Kamis, 05 Oktober 2023

Pastor Alo Koraag Kunjungi Umat Wilayah Santo Ursula

 


 

BTDC GPI - Pastor rekan Paroki Bunda Teresa Dari Calcutta Griya Paniki Indah (BTDC GPI) Pst Yan Silvianus (Alo) Koraag Pr memimpin misa dan berdoa Rosario Misioner dengan umat Wilayah Rohani Sta Ursula, Kamis (05/10/2023) di rumah keluarga Lumenta Musaling.  

Pada kesempatan itu doa Rosario misioner mendoakan peristiwa terang. Usai misa dan doa rosario Pastor Alo melajutkan  dialog dengan umat diawali dengan perkenalan sebagai pastor rekan selama tiga tahun. Kemudian dilanjutkan dengan mengecek status masing-masing umat.

“Kepala Pastor Paroki tetap Pastor Petrus Tinangon, saya hanya pastor rekan dan tetap tunduk pada pastor paroki,” tutur Pastor Alo.

Pastor Alo juga mengingatkan soal pemekaran wilayah yang merupakan program paroki. “Idealnya satu wilayah rohani sekitar 20 keluarga. Bahkan di tempat lain ada wilayah rohani atau stasi hanya delapan keluarga saja,” jelas Pastor Alo.(Roy)

Rabu, 04 Oktober 2023

Pst Alo Koraag dan Pst Petrus Tinangon Berkati Keluarga Mandey Dumais



BTDC GPI - Pastor Paroki Bunda Teresa Dari Calcutta Griya Paniki Indah (BTDC GPI) Pst Petrus Tinangon Pr dan pastor rekan Pst Yan Silvianus (Alo) Koraag Pr mendoakan dan memberkati Keluarga Mandey Dumais yang merayakan syukuran HUT pernikahan pada Rabu (04/10/2023) di Wilayah Rohani Maria Ratu Rosari.

Syukuran HUT ke 21 pernikahan itu dilaksanakan melalui misa syukur yang dipimpin Pst Alo Koraag dan doa Rosario peristiwa mulia. Untuk doa Rosario peristiwa mulai didoakan bagi bangsa dan negara Indonesia, doa untuk saudara-saudari kita yang meghadapi penderitaan, doa untuk suadara-saudari kita yang diliputi ketakutan dan kecemasan, doa untuk para korban kekerasan dan doa untuk keluarga Mandey Dumais.

Pada kesempatan itu Pst Petrus Tinangon dan Pst Alo Koraag mendoakan dan memberkati secara khusus keluarga tersebut.(Roy)   

Selasa, 03 Oktober 2023

Santo Fransiskus dari Assisi

 

4 Oktober



Pada tanggal 4 Oktober, kita merayakan Santo Fransiskus dari Asisi, seorang santo yang luar biasa. Ia adalah pendiri Ordo Fransiskan yang hingga kini terus berkembang.

Fransiskus lahir di Assisi, Italia, pada tahun 1181, sebagai putra seorang pedagang kaya bernama Pietro Bernardone. Awalnya, Fransiskus lebih suka bersenang-senang daripada belajar. Namun, perubahan besar dalam hidupnya terjadi saat ia dipenjara setelah berpartisipasi dalam perang. Selama masa penahanan itu, ia mendekatkan diri kepada Tuhan.

Setelah dibebaskan, Fransiskus menjalani hidup sederhana dan melayani orang miskin. Ia mendirikan Ordo Fransiskan, yang mengikuti prinsip kesederhanaan dan kemiskinan, serta menganggap semua makhluk sebagai saudara.

Fransiskus dikenal karena kasihnya terhadap alam dan binatang. Ia memiliki kemampuan untuk berbicara dengan binatang dan sering kali berbicara kepada mereka. Salah satu kisah terkenal adalah ketika ia menjinakkan serigala yang menakutkan penduduk kota Gubbio.

Pada tahun 1224, Fransiskus saat Fransiskus sedang meditasi menerima stigmata, tanda-tanda luka yang sama dengan luka-luka Yesus Kristus pada tubuhnya. Ia menjalani sisa hidupnya dalam kerendahan hati.

Santo Fransiskus meninggal pada tanggal 3 Oktober 1226 dalam usianya yang ke empat puluh lima tahun. Pengikut-pengikutnya meneruskan karyanya dalam semangat kerendahan hati dan cinta kasih, mengikuti teladan seorang pengikut Kristus yang sejati.

Tugas Sebagai Pastor Rekan, Pst Alo Koraag Mulai Kunjungi Umat

 

Pastor Yan Silvianus Koraag Pr bersama umat Wilayah Rohani St Thomas Becket.

 

 

BTDC GPI - Sejak Minggu (01/10/2023) Paroki Bunda Teresa Dari Calcutta Griya Paniki Indah (BTDC – GPI) ketambahan seorang pastor rekan sesuai surat keputusan Uskup Manado Mgr. Benedictus Estephanus Rolly Untu MSC.

Uskup Manado Mgr. Benedictus Estephanus Rolly Untu MSC telah menugaskan dan menempatkan Pastor Yan Silvianus Koraag Pr, atau lebih akrab disapa Pastor Alo, sebagai pastor rekan di Paroki Bunda Teresa Dari Calcutta GPI. Surat keputusan Uskup Manado itu telah dibacakan Pastor Paroki Bunda Teresa Dari Calcutta GPI, Pst Petrus Tinangon Pr dalam misa Minggu (01/10/2023).

Pastor Alo yang berusia 57 tahun pada 2 Oktober 2023 itu langsung melaksanakan tugasnya dengan mengunjungi umat wilayah rohani dan mengambil kesempatan awal pada ibadah rosario di wilayah rohani. Wilayah Rohani yang mendapat kesempatan pertama kunjungan Pst Alo Koraag adalah Wilayah Wohani Santo Thomas Becket dengan mengadakan misa sekaligus ibadah Rosario di rumah Keluarga Pesoth - Sumeisey dan Keluarga Pesoth – Mbayang.

Selanjutnya Pst Alo Koraag akan mengunjungi umat wilayah rohani sesuai jadwal dalam  ibadah Rosario.(Roy)

Sabtu, 30 September 2023

Paroki BTDC GPI Tuntaskan Penyusunan Program Kerja 2024


 


Paroki Bunda Teresa Dari Calcutta Griya Paniki Indah (BTDC GPI) menuntaskan penyusunan program kerja 2024 melalui lokakarya, rapat DPP Pleno, Sabtu (30/09/2023) di Koki Warkop Teterusan.

Lokakarya DPP Pleno penyusunan program kerja 2024 ini berlangsung selama kurang lebih 12 jam yang dimulai pukul 09.00 WITA dan selesai pukul 21.00 WITA. Kegiatan ini dihadiri Pastor Paroki Petrus Tinangon Pr selaku Ketua DPP, pengurus DPP, DPS, pengurus wilayah rohani dan kelompok kategorial.






Sebelum penyusunan program kerja 2024, terlebih dahulu dilakukan evaluasi program kerja Januari-Juni 2023. Menurut Sekretaris Paroki, Pedro Pangemanan, penyusunan program kerja ini sangat penting untuk pelaksanaan pelayanan, pengembangan dan pembangunan Paroki Bunda Teresa dari Calcutta GPI 2024.

“Program kerja ini akan dibahas di tingkat kevikepan dan selanjutnya Keuskupan Manado,” jelas Pangemanan.

Sementara Pastor Petrus Tinangon mengungkapkan, program kerja tidak terlaksana dengan hanya berdoa atau menunggu mujizat saja. “Perencanaan tentu saja dimulai dari usaha yang sungguh-sungguh,” ujar Pastor Piet, sapaan akrab Pastor Petrus Tinangon.(Roy)

Jumat, 29 September 2023

Santo Hieronimus, Imam dan Pujangga Gereja

 

30 September





Santo Hieronimus, Imam dan Pujangga Gereja yang luar biasa, diperingati pada tanggal 30 September. Ia dilahirkan sebagai Eusebius Hieronimus Sophronius di Stridon, Dalmatia, pada tahun 342. Ayahnya, Eusebius, seorang Kristen saleh dan kaya, mengajarkan Hieronimus tentang iman Kristen dan nilai-nilai kerja keras.

Ketika berusia 12 tahun, Hieronimus dikirim ke Roma untuk mengejar studi hukum dan filsafat. Meskipun pendidikannya berjalan lancar, lingkungan moral yang tidak sehat di Roma memengaruhi perilakunya. Namun, dengan kasih karunia Tuhan, ia segera sadar akan kesalahannya dan bertaubat. Hieronimus meminta Paus Liberius memberikan sakramen pembaptisan yang membantu memperkuat imannya.

Setelah itu, ia mulai hidup dalam kesalehan dan kedalaman rohani. Sering berdoa dan mengunjungi makam martir dan Rasul bersama teman-temannya, Hieronimus semakin mendalamkan hubungannya dengan Tuhan dan cinta terhadap sesama.

Pada tahun 370, ia pergi ke Aquileia untuk mendapatkan bimbingan dari Uskup Valerianus. Kemudian, ia menjalani hidup bertapa di padang gurun Chalcis di luar Antiokia selama empat tahun, memperdalam rohannya dan mempelajari bahasa Yunani dan Ibrani dari seorang rabbi.

Karena pertumbuhan rohaninya yang luar biasa, ia ditahbiskan menjadi imam pada tahun 379 di Antiokia. Hieronimus pergi ke Konstantinopel dan kemudian ke Roma, di mana ia menjadi sekretaris pribadi Paus Damasus (366-384).

Paus Damasus menugaskannya untuk menerjemahkan seluruh Alkitab dari bahasa Yunani dan Ibrani ke bahasa Latin. Untuk menyelesaikan tugas ini, ia pindah ke Bethlehem, tempat kelahiran Yesus, dan tinggal selama 30 tahun. Ia menerjemahkan Perjanjian Lama dari bahasa Ibrani dan Aramik dan Perjanjian Baru dari bahasa Yunani ke dalam bahasa Latin. Terjemahannya, dikenal sebagai Vulgata, masih diakui oleh Gereja sebagai terjemahan resmi.

Selain terjemahannya, Hieronimus juga dikenal sebagai pembela iman Kristen dan pembimbing rohani. Di Bethlehem, ia mendirikan dua biara dan memimpinnya. Meskipun kedua biara tersebut dibakar oleh pengikut bidaah Pelagianisme, Hieronimus tetap gigih dalam mengajar dan menulis.

Santo Hieronimus meninggal pada tahun 420, diakui oleh Gereja sebagai Orang Kudus dan Pujangga Gereja yang besar.(Roy)

Kamis, 28 September 2023

Mikael, Gabriel dan Rafael (Malaikat Agung)



29 September





Pada tanggal 29 September, Gereja merayakan tiga Malaikat Agung: Mikael, Gabriel, dan Rafael, yang memiliki peran penting dalam iman Kristen.

Mikael, yang artinya "Siapakah yang sama dengan Allah?", adalah malaikat agung Allah dan pemimpin bala tentara surga. Dalam Kitab Wahyu Yohanes, Mikael bersama malaikat-malaikatnya berperang melawan naga, yang merupakan simbol kejahatan. Mereka berhasil mengusir naga dan malaikat jahatnya dari surga, menggambarkan kemenangan kebaikan atas kejahatan. Mikael adalah pembela yang kuat bagi orang-orang yang setia kepada Tuhan.

Gabriel, yang juga dikenal sebagai 'Jibrail', berarti "Kekuatan Allah." Gabriel adalah pembawa kabar baik dari Tuhan kepada manusia. Dalam Perjanjian Lama, Gabriel muncul dalam Kitab Daniel untuk memberikan pemahaman dan nubuat kepada Daniel. Dalam Perjanjian Baru, ia memberitakan kelahiran Yohanes Pembaptis kepada Zakarias dan kelahiran Yesus kepada Maria. Gabriel adalah utusan Allah yang membantu manusia memahami dan melaksanakan kehendak Tuhan.

Rafael, yang berarti "Obat Tuhan" atau "Tabib Allah," terkenal dalam cerita Kitab Tobit sebagai teman seperjalanan Tobia. Ia menyembuhkan kebutaan Tobia dan membebaskan Sara dari gangguan roh jahat. Rafael adalah malaikat penyembuh yang diutus untuk menyembuhkan manusia dari penyakit fisik dan memperkuat kelemahan jiwa mereka, serta membebaskan mereka dari pengaruh setan.

Mikael, Gabriel, dan Rafael mewakili kekuatan, pengumuman kabar baik, dan penyembuhan yang datang dari Allah. Mereka adalah contoh perlindungan dan kasih Allah terhadap manusia dan sumber inspirasi bagi umat Kristen dalam perjalanan mereka dalam iman. Dalam berbagai tradisi, mereka dihormati sebagai pembela, pembawa kabar baik, dan tabib Allah yang setia.(Roy)


 

Minggu, 24 September 2023

Pst. Petrus Tinangon: Siapapun Kita Sangat Bernilai di Mata Allah

 

Pastor Petrus Tinangon Pr.

 

BTDC GPI - Beberapa perumpamaan dalam injil membuat kita risih dan bingung. Namun dalam konteks Kitab Suci, menurut Pastor Petrus Tinangon PR dalam homili Minggu Biasa XXV, Minggu (24/09/2023) bahwa Yesus mau menegaskan bahwa masing-masing kita bernilai tak terhingga di mata Allah Yang Maha Kuasa.

Minggu Biasa XXV dibacakan Injil Matius 20 : 1-16 tentang perumpamaan pekerja yang bekerja  sejak pagi dan pererja yang baru saja bekerja setelah sore. Menurut Pst. Tinangon, setiap kali perumpaan didengungkan kita merasa risih dan bingung, masakan Tuhan Yesus mempromosikan ketidakadilan. “Lucunya lagi si pengkotbah perumpamaan Yesus ini mengatakan segi empat apa yang kita tahu bulat. Artinya berupaya mengatakan yang kita tahu tidak adil menjadi adil. Termasuk  menjelaskan komitmen awal, kita bayangkan orang yang datang terakhir mendapat upah sama dengan yang datang dari pagi. Tetapi jika kita tempatkan dalam konteks kitab suci maka perumpamaan ini tidak akan terasa tidak masuk akal,” tutur Tinangon.

Lanjut Tinangon, perumpamaan Injil tentang hamba yang tidak mau mengampuni, mengandung pesan Allah yang maha mengampuni orang yang berhutang besar. Lantas kisah domba yang hilang, tentang koin dari perempuan yang tercecer dan anak yang hilang. “Dalam semua cerita itu kita melihat Allah Yang Maha Kuasa bersikap pada kita menurut cara yang kita tidak harapkan. Semua menunjukan Allah yang  datang kepada kita dengan cinta dan belas kasih, bukan sebagai hakim yang menjatuhkan hukuman atas  dosa-dosa kita,” sebut Tinangon dalam misa. 

Menurutnya, tidak ada raja di abad bertama yang mau menghapus utang yang luar biasa besar, sebagaimana tidak ada bank di jaman modern ini yang akan memutihkan ratusan juta rupiah utang kartu kredit. Tidak ada gembala yang pakai otak mau meninggalkan 99 dombanya dengan resiko 99 domba itu akan tercerai-berai hanya karena untuk mencari  satu ekor domba saja yang hilang.  Tidak ada wanita waras yang mau bolak-balik menyapu lantai hanya untuk mencari satu koin saja yang tercecer. Begitu juga, tidak ada ayah di abad pertama yang memberi maaf pada putranya yang memberontak, berlari-lari menyambut dan memestakannya. Ayah yang benar pasti akan mengetes dahulu apakah putranya serius bertobat atau tidak.

“Begitu juga perumpamaan hari ini. Para pekerja yang susah-susah bekerja sepanjang hari di bawah terik matahari merasa ditipu dengan pekerja yang hanya bekrja hanya sejam saja sebelum masa kerja habis ternyata menerima upah yang sama dengan mereka. Dalam semua perumpamaan itu Yesus mau menegaskan bahwa masing-masing kita bernilai tak terhingga di mata Allah. Siapa pun kita, atau apa pun yang kita sudah buat, berapa lama kita sudah bekerja,” ungkap Pastor Petrus Tinangon.(Roy) 

Rabu, 20 September 2023

SANTO MATIUS

21 September





 

Pada tanggal 21 September, Gereja merayakan Santo Mateus, seorang Rasul dan Pengarang Injil yang memiliki latar belakang yang menarik. Mateus adalah seorang pemungut cukai di kota Kapernaum, Galilea, yang pada zaman itu dianggap sebagai pekerjaan yang hina dan tidak terhormat. Masyarakat Yahudi melabelinya sebagai pendosa karena mereka bekerja sama dengan penguasa Romawi yang mereka benci.

Namun, pandangan masyarakat tidak merendahkan martabat Mateus di mata Tuhan. Ketika Yesus memanggilnya dengan kata-kata sederhana "Ikutilah Aku!", itu menunjukkan bahwa dalam diri Mateus masih ada kebaikan yang bisa diandalkan. Panggilan ini mencengangkan banyak orang, namun Yesus menjelaskan bahwa Dia datang bukan untuk memanggil orang saleh, melainkan orang berdosa.

Mateus segera meninggalkan segala harta kekayaannya dan memilih untuk mengikuti Yesus. Keputusannya ini menunjukkan semangat kemiskinan, pelayanan, cinta, dan iman kepada Yesus, nilai-nilai Kerajaan Allah.

Mateus juga seorang penulis yang terpelajar yang bisa berbicara dalam bahasa Yunani dan Aramik. Dia menulis Injilnya, yang berisi ajaran agama dan kesaksian tentang Yesus, sekitar tahun 50-65 Masehi. Dalam Injilnya, Mateus menekankan bahwa Yesus adalah Mesias yang dijanjikan oleh Allah, dengan memulai Injilnya dengan silsilah Yesus yang menghubungkannya dengan para nabi dalam Perjanjian Lama.

Setelah menulis Injilnya, Mateus menjalani misi pelayanan di berbagai tempat, termasuk Masedonia, Mesir, Etiopia, dan Persia. Konon, ia meninggal sebagai martir di Persia karena ketaatannya dalam membagikan Injil tentang Yesus Kristus. Hari ini, kita merayakan Santo Mateus sebagai contoh inspiratif dari pengampunan, panggilan, dan pengabdian kepada Yesus.


Dipanggil Untuk Mewartakan