Rabu, 09 Agustus 2023

SANTO LAURENSIUS, MARTIR

 10 Agustus


Santo Laurensius adalah salah satu dari ketujuh diakon agung yang bekerja membantu Sri Paus di Roma. Oleh Paus Sixtus II (257-258), Laurensius ditugaskan mengurus harta kekayaan Gereja dan membagi-bagikan derma kepada para fakir miskin di seluruh kota Roma. 

Ketika Sri Paus Sixtus II ditangkap oleh serdadu-serdadu Romawi, Laurensius bertekad menemani dia sampai kematiannya. Kepada Paus, ia berkata, "Aku akan menyertaimu kemana saja engkau pergi. Tidaklah pantas seorang imam agung Kristus pergi tanpa didampingi diakonnya." 

Paus Sixtus yang terharu berkata kepada Laurensius, "Janganlah sedih dan menangis, anakku! Aku tidak sendirian. Kristus menyertai aku. Engkau, tiga hari lagi, engkau akan mengikuti aku ke dalam kemuliaan surgawi". Kata-kata Sixtus itu ternyata benar-benar terjadi. Penguasa Romawi yang tahu bahwa Gereja mempunyai sejumlah besar kekayaan, kemudian membawa Laurensius.

Laurensius dibujuk agar secepatnya menyerahkan semua kekayaan Gereja itu kepada penguasa Romawi. Laurensius dengan tenang menjawab: "Baiklah, tuan! Dalam waktu tiga hari akan kuserahkan semua kekayaan ini kepadamu". 

Ia kemudian mengumpulkan orang-orang miskin dan membagi-bagikan kekayaan Gereja kepada mereka. Orang-orang miskin itu dibawanya menuju tempat penguasa Romawi. "Tuanku, inilah harta kekayaan Gereja yang saya jaga. Terimalah dan periharalah mereka dengan sebaik-baiknya."

Tindakan ini dianggap sebagai suatu olokan dan penghinaan terhadap penguasa Romawi. Laurensius kemudian ditangkap dan dipanggang hidup-hidup di atas terali besi yang panas membara. Namun Laurensius tidak gentar sedikitpun menghadapi hukuman ini.

Ketika separuh badannya hangus terbakar, ia meminta supaya badannya dibalik sehingga seluruhnya bisa hangus terbakar. "Sebelah bawah sudah hangus, baliklah badanku agar seluruhnya hangus!" katanya kepada para algojo yang menyiksanya. Laurensius wafat di atas pemanggangan yang membara itu sebagai sekorang ksatria Kristus.

Orang-orang yang berdoa dengan perantaraan Laurensius terkabul doanya. "Karunia-karunia kecil diberikan kepada orang-orang yang berdoa dengan perantaraan Laurensius supaya mereka terdorong untuk memohon karunia yang lebih besar, yaitu cinta kasih kepada sesama dan kesetiaan kepada Kristus" demikian kata Santo Agustinus dalam tulisannya.


Selasa, 08 Agustus 2023

SANTO OSWALDUS, MARTIR

 9 Agustus


Santo Oswaldus adalah putera raja Northumbria yang mengungsi ke biara Hay setelah ayahnya gugur dalam suatu pemberontakan. Oswaldus dibaptis dan beberapa waktu kemudian ia berhasil merebut kembali kerajaan, bahkan memperluasnya.

Oswaldus kemudian minta bantuan Santo Aidan untuk menyebar luaskan agama kristen di kerajaannya. Mereka kemudian mendirikan biara. Oswaldus kemudian gugur dalam suatu serangan dari seorang raja kafir. Oswaldus kemudian digantikan oleh saudaranya yaitu Santo Oswin sebagai raja dan misionaris. Akan tetapi ia pun kemudian dibunuh oleh Raja Osway.


Senin, 07 Agustus 2023

SANTO DOMINIKUS

8 Agustus


Dominikus lahir pada tahun 1170 di Calaruega, Spanyol. Orangtuanya, Don Felix de Guzman dan Joana dari Aza dikenal sebagai bangsawan Kristen yang saleh dan taat agama. Joana ibunya kemudian dinyatakan Gereja sebagai 'beata'; kakaknya, Mannes dan Antonio mencurahkan hidupnya bagi Tuhan dan Gereja sebagai imam; dua orang keponakannya menjadi imam dalam ordo religius yang didirikannya, Ordo Dominikan. Mannes dikemudian hari digelari 'beato' karena kesucian hidupnya dan pengabdiannya yang tulus kepada Tuhan dan Gereja. 

Masa kecil dan muda Dominikus ditandai dengan kesucian dan semangat belajar yang tinggi. Dominikus masuk biara pada usia 24 tahun di Osma dan tak lama kemudian ditabhiskan menjadi imam. Karier imamatnya dimulai di Osma didukung oleh doa kontemplatif yang sungguh mendalam dan melahirkan cinta yang tulus kepada umatnya. Karya apostoliknya dimulai sejak tahun 1203 ketika menentang dan  melawan aliran bidaah Albigensianisme yang melancarkan serangan terhadap kebenaran iman Gereja. 

Tahun 1214 Dominikus kemudian mendirikan sebuah tarekat religius yang lebih memusatkan perhatian pada soal Pewartaan Sabda. Ordo religius Dominikus ini lazim dikenal dengan nama 'Ordo Praedicatorum' atau 'Ordo para Pengkhotbah'. Dominikus menggabungkan corak hidup kontemplatif dengan kehidupan aktif: mewartakan Injil di luar biara, kerja tangan untuk memenuhi kebutuhan hidup, belajar dan lain-lain. Dominikus bersama rekan-rekannya sepakat memilih aturan hidup Santo Agustinus dan menyusun konstitusi ordo mereka.

Dominikus kemudian mendampingi dan memberi semangat kepada para pengkhotbah utusan Paus yang mulai putus asa dalam mengemban tugas memberantas pengaruh ajaran aliran sesat Albigensianisme. Mereka dinasehati agar meniru teladan para Rasul dalam pewartaan Injil; memasuki pelosok-pelosok dengan berjalan kaki tanpa membawa uang dan makanan, dan bergaul rapat dengan rakyat yang sudah sesat. 

Suatu pengalaman mistik, ketika berdoa di Basilik Santo Petrus di Roma, Dominikus mengalami penglihatan didatangi Santo Petrus dan Paulus. Petrus menyerahkan kepadanya sebuah kunci, dan Paulus memberinya sebuah buku. Kepadanya Petrus dan Paulus berkata: "Pergilah dan wartakanlah Injil, karena engkau telah ditentukan Allah untuk misi pelayanan itu". Kecuali itu, dalam penglihatan itu pun Dominikus menyaksikan para imamnya mewartakan Injil ke seluruh dunia.

Dominikus meninggal dunia di Bologna pada tanggal 6 Agustus 1221 setelah menderita sakit keras. Sebelum meninggal ia berpesan: "Tetaplah teguh dalam cinta kasih dan kerendahan hati, dan jangan tinggalkan kemiskinan!"


Minggu, 06 Agustus 2023

Pastor Tinangon: Ada Talenta yang Harus Dikubur dan Tidak Perlu Dikembangkan

 

Pastor Petrus Tinangon PR.

Ternyata tidak semua talenta harus dikembangkan. Hal ini diungkapkan Pastor Paroki Bunda Teresa Dari Calcutta Griya Paniki Indah (GPI), Petrus Tinangon PR, dalam misa syukur di Wilayah Rohani Santo Valentinus, Sabtu (05/08/2023).

Dalam misa itu Pastor Tinangon saat membacakan Injil Mathius 25:14-30 yaitu “Perumpamaan tentang talenta.” Pastor Petrus kemudian megawali kotbahnya dengan dua kenyataan dalam hidup terkait bacaan kitab suci itu. “Ada orang bilang saya tidak bisa apa-apa, atau, wah saya ini betul-betul tidak punya waktu. Camkan baik-baik, anda bisa berbuat sesuatu. Anda mempunyai waktu. Masalahnya anda tidak memanfaatkannya. Anda menguburkannya ke dalam tanah, lalu anda menyalahkan Tuhan. Seolah-olah Tuhan memberikan terlampau sedikit kepada anda,” ungkap Tinangon.

Lanjutnya, di satu gereja mungkin saja ada ibu-ibu yang memang tidak mendapat talenta untuk menjadi anggota DPP atau menjadi pengurus ini atau itu. “Tapi yang mereka lakukan adalah dengan rajin, tekun dan sabar mengajak, mengundang, mengantar tetangga tetangga mereka ke Misa Hari Minggu atau ikut ibadah dan sebagainya. Betapa Tuhan menghargai apa yang mereka lakukan itu,” paparnya.

Pastor Petrus mengungkapkan talenta itu harus dikembangkan, tetapi ada juga talenta yang lebih baik dikubur. “Talenta itu harus dikembangkan namun, demikian toh ada juga talenta yang bila diberikan kepada anda, lebih baik anda kubur, lebih baik tidak anda kembangkan. Anda tau talenta apa itu? Talenta satu satunya itu adalah menjadi tukang kritik. Langkah yang paling tepat yang anda dapat lakukan adalah segera kubur talenta anda itu. Sebab talenta mengkritik tanpa disertai talenta lain tak ada gunanya. Bila anda cuma bisa mengkritik anda hanya akan merusak,” tukas Tinangon.

Menurutnya, ada orang-orang yang mempunyai talenta dan bakat seperti itu. Amat ahli melihat kesalahan orang lain, amat tepat melihat kelemahan orang lain, kecererangannya adalah mencari cari kekurangan orang lain. “Ini memang bakat yang istimewa, tapi tidak layak dikembangkan. Bukan karena mengkritik itu tidak boleh dan tidak baik. Bukan berarti bahwa kita semua hanya menjadi yes men atau membeo atau membebek. Sama sekali tidak. Menjadi yes men, tidak baik, tetapi menjadi no men juga sama jahatnya. Kita harus mengatakan yang benar itu benar dan yang salah itu salah, tapi jangan hanya mencelah, jangan hanya mengkritik saja,” tandas Pastor Petrus.

Tinangon mengungkapkan, mereka yang mempunyai hak untuk mengkritik hanyalah orang orang yang mempunyai hati yang ingin membantu, bukan kritik asal kritik, bukan kritik untuk kritik tetapi kritik untuk membangun.

“Bagaimana kita tahu bahwa kritik itu membangun atau merusak? Ada sebuah nasihat yang mengatakan demikian. Bila ketika anda mengkritik, hati anda menjadi pedih, baik lakukanlah itu. Tetapi bila saat anda mengkritik hati anda malah menjadi senang walaupun sedikit puas, lega, bangga, merasa jago. Stop! Lebih baik anda diam oleh karena itu berarti anda mengkritik bukanlah untuk kebaikan orang lain, tetapi untuk kepuasan diri sendiri,” tukasnya.

Hal lain yang dapat kita pelajari dari perumpamaan itu menurut Pastor adalah ini ketika orang yang diberi lima dan dua talenta itu berhasil melipat gandakan talenta-talenta mereka ternyata Tuhan itu dia berkata. “Wah hebat sekali kalian marilah sekarang kita pesta dan bikin upacara. Aku akan menyampaikan piagam penghargaan atau lencana. Tuhan itu berkata baik sekali perbuatanmu itu hai hambaku yang baik dan setia engkau telah setia dalam perkara kecil, aku akan memberikan kepadamu tanggung jawab dalam perkara yang besar, masuklah dan turutlah dalam kebahagiaan Tuhanmu. Aku akan memberikan kepadamu tanggung jawab dalam perkara yang besar,” ungkapnya.

Menurut Tinangon, tidak ada waktu untuk berhenti, tidak ada kesempatan untuk berhenti, tidak ada cuti untuk orang yang melayani. “Anda tidak dapat berkata, saya sudah 2 tahun atau 4 tahun atau 10 tahun atau 25 tahun atau 50 tahun melayani. Sudah cukup? Tidak. Lima talenta sudah menjadi 10 talenta. Sekarang yang 10 talenta harus menjadi 20 talenta dan yang 20 harus menjadi 40 talenta. Begitu seterusnya. Orang bisa pensiun sebagai anggota DPP. Tapi tidak ada pensiun dalam melayani. Orang bisa berhenti menjadi ketua, tapi tidak ada istilah berhenti dalam melayani. Orang bisa minta cuti sekian lama bertugas, tapi tidak ada cuti dalam pelayanan. Aku akan memberikan kepada mu tanggung jawab dalam hal perkara yang besar. Tidak ada waktu untuk berhenti, tidak ada kesempatan untuk berhenti, tidak ada cuti untuk orang yang melayani,” sebutnya.

Ditambahkan Pastor Tinangon, Tuhan akan jauh lebih senang ketika kita telah berusaha sedapat-dapatnya mengembangkan talenta yang ada pada kita walaupun kecil. “Tuhan pasti akan berkata bukan hasil yang terpenting bagiku paling sedikit engkau telah berupaya sedapat-dapatnya. Rugi atau risiko wajar dalam berusaha. Saudara sekalian, berapa talenta yang Allah berikan kepada anda? 5, 3, 2, 1? Tapi jangan katakan 0,” pungkasnya.

Menurutnya, pertanyaan yang kedua adalah apakan talenta-talenta itu telah anda manfaatkan seoptimal mungkin untuk kemuliaan Tuhan dan berkat bagi sesama atau hanya terkubur dalam dalam tanah?(Roy)

17 Wilayah Paroki BTDC Rohani Berlomba Membaca Kitab Suci

 


Sebanyak 17 Wilayah Rohani di Paroki Bunda Teresa Dari Calcutta Griya Paniki Indah (BTDC-GPI) mengikuti lomba membaca kitab suci, Minggu (06/08/2023). Lomba ini masih dalam rangkaian pesta pelindung Paroki Bunda Teresa Dari Calcutta GPI.

Sebanyak 17 lektor yang diutus masing-masing wilayah rohani tersebut membacakan kitab suci dengan mengenakan pakaian alba. Dua juri yang melakukan penilaian yaitu Frater Dirros Pugon dan Frater Yanto Christoforus Kansil.

Menurut Frater Yanto, penilaian untuk lomba membaca kitab suci yaitu pelafalan, intonasi, pemenggalan kalimat, penguasaan situasi dan sikap liturgis. Lanjutnya tiap bacaan memiliki karakter berbeda-beda. “Secara umum sudah baik, tetapi ada beberapa yang keliru memenggal kalimat, tanda baca dan tidak menyesuaikan situasi,” tutur Frater Yanto.

Hal yang sama diungkapkan Frater Dirros yang juga berterima kasih kepada pada peserta yang sudah mengikuti lomba ini. “Lomba ini untuk memotivasi dan meningkatkan kemampuan dalam pelayanan liturgi,” ungkap Frater Dirros.   

Hasil dari lomba tersebut yaitu:

Juara 1 Wilayah Rohani Yohanes Maria Vianney 83,83

Juara 2 Wilayah Rohani MRPD 83,66

Juara 3 Wilayah Rohani Valentinus 83,33

Juara 4 Wilayah Rohani Angela Merici 83,16

Juara 5 Wilayah Rohani Ambrosius 82,00. (Roy)

Kamis, 03 Agustus 2023

SANTO YOHANES MARIA VIANNEY

 4 Agustus

Santo Yohanes Maria Vianney lahir di Dardilly, wilayah Perancis Selatan, pada 8 Mei  1786 dari pasangan Mathieu Vianney dan Marie Beluse, sebuah keluarga sederhana di pedesaan.

Kata pertama yang keluar dari bibirnya saat masih bayi, adalah “Yesus” dan “Maria”. Yohanes Maria Vianney sangat terinspirasi oleh kepedulian kedua orangtuanya kepada para miskin papa, padahal secara materi mereka sendiri bukan keluarga kaya. Rumah mereka selalu terbuka untuk orang miskin yang membutuhkan makanan dan pertolongan lainnya. Ia pergi menjumpai  orang-orang sederhana di jalan dan membawa pulang baju mereka yang sobek, untuk diperbaiki oleh ibunya di rumah. Kendati baru bisa membaca pada usia 18 tahun, tetapi ia bercita-cita menjadi imam.

Ketika Revolusi Perancis merebak, gereja-gereja ditutup, Ia mengumpulkan anak-anak di desanya dan mengajar mereka tentang Kitab Suci dengan cara yang sederhana. 

Akhirnya setelah direstui ayahnya, Yohanes  di usia 19 tahun, masuk seminari. Pendidikannya sempat tertunda karena kewajiban masuk militer yang berlaku di Prancis pada masa itu. Baru pada tahun 1812, ia melanjutkan lagi studinya.

Mulanya ia dianggap remeh karena kelambanannya dan kebodohannya. Pemimpin seminari sangat meragukan dia, namun mereka tidak bisa mengeluarkan dia karena kehidupan rohaninya sangat baik. Akhirnya Yohanes pun dianggap layak dan ditabhiskan menjadi imam pada tahun 1815.

Namun setelah ditabhiskan menjadi imam, ia tidak diperkenankan uskup melayani sakramen pengakuan dosa karena dianggap tidak mampu memberi bimbingan rohani. Ia kemudian ditempatkan di paroki Ars, sebuah paroki yang terpencil dan tak terurus. Pada 8 Februari 1818, Yohanes mulai menyadari karyanya di Paroki Ars. Di satu pihak ia sungguh menyadari kemampuannya tidak seberapa dibanding dengan beratnya tugas mengembalakan umat Allah. Ia pun sadar bahwa Allah melalui Roh Kudus-Nya-lah pelaku utama karya besar itu. Hal itu mendorongnya untuk senantiasa mempersembahkan karyanya kepada Tuhan.

Di paroki kecil itu Yohanes Maria Vianney menjadikan desa Ars sebuah tempat ziarah bagi umat di segala penjuru. Pastor Ars yang saleh ini dikarunia karisma mengetahui berbagai hal sebelum terjadi. Maut menjemputnya pada tanggal 3 Agustus 1859. Pada tahun 1925, ia dinyatakan sebagai 'santo' oleh Paus Pius XI (1922-1939) dan diangkat sebagai pelindung surgawi bagi 'para pastor paroki'.


Minggu, 30 Juli 2023

Lomba Doa Tingkat Sekami Warnai Perayaan Pesta Pelindung Paroki BTDC

 


Rangkaian perayaan pesta pelindung Paroki Bunda Teresa Dari Calcutta Griya Paniki Indah (BTDC-GPI) dilanjutkan dengan lomba doa tingkat Sekami, Minggu (30/07/2023).

Lomba doa tingkat Sekami terdiri dari dua kategori yaitu lomba pelafalan doa Bapa Kami, Salam Maria dan Kemuliaan untuk umur 5 hingga 7  tahun. Serta lomba membaca Doa Misioner Sekami untuk umur 8 hingga 11 tahun.

Seluruh wilayah rohani yaitu sebanyak 17 mengikutsertakan perwakilannya. Juri lomba doa tingkat Sekami ini yaitu Pastor Paroki Pst. Petrus Tinangon PR dan Frater Dirros Pugon PR. Frater Dirros Pugon mengungkapkan melalui lomba ini dapat dilihat sampai dimana tingkat penerimaan dan pembawaan doa dari anak-anak Sekami. “Ada beberapa poin dalam penilaian diantaranya, sikap membaca doa, diawali dengan tanda salib, cara berdoa, cara membaca doa,” papar Frater Dirros.

Sementara Pastor Petrus Tinangon mengungkapkan cara berdoa perlu diajarkan pada anak-anak sejak dinih. Untuk itu peran orang tua, pembina Sekami dan pengurus-pengurus wilayah rohani sangat dibutuhkan.



Kategori lomba pelafalan doa Bapa Kami, Salam Maria dan Kemuliaan untuk umur 5 hingga 7  tahun:

Juara 1 dari Wilayah Rohani Maria Ratu Rosari

Juara 2 dari Wilayah Rohani Santo Mikael

Juara 3 dari Wilayah Rohani Santa Ursula

Juara 4 dari Wilayah Rohani Santo Valentinus

Juara 5 dari Wilayah Rohani Santo Fidelis dari Sigmaringen

Juara 6 dari Wilayah Rohani Santa Lidwina

Kategori lomba membaca Doa Misioner Sekami untuk umur 8 hingga 11 tahun :

Juara 1 dari Wilayah Rohani Maria Ratu Rosari

Juara 2 dari Wilayah Rohani Santo Perpetua

Juara 3 dari Wilayah Rohani Santa Angela Merici

Juara 4 dari Wilayah Rohani Santo Ambrosius

Juara 5 dari Wilayah Rohani Santa Elisabeth

Juara 6 dari Wilayah Rohani Santa Fidelis dari Sigmaringen.

Selasa, 25 Juli 2023

SANTA ANNA DAN SANTO YOAKIM (ORANG TUA SANTA PERAWAN MARIA)

 26 Juli



Anna dan Yoakim adalah orangtua kandung Santa Perawan Maria, Bunda Yesus, Putera Allah. Keduanya adalah keturunan raja Daud yang setia menjalankan kewajiban agamanya serta dengan ikhlas mengasihi dan mengabdi Allah dan sesamanya. 

Dikisahkan dalam buku-buku umat Kristen abad ke-2, Anna sejak perkawinannya dengan Yoakim, tak henti-hentinya mengharapkan karunia Tuhan berupa seorang anak. Anna menganggap keadaan dirinya yang tak dapat menghasilkan keturunan itu sebagai hukuman bahkan kutukan Allah atas dirinya, sebagaimana anggapan umum masyarakat Yahudi pada waktu itu.

Tanpa putus asa Anna berdoa kepada Allah agar kenyataan pahit itu ditarik dari padanya. Setiap tahun, Anna bersama Yoakim suaminya berziarah ke Bait Allah Yerusalem untuk berdoa. Ia berjanji, kalau Tuhan menganugerahkan anak kepadanya, maka akan dipersembahkan kembali kepada Tuhan.

Suatu hari malaikat Tuhan mengunjungi Anna yang sudah lanjut usia itu membawa warta gembira. "Tuhan berkenan mendengarkan doa ibu! Ibu akan melahirkan seorang anak perempuan, yang akan membawa suka cita besar bagi seluruh dunia!" Anna dengan sukacita menceritakan warta malaikat Tuhan itu kepada Yoakim. Setelah genap waktunya, lahirlah seorang anak wanita yang manis.

Bayi ini diberi nama Maryam, yang kelak akan memperkandungkan Putera Allah, Yesus Kristus, Juru Selamat dunia. Bagi Anna, Maryam lebih merupakan buah rahmat Allah daripada buah koderat manusia. Kelahiran Maryam menyucikan kehidupannya dan kehidupan keluarganya.

Santa Anna dihormati sebagai pelindung kaum ibu, khususnya yang sedang hamil dan sibuk mengurus keluarganya. Nama Yoakim dan Anna sungguh sesuai dengan maksud pilihan Allah. Yoakim berarti "Persiapan bagi Tuhan", sedangkan Anna berarti "Rahmat atau Karunia".


Selasa, 18 Juli 2023

Berjalan Bersama 17 Bunda Teresa Awali Kegiatan Pesta Pelindung Paroki BTDC GPI


 Rangkaian kegiatan dalam rangka pesta pelindung Paroki Bunda Teresa Dari Calcutta Griya Paniki Indah (BTDC GPI) dibuka oleh Pastor Paroki, Pst. Petrus Tinangon PR, Rabu (19/07/2023). Rangkaian kegiatan pesta pelindung diawali dengan Berjalan Bersama Bunda Teresa.

Sebelum pembukaan rangkaian kegiatan, umat mengikuti misa pagi, kemudian dilanjutkan  dengan acara pembukaan. Dimana juara umum lomba dalam rangka pesta pelindung 2022 yaitu Wilayah Rohani Santo Thomas Becket menyerahkan piala bergilir kepada Pastor Paroki. Selanjutnya Pastor Paroki menyerahkan piala bergilir tersebut kepada Ketua Panitia, Denny Surentu.





“Dalam setiap pertandingan atau lomba ujungnya adalah prestasi yang dicari dan menjadi tujuan. Tetapi sebenarnya bukan prestasi yang membanggakan tetapi tujuan dari kegiatan ini adalah kebersamaan dan persatuan yang utama,” tutur Pastor Tinangon.

Sebanyak 17 wilayah rohani ikut dalam lomba Berjalan bersama Bunda Teresa yang menghadirkan masing-masing Bunda Teresa hidup. “Ada dua penilaian dalam lomba ini, yaitu aksi umat dan Bunda Teresa,” tutur Frater Dirros Pugon PR.



Saat berjalan bersama Bunda Teresa, umat wilayah rohani melaksanakan aksi nyata, selain menyanyi dan berdoa, juga mengankat sampah sepanjang jalan yang di lalui. Selain itu ada juga wilayah rohani yang membagikan bunga, makanan, minuman  kepada warga di jalan yang dilalui. Setelah kembali ke gereja, penilaian terhadap Bunda Teresa hidup pun dilakukan meliputi, kehidupan, spiritualitas Bunda Teresa dan terkait Gereja Paroki Bunda Teresa Dari Calcutta GPI. Sebagai juara 1 dalam lomba tersebut yaitu Wilayah Rohani Santo Thomas Becket, Juara 2 Wilayah Rohani Santo Fidelis Sigmaringen dan Juara 3 Wilayah Rohani Maria Ratu Pencinta Damai (MRPD).(Roy)