu diberikan Tuhan dari surga untuk menguatkan imman mereka,” tukas Pastor John. 

Paulus sendiri menurut Pastor John, telah menjalani manusia lama dan meninggalkan manusia lama kemudian beralih menjadi manusia baru. 

“Dari tidak mengenal Yesus, tidak percaya Yesus, kemudian mengenal, mengimani dan mengikuti Yesus. Dengan menjadi manusia baru, Paulus menjadi pewarta Kristus dengan setia. Ekaristi yang kita rayakan, Tuhan mengundang kita menjadi manusia baru. Kita perlu menerima tubuh Kristus sebagai manusia baru dengan pengakuan iman bahwa roti dan anggur yang kita makan dan minum adalah tubuh dan darah Kristus untuk kelangsungan kehidupan kita,” sebutnya.(Roy)