Minggu, 13 Oktober 2024

Pastor Fransiscus Runtu: Solidaritas dan Kebijaksanaan, Kunci Masuk Kerajaan Allah

Pastor Fransiscus Antonio Runtu Pr.


Pada perayaan Ekaristi Minggu Biasa XXVIII, Minggu (13/10/2024), Pastor Fransiscus Antonio Runtu Pr menyampaikan pesan mendalam tentang kebijaksanaan dan solidaritas, yang sering kali terabaikan dalam kehidupan sehari-hari. Solidaritas dan kebijaksanaan itu merupakan kunci masuk kerajaan Allah.

Mengawali dengan cerita pengalamannya saat melakukan perjalanan ke Tolai, Pastor Angki sapaan akrab Pastor Frasiscus berbagi refleksi mengenai bagaimana orang kerap kali terlalu terfokus pada kepemilikan materi dan bantuan eksternal tanpa memikirkan esensi dari memberi dan melepaskan.

Pastor Angki menceritakan pengalaman pribadinya ketika berusaha mencari bensin dalam perjalanannya dan makan di pinggir Pantai Palasa. Secara tak terduga mereka singgah di tempat makan yang ramai dan ternyata sedang  ada acara makan bersama. 

“Teman saya berkata, pas-pas makan gratis,” ujar Pastor Angki. Dari cerita sederhana ini, Pastor Angki menggarisbawahi betapa manusia membutuhkan kebendaan, namun tidak bisa sepenuhnya bergantung pada itu. “Tidak mungkin malaikat turun membawa makanan di oto,” ujarnya sambil menggambarkan kenyataan bahwa kebendaan memiliki tempatnya, tetapi bukan tujuan akhir hidup.

Dalam khotbahnya, Pastor Angki juga mengkritisi pola pikir egois terkait warisan dan kepemilikan. Pastor mencontohkan seorang keponakan yang hanya memikirkan harta yang akan ia dapatkan setelah neneknya meninggal, tanpa memikirkan hubungan emosional dan perpisahan. "Yesus mengkritik pola pikir materialistik ini, yang sering kali kita tidak sadari," katanya.

Pastor kemudian menceritakan tentang seorang ayah di Paroki Tolai yang ingin mewariskan tanah seluas 4 hektar kepada keempat anaknya, di mana masing-masing anak mendapat 1 hektar. Kepada anak-anaknya bapak itu berkata kalian musti belajar mengolah tanah. Pastor Angki memuji niatnya, tetapi mengingatkan bahwa jika setiap generasi hanya fokus pada apa yang akan mereka dapatkan, akhirnya yang tersisa untuk generasi berikutnya hanyalah hal-hal kecil. 

“Bijaksana bukan hanya tentang apa yang kita dapatkan, tapi tentang apa yang bisa kita berikan untuk orang lain,” tegasnya.

Pastor Angki mengingatkan pentingnya belajar untuk melepaskan, yang menurutnya adalah esensi solidaritas. 

“Solidaritas bukan hanya soal menerima, tetapi tentang memberi dan berbagi, tanpa bergantung pada orang lain,” tuturnya. 

Pastor menutup khotbahnya dengan menegaskan bahwa sikap melepaskan untuk kepentingan orang lain adalah syarat utama untuk masuk ke dalam Kerajaan Allah.(Roy)


HUT ke-56 Pastor Fransiscus Runtu: Bertekat Paroki GPI Menjadi Model yang Benar


Umat Paroki Bunda Teresa dari Calcutta Griya Paniki Indah (GPI) merayakan HUT ke-56 Pastor Paroki mereka, Pst. Fransiscus Antonio Runtu PR, yang akrab disapa Pastor Angki, pada Minggu, 13 Oktober 2024. Meskipun ulang tahun Pastor jatuh pada tanggal 10 Oktober, perayaan digelar seusai misa pertama pada hari Minggu untuk memberi kesempatan kepada seluruh umat turut serta.

Dalam perayaan yang penuh kebersamaan tersebut, Pastor Angki menyampaikan satu harapan besar bagi paroki. 

“Harapan saya adalah agar semua yang hadir di sini sebagai pimpinan basis dapat mendukung, membantu, dan bisa membangun kesepahaman dengan saya. Kita ingin agar paroki ini menjadi model paroki yang benar, sesuai dengan rencana strategis dan statuta Keuskupan Manado,” ungkapnya dengan penuh semangat.



Acara tersebut dihadiri oleh berbagai elemen umat, termasuk pengurus Dewan Pastoral Paroki (DPP), Dewan Keuangan Paroki (DKP), Ketua-ketua Stasi, Wilayah Rohani, dan kelompok kategorial. Malam harinya, perayaan semakin meriah dengan kehadiran Uskup Keuskupan Manado, Mgr. Benedictus Estephanus Rolly Untu MSC, yang secara khusus hadir untuk memberikan ucapan selamat kepada Pastor Angki.

Perayaan ini tidak hanya menjadi momen syukur atas perjalanan hidup Pastor Angki, tetapi juga sebagai pengingat akan pentingnya dukungan dan kerjasama seluruh umat dalam membangun paroki yang lebih kuat dan menjadi contoh teladan di Keuskupan Manado.(Roy)


Senin, 07 Oktober 2024

Pastor Fransiscus Runtu: Doa Rosario Doa yang Sederhana



Pastor Paroki Pst. Fransiscus Antonio Runtu Pr atau yang akrab disapa Pastor Angki, mengungkapkan Doa Rosario adalah doa sederhana berisi pujian kepada Maria dan permohonan pengampunan dosa.

Hal ini diungkapkan Pastor Fransiscus Runtu dalam khotbah saat memimpin misa syukur dalam rangka Pesta Pelindung dan HUT ke-9 Wilayah Rohani Santa Perawan Maria Ratu Rosario, Senin 7 Oktober 2024 di laksanakan di rumah Keluarga Pesoth-Jehosua. 

Misa berlangsung di rumah keluarga Pesoth-Jehosua, dan dalam khotbahnya, Pastor Angki menyampaikan refleksi mendalam mengenai Maria dan peran spiritual doa rosario.

Dalam khotbahnya, Pastor Angki menggali refleksi mendalam mengenai Maria dan peran spiritual doa rosario. Pastor mengungkapkan makna kabar gembira yang diterima Maria dari malaikat Gabriel. Meskipun membawa sukacita, konsekuensi dari kabar ini sangat berat.

“Salah satunya adalah reaksi suaminya, Yosep, yang mungkin merasakan kebingungan dan sakit hati karena ketidaktahuan akan kehamilan Maria. Dengan demikian kabar gembira bagi Maria belum tentu mudah diterima oleh orang lain,” ujar Pastor Angki.

Pastor Angki menekankan bahwa perjalanan hidup Maria tidak selalu dipenuhi dengan kegembiraan. Tantangan terbesar yang dihadapi Maria terjadi ketika Putranya, Yesus, wafat di kayu salib. Melalui perjalanan hidupnya, Maria mengajarkan ketabahan dan penyerahan diri kepada kehendak Tuhan.



Lebih lanjut, Pastor Angki menjelaskan tentang makna doa rosario yang dipersembahkan kepada Maria. Ia menyebut doa rosario sebagai doa yang sederhana, simpel namun sangat bermakna.

“Salam Maria adalah doa pujian yang didasarkan pada kata-kata malaikat Gabriel dan Elisabeth. Namun, yang dipuji bukan hanya Maria, tetapi juga Yesus yang dikandungnya. Doa ini juga mengandung permohonan ampun atas dosa, menjadikannya sebuah doa yang sangat personal namun lebih bermakna jika diucapkan dalam persekutuan,” tutur Pastor.

Pastor Angki juga menggarisbawahi pentingnya kebersamaan dalam doa rosario. Ia menyebutkan bahwa gereja adalah komunio, di mana kesetaraan dan persekutuan tampak dalam lingkaran doa. Dengan berdoa bersama dalam lingkaran, umat diingatkan pada pentingnya persatuan dan kebersamaan, sebuah nilai yang sangat penting di tengah arus modernitas dan kemajuan teknologi.

“Pesta Pelindung Wilayah Santa Perawan Maria Ratu Rosario ini diharapkan menjadi momen untuk merenungkan spiritualitas Maria dan memperkuat rasa persaudaraan serta persekutuan di antara umat, terutama melalui praktik sederhana namun bermakna seperti doa rosario,” pungkasnya.

Perayaan pesta pelindung ini juga dihadiri DPP, Ketua-ketua WIlayah Rohani dan tokoh umat bapak Frederik Sumeisey.(Roy)


Sabtu, 05 Oktober 2024

Paroki BTDC GPI Tuntaskan Penyusunan Program Kerja 2025

 




Hanya dalam 19 hari saja Paroki Bunda Teresa Dari Calcutta Griya Paniki Indah (BTDC GPI) yang dipimpin Pastor Fransiscus Antonio Runtu Pr., berhasil menuntaskan penyusunan Program Kerja (Proker) dan budget 2025. Sabtu 5 Oktober 2024 finalisasi Proker dan budget dilakukan dalam rapat pleno.

Penyusunan Program Kerja dan budget 2025 tersebut diawali Pastor Fransiscus Runtu dengan membentuk Tim Monitoring dan Evaluasi (Monev) Paroki. Kemudian langsung melakukan sosialisasi evaluasi Program Kerja (Proker) dan membuat identifikasi kebutuhan untuk Proker 2025 pada Senin (16/09/2024). Hanya 19 hari saja, Paroki GPI telah melakukan proses finalisasi Program Kerja dan Budget 2025.

“Saya bertekad Paroki Bunda Teresa Dari Calcutta GPI bisa menjadi model percontohan di Keuskupan Manado,” tutur Pastor Angki, sapaan akrab Pastro Fransiscus.

Diungkapkannya sebelumnya hampir tidak ada program nyata dari Paroki ini. Diakuinya juga ada beberapa langkah untuk menyeimbangkan pemasukan dan pembiayaan. Diantaranya dengan memangkas atau mengurangi pengeluaran.

“Terima kasih kepada Tim Monev, pengurus DPP, Ketua-ketua Stasi, Ketua-ketua Wilayah dan Ketua-ketua kelompok kategorial,” pungkas Pastor Angki.

Kegiatan tersebut dihadiri Pastor Rekan Pst. Jan Silvianus Koraag Pr., Koordinator-Koordinator Bidang, Ketua-ketua Seksi DPP, Anggota DKP, Ketua-Ketua Stasi, Ketua-Ketua Wilayah Rohani, Ketua-ketua Kelompok Kategorial dan Tim Monev Paroki Bunda Teresa Dari Calcutta GPI.(Roy)

Kamis, 03 Oktober 2024

Umat Paroki GPI Rayakan HUT ke-58 Pastor Jan Koraag

 



Umat Paroki Bunda Teresa Dari Calcutta Griya Paniki Indah (GPI) merayakan hari ulang tahun ke-58, Pastor Rekan Pst. Jan Silvianus Koraag Pr., Rabu (02/10/2024).

Perayaan HUT Pastor Alo sapaan akrab Pastor Jan Silvianus Koraag dilaksanakan sejak seusai misa pagi dihadiri Pastor Paroki Pst. Fransiscus Antonio Runtu Pr., pengurus DPP dan sejumlah umat. Perayaan berlanjut hingga malam hari yang juga dihadiri keluarga, umat Paroki Bunda Teresa Dari Calcutta GPI dan sejumlah rekan pastor.

“Selamat ulang tahun Pastor Alo, semoga tetap bersukacita dan semangat dalam panggilan pelayanan Imamat,” tutur Pastor Angki sapaan akrab Pastor Fransiscus Runtu.

Pastor Alo bersukacita dengan berkat Tuhan yang menambahkan usia sehingga bisa berulang tahun ke-58. “Bersyukur kepada Tuhan sehingga saya bisa ulang tahun ke-58. Terima kasih kepada DPP dan umat yang merayakan ulang tahun saya,” tutur Pastor Alo.(Roy)


Selasa, 01 Oktober 2024

Umat Paroki GPI Buka Bulan Rosario di Gua Maria




Umat Paroki Bunda Teresa Dari Calcutta Griya Paniki Indah (GPI) menggelar misa pembukaan Bulan Rosario di kompleks Gua Maria, Selasa (01/10/2024).

Misa dipimpin Pastor Jan Silvianus Koraag Pr yang juga dihadiri Pastor Paroki Pst. Fransiscus Antonio Runtu Pr dan seluruh umat.

Pastor Jan Koraag juga mengungkapkan tanggal 1 Oktober selain umat katolik seluruh dunia mengawali Bulan Rosario juga gereja Katolik memperingati orang kudus Santa Theresia dari Kanak-kanak Yesus. “Dari pengalaman kisah hidup Santa Theresia dari Kanak-kanak Yesus kita dapat mengambil satu yang sederhana namun sangat berharga yaitu cinta akan Allah,” tutur Pastor Alo sapaan akrab Pastor Jan Silvianus Koraag.

Lanjutnya Bunda Maria disebut sebagai Bunda Penolong, dipercaya membawa semua doa-doa kita kepada putranya Yesus Kristus yang adalah anak Allah.

“Coba lihat pada mujizat pertama Yesus mengubah air menjadi anggur pada pesta perkawinan di Kana. Ketika melihat kekhawatiran tuan pesta karena kehabisan anggur, Bunda Maria meminta Yesus putranya untuk melakukan sesuatu. Walaupun Yesus merasa   

saat-Nya belum tiba, tetapi Yesus tetap mendengarkan ibu-Nya itu dengan membuat mujizat air menjadi anggur,” tutur Pastor Alo.

Menurut Pastor Alo, melalui doa-doa rosario kita lebih merendahkan diri di hadapan Tuhan. Semua ujud doa dalam rosario kita panjatkan kepada Yesus Kristus melalui ibu-Nya yaitu  Bunda Maria. “Jangan kita berhenti berdoa rosario dan yakini semua ujud doa kita akan dikabulkan Tuhan. Doa Rosario adalah doa yang sederhana, pendek dan hanya diulang-ulang. Kalimat dalam doa rosario adalah kalimat-kalimat ketika Maria bertemu Malaikat Gabriel dan saudaranya Elisabeth,” jelas Pastor Alo.

Sesudah misa Pastor Fransiscus Runtu menambahkan bahwa doa Rosario itu doa yang sederhana, pendek dan tidak bertele-tele. “Doa Rosario itu doa yang sederhana, pendek dan tidak bertele-tele tetapi maknanya sangat besar. Jadi doa rosario itu jelas, tidak panjang-panjang dan bertele-tele,” tukas Pastor Angki.(Roy) 


Minggu, 29 September 2024

Pastor Fransiscus Runtu Ajak Umat Wilayah Santo Lorenzo Ruiz Teladani Keteguhan Iman




Umat Katolik Wilayah Rohani Santo Lorenzo Ruiz merayakan pesta pelindung wilayah mereka pada Sabtu, 28 September 2024, bertempat di Kapel Stella Maris, Ranowangko Beach. Dalamperayaan ini Pastor Paroki Bunda Teresa dari Calcutta Griya Paniki Indah (GPI), Pst. Fransiscus Antonio Runtu Pr mengajak umat untuk meneladani keberanian dan keteguhan iman Santo Lorenzo Ruiz.

Dalam homilinya, Pastor Fransiscus menyoroti kisah hidup Santo Lorenzo Ruiz, seorang awam yang penuh keberanian. Lorenzo meninggalkan kenyamanan hidup bersama keluarganya dan memilih untuk menjadi martir di Jepang demi mempertahankan imannya kepada Allah. "Dia adalah seorang awam, suami, dan ayah, yang memilih untuk bergaul dengan kaum Dominikan, dan akhirnya pergi ke tempat yang jauh, siap sedia melayani di mana pun Tuhan memanggil," ujar Pastor Fransiscus.

Santo Lorenzo tidak hanya mempertahankan iman untuk dirinya sendiri, tetapi juga meyakinkan keluarganya bahwa mereka akan mendukung perjuangannya. "Dia tidak egois, melainkan memilih untuk mewartakan Kristus bersama rekan-rekannya, dan itu dimulai dari keluarganya sendiri," lanjutnya.

Pastor Fransiscus juga menekankan bahwa misi perutusan dalam keluarga jauh lebih berat dibandingkan peran seorang imam. "Sebagai imam, saya hanya bisa memberikan nasihat, tetapi keluarga memegang tanggung jawab lebih besar dalam membina iman anak-anak mereka. Itulah kekuatan dan keutamaan dari perutusan keluarga," jelasnya.(Roy)


Pesta Pelindung Wilayah Rohani Santo Mikael, Umat Diingatkan Komitmen Melayani Allah


Umat Wilayah Rohani Santo Mikael merayakan HUT ke-4 dan pesta pelindung, Minggu 29 September 2024 yang dilaksanakan di rumah Keluarga Torondek - Liwe. Dalam ibadah syukur yang dipimpin oleh Pastor Paroki Bunda Teresa dari Calcutta Griya Paniki Indah (GPI), Pst. Fransiscus Antonio Runtu Pr., umat diajak merefleksikan komitmen melayani Allah.

Perayaan ini bertepatan dengan pesta tiga Malaikat Agung yaitu Mikael, Gabriel, dan Rafael, yang menurut Pastor Fransiscus, masing-masing memiliki peran penting dalam melayani Allah dan umat-Nya.

Dalam khotbahnya, Pastor Fransiscus menjelaskan makna simbolis dari ketiga Malaikat Agung itu. Gabriel dikenal sebagai pewarta kabar baik, Rafael sebagai penjaga dan penyembuh, sementara Mikael sebagai pengawal yang setia kepada Allah. 

"Mikael memiliki arti 'siapa yang sama seperti Allah,' dan ia menjadi pembela Allah, simbol kerendahan hati dan pengabdian kepada kemuliaan Allah," jelas Pastor Fransiscus.

Pastor Fransiscus juga mengajak umat untuk merenungkan peran mereka dalam menjaga dan mempertahankan iman. Ia menekankan bahwa tanggung jawab keluarga sebagai pembina iman sering kali lebih berat daripada tugas seorang pastor. "Mikael mengingatkan kita bahwa tidak ada yang sama seperti Allah. Kita dipanggil untuk melayani dan menjadi penjaga iman yang sejati," lanjut Angki sapaan akrabnya.

Lebih jauh, ia mengingatkan umat untuk meneladani ketulusan Natanael, seorang tokoh Alkitab yang dikenal karena iman sejatinya. "Menghidupi kekristenan tidaklah mudah, tetapi melalui iman, harap, dan kasih, kita dapat menjadi penjaga iman yang setia," tutup Pastor Fransiscus.

Perayaan ini menjadi momen penting bagi umat untuk merefleksikan komitmen mereka dalam melayani Allah dengan tulus, serta mengingatkan pentingnya pengorbanan dan pengabdian dalam kehidupan beriman.

Ketua Wilayah Rohani Santo Mikael, Yonathan Ulag berterima kasih pada Pastor Anki yang telah hadir memimpin ibadah syukur. “Terima kasih kepada DPP dan umat yang telah hadir mengikuti perayaan pesta pelindung Wilayah Rohani Santo Mikael,” tutur Ulag.

Perayaan ini dihadiri Koorbid Kerohaniaan DPP Agustinus Jehosua, Korbid Organisasi Rommy Humokor, beberapa ketua wilayah rohani dan umat Wlayah Rohani Santo Mikael.(Roy)

 

Pastor Fransiscus Runtu: Mengikuti Kristus Berarti Siap Memikul Salib


Pada perayaan Ekaristi Hari Minggu Biasa XXVI, 29 September 2024 yang dipimpin oleh Pastor Paroki Bunda Teresa dari Calcutta Griya Paniki Indah (GPI), Pst. Fransiscus Antonio Runtu Pr, umat diajak untuk merenungkan kembali makna sejati dalam mengikuti Kristus. 

Perayaan ini mengambil bacaan dari Bilangan 11:25-29, Yakobus 5:1-6, dan Injil Markus 9:38-43.45.47-48. Dalam homilinya, Pastor Fransiscus menguraikan kekuatan pesan Injil Markus yang sederhana namun kuat, berisi ajaran Yesus yang langsung kepada murid-murid-Nya. "Injil Markus adalah Injil terpendek. Dia tidak bertele-tele, langsung menyampaikan kabar baik, mengajarkan Kristus kepada para murid-Nya," jelasnya.

Pastor Fransiskus menyoroti bagaimana pada awalnya, Yesus 'ambil hati' murid-murid dengan melakukan mukjizat dan memberikan makan banyak orang, mengajar sehingga mereka terkenal. 

“Seperti  biasa kalau baru awal perkenalan, pertama musti ambil hati. Tapi sekarang sulit dibedakan antara ambil hati dengan cari muka,” tukas Pastor Angki sapaan akrabnya.

Namun, setelah itu, Yesus mulai membuka rahasia besar bahwa Mesias yang mereka ikuti akan mati, dan mengikuti-Nya bukan berarti akan selalu senang, tetapi harus siap menderita. 

Menurut Pastor Angki. ketika kita menolak suatu tanggungjawab, suatu beban, tugas, Yesus akan bilang enyahlah iblis. “Yesus tidak akan buju, tenang nanti upahmu besar di sorga. Makanya perlu komitmen mengikuti Kristus. “Yesus tidak membujuk dengan janji kemudahan, tapi meminta komitmen untuk memikul salib,” tegasnya.

Dalam kaitannya dengan kehidupan sehari-hari, Pastor Fransiscus mengingatkan umat agar tidak terjebak dalam ambisi pribadi, terutama dalam hal jabatan dan tanggung jawab di gereja maupun masyarakat. Ia mengkritisi sikap iri hati dan kecenderungan untuk hanya mencari keuntungan pribadi. 

"Ketika kita berpikir siapa yang paling penting, Yesus akan bilang 'enyahlah iblis'. Pengurus yang merasa lebih penting dari umat dan tidak peduli dengan tanggung jawabnya, itulah yang disebut ambisi jabatan," tukasnya.

Pastor juga mengingatkan agar umat tidak menjadi batu sandungan bagi orang lain, terutama dalam pelayanan. Ia memberikan contoh, sering kali orang yang tidak dilantik dalam struktur gereja justru lebih rajin dan peduli. 

“Kalau pengurus-pengurus so merasa lebih penting dari umat, Yesus akan bilang enyahlah iblis. Ketika diberi tanggunjawab, diberi tugas tetapi tidak bikin apa-apa, itulah ambisi jabatan. Mau jadi pengurus tetapi tidak mau urus, tidak bikin apa-apa. Dipilih dan dilantik menjadi dewan, tetapi seringkali yang tidak dilantik mereka justru paling rajin, lebih peduli. Seringkali yang dilantik  justru kurang peduli, tapi tidak semua. Ketika yang tidak dilantik, tidak diformalkan, tidak distrukturalkan lebih peduli, orang-orang dilantik justru marah karena urusan mereka sudah dibuat orang lain. Itulah enyahlah engkau iblis,” tukas Pastor. 

"Harusnya kita berterima kasih kalau ada orang yang membantu, bukan marah karena mereka mengambil alih tugas kita. Jangan dilarang supaya kita tidak jadi batu sandungan," katanya.

Mengakhiri homilinya, Pastor Fransiscus mengulangi pesan kuat dari Yesus: "Siapa yang mau mengikuti aku harus memikul salib.  Di mana pun, berkorban itu tidak pernah menyenangkan, tetapi itulah jalan yang harus ditempuh jika kita mau setia mengikuti Kristus," tuturnya. 

"Mengikuti Kristus berarti siap berkorban, dan berkorban tidak pernah menyenangkan. Tapi itulah yang membuat kita layak menjadi pengikut Kristus sejati," sebut Pastor Angki.

Dalam khotbahnya, Pastor Fransiscus menutup dengan pesan kuat dari Yesus: "Siapa yang mau mengikuti aku harus memikul salib." Pastor menegaskan bahwa pengorbanan dan penderitaan adalah bagian yang tak terpisahkan dari kehidupan beriman.

"Di mana pun, berkorban itu tidak pernah menyenangkan, tetapi itulah jalan yang harus ditempuh jika kita mau setia mengikuti Kristus," pungkasnya.(Roy)


Jumat, 27 September 2024

SANTO LORENZO RUIZ

 

28 September


Santo Lorenzo Ruiz adalah salah seorang dari 16 martir  yang dibunuh karena iman pada tahun 1637 di Nagasaki, Jepang. Ia salah santo yang bukan berasal dari benua Eropa. Dilahirkan di Binondo, Manila dari pasangan Katolik, ayahnya  seorang Tionghoa dan ibunya orang Filipina asli. Ruiz kecil sering menjadi putra altar di biara gereja Binondo. Setelah dididik oleh para biarawan Dominika selama beberapa tahun, Ruiz mendapatkan gelar Escribano (kaligrafi) karena tulisan tangannya yang indah. Dia menjadi anggota dari Cofradia del Rosario Santissimo (doa Rosario Maha Kudus). Ia menikah dengan seorang wanita bernama Rosario dan mereka diakaruniai dua putra dan seorang putri. Keluarga Ruiz menjalani hidup yang damai dan tenang.

Pada tahun 1636  ia menggabungkan diri sebagai sukarelawan untuk menyebarkan Injil ke Jepang. Ruiz dan para sahabatnya berangkat Okinawa pada tanggal 10 Juni 1636. Mereka  terdiri dari sembilan imam Dominikan, dua broeder, dua perempuan awam selibat dan tiga awam lainnya. Mereka semua adalah para misionaris berasal dari lima negara: Perancis, Italia, Jepang, Filipina dan Spanyol yang lebih memilih mati daripada mengingkari iman kepada Yesus. 

Saya adalah seorang Katolik dan sepenuh hati menerima kematian untuk Tuhan, Jika aku punya seribu nyawa, semuanya akan berikan kepada-Nya..."  ~ St.Lorenzo Ruiz.

Para martir ini banyak menderita sebelum akhirnya wafat dimartir, namun mereka tak menyangkal iman Katolik. Santo Lorenzo mengatakan kepada para hakim yang mengadilinya bahwa andai ia memiliki seribu nyawa, ia akan menyerahkan semuanya untuk Kristus.

Lorenzo Ruiz dinyatakan sebagai yang terberkati (Beato) pada tahun 1981 oleh Paus Yohanes Paulus II. Menariknya, upacara beatofikasi Santo dari Filipina ini dilaksanakan di Manila Filipina dan ini adalah yang pertama kalinya dalam sejarah sebuah upacara Beatofikasi diadakan di luar Vatican.

Pada tanggal 18 Oktober 1987  Lorenzo Ruiz  dan kawan-kawannya;  pahlawan-pahlawan iman yang gagah berani ini dimaklumkan kudus oleh Paus Yohanes Paulus II.

Senin, 23 September 2024

Keutamaan Padre Pio Ajarkan Kepedulian dan Persatuan di Tengah Perpecahan


Pastor Fransiscus Antonio Runtu Pr. menyoroti keutamaan St. Padre Pio sebagai inspirasi penting bagi umat Katolik dalam menumbuhkan kepedulian dan persatuan di tengah dunia yang kerap terpecah. Dalam homilinya pada Misa syukur perayaan pesta pelindung Wilayah Rohani Santo Padre Pio, Senin (23/09/2024), Pastor Fransiscus menekankan bahwa kepedulian terhadap sesama adalah cerminan iman yang sejati dan cara untuk memuji Tuhan melalui tindakan nyata.

Padre Pio, yang dikenal dengan stigmata atau luka-luka yang menyerupai penderitaan Yesus, menunjukkan bagaimana kepedulian dan kasih bisa memperkuat iman. “Ketika seseorang mengalami kesulitan dan kita peduli, itu adalah cara untuk meyakinkan umat bahwa Tuhan hadir dalam hidup mereka. Orang yang menerima kebaikan akan memuji Allah,” ujar Pastor Fransiscus. Ia menekankan bahwa iman kepada Tuhan bukan hanya diwujudkan dalam doa, tetapi juga dalam tindakan kasih kepada sesama.

Pastor Fransiscus juga menyinggung bahwa mencintai Tuhan dan sesama tidak dapat dipisahkan. “Omong kosong besar kalau kita mengaku mencintai Tuhan, tetapi tidak mencintai sesama,” tegasnya. Menurutnya, dosa terbesar saat ini adalah menciptakan perpecahan di tengah masyarakat. Pastor Fransiscus mengingatkan bahwa doa terindah yang Yesus ajarkan adalah doa yang mempersatukan umat, sebagaimana dilakukan pada Perjamuan Terakhir, di mana Yesus menyatukan umat-Nya dengan Allah.

Ia menambahkan, para santo seperti Padre Pio menunjukkan bahwa kesulitan bukanlah penghalang untuk mencapai kekudusan. "Kristianitas mengajarkan bahwa dalam kesulitan, ada kesempatan untuk mencapai kekudusan. Padre Pio adalah contoh orang kudus yang hidup sederhana, tetapi mampu mengatasi tantangan besar dengan iman yang kuat," kata Pastor Fransiscus.

Dengan meneladani kesederhanaan dan kepedulian St. Padre Pio, Pastor Fransiscus mengajak umat untuk memperkuat kasih sayang kepada sesama dan mempererat persatuan dalam iman, terutama di tengah dunia yang semakin menghadapi banyak perpecahan.

Koordinator Bidang Kerohanian DPP Paroki Bunda Teresa Dari Calcutta GPI, Agustinus Jehosua dalam sambutannya menyampaikan proficiat untuk umat Wilayah Rohani Santo Padre Pio. "Seperti keutamaan-keutamaan Santo Padre Prio yang disampaikan Pastor Angki tadi, bahwa walaupun banyak kesulitan, banyak tantangan tetapi itulah menuju kekudusan dengan iman yang kuat," tutur Jehosua. 

Sementara itu Ketua Wilayah Rohani Santo Padre Pio, Loudy Manopo berterima kasih dengan kehadiran Pastor Fransiscus Antonio Runtu di tengah-tengah umat wilayahnya dan telah melaksanakan misa syukur bersama umat.(Roy)


Minggu, 22 September 2024

SANTO PADRE PIO

 23 September


Santo Padre Pio, bernama aslinya Francesco Forgione, lahir di Pietrelcina dekat Benevento (Italia), pada 25 Mei 1887. Ia adalah anak kelima dari delapan putera-puteri keluarga petani Grazio Forgione dan Maria Giuseppa De Nunzio (Mamma Peppa).

Sejak usia lima tahun, Francesco dianugerahi penglihatan-penglihatan surgawi dan juga mengalami penindasan-penindasan setan. Ia melihat dan berbicara dengan Yesus dan Santa Perawan Maria, juga dengan malaikat pelindungnya. Kehidupan surgawi ini disertai pula oleh pengalaman tentang neraka dan setan. Santo Padre Pio adalah seorang biarawan Fransiskan Kapusin dari Biara San Giovanni Rotondo di Foggia Italia. Dia masuk sebagai seorang klerus dalam Ordo Kapusin pada 6 Januari 1903 dan ditahbiskan menjadi imam pada 10 Agustus 1910 di Katedral Benevento.

Pada 28 Juli 1916, dia tiba di San Giovanni Rotondo, di Gargano, di mana dia tinggal sampai kematiannya pada 23 September 1968.

Selama hidupnya, yang dia persembahkan seutuhnya untuk menjalankan tugas pelayanan imamatnya, dia mendirikan kelompok-kelompok doa dan sebuah rumah sakit modern, yang dia beri nama “Wisma untuk Meringankan Penderitaan”.

Kanonisasinya mulai pada 20 Maret 1983, dan ditutup pada 21 Januari 1990. Semua dokumen yang dikumpulkan dan ditata dalam 104 jilid itu diserahkan kepada Kongregasi bagi Urusan Para Santo, Vatikan.

Bapa Suci Paus Yohanes Paulus II menganugerahinya gelar ‘Venerabilis’ (Yang Patut Dihormati), dengan menerbitkan dokumen “Decretum super virtutibus” (Dekrit perihal keutamaan-keutamaan) pada 18 Desember 1997.



Keutamaan-keutamaan Padre Pio yaitu:

Kesederhanaan:

“’Tetapi aku sekali-kali tidak mau bermegah, selain dalam salib Tuhan kita Yesus Kristus’ – Gal 6:14.”

“Padre Pio Pietrelcina, seperti Rasul St. Paulus, menempatkan Salib Suci, yang merupakan kekuatan, kebijaksanaan dan kemuliaannya, pada puncak hidup dan kerasulannya. Bebas dari kesia-siaan duniawi dan terserap pada cinta akan Yesus Kristus, dia membentuk diri pribadinya pada-Nya, dengan mempersembahkan hidupnya demi keselamatan dunia. Dia sedemikian murah hati dan sempurna mengikuti dan meniru sebagai kurban ilahi, sehingga dia dapat berkata: ‘Saya telah disalibkan bersama Kristus, bukan lagi saya yang hidup, tetapi Kristus yang hidup dalam diriku’ (Gal 2:19). Dia pun tidak mau menyimpan sendiri harta rahmat yang telah secara berlimpah dianugerahkan Tuhan kepadanya. Karena itu tanpa mengenal istirahat dia, melalui pelayanan sucinya, melayani semua orang yang datang kepadanya. Maka terlahirlah begitu banyak anak-anak rohaninya”.

Mukjizat :

Padre Pio mendapat karunia penyembuhan dan bahkan ia pernah membangkitkan seorang gadis yang sudah dinyatakan meninggal. 

Mukjizat yang terjadi berkat pengantaraan Padre Pio diakui oleh Sri Paus setelah dibuktikan oleh tiga komisi yang secara kanonik. Konsultasi-konsltasi Medis dari Kongregasi untuk Kasus-kasus Orang Kudus, yang bertemu pada 30 April 1998, memeriksa kesembuhan Nyonya Xonsiglia De Martino dari putusnya traumatik jembatan thorak di tengkuk yang terjadi pada 3 November 1995 dan secara ilmiah tidak dapat diterangkan.

Sri Paus secara resmi mengakui mukjizat itu dengan Dekrit tgl 21 Desember 1998 dan menentukan tanggal untuk beatifikasi pada hari Minggu 2 Mei 1999. Padre Pio dikanonisasi pada 26 Februari  2002 oleh Yohanes Paulus II.

Keutamaan-keutamaan Santo Padre Pio.

Stigmata :

Padre Pio adalah imam pertama yang menerima stigmata Kristus. Padre Pio da Pietrelcina menerima stigmata dari Kristus yang tersalib, yang dalam penampakan-Nya mengundang Saudara Dina Kapusin itu mempersatukan dirinya pada sengsara-Nya supaya dapat ambil bagian dalam penyelamatan orang-orang lain, khususnya mereka yang menerima tahabisan. Jumat pagi, 20 September 1918, ketika dia sedang berdoa di depan Salib dalam ruang kor biara gereja yang tua, dia menerima anugerah stigmata, yang tetap berdarah segar pada tubuhnya, selama setengah abad.

Padre Pio mengalami Stigmata pada kedua tangan, kaki dan lambungnya. Luka-luka dari stigmata itu mengeluarkan bau bunga violet yang semerbak.

Indera adikodrati:

Padre Pio juga memperoleh karunia, Osmogenesia, bilokasi, levitasi, teleportasi, penglihatan, membaca pikiran orang lain.

Senin, 16 September 2024

Bentuk Tim Monev, Pastor Fransiscus Sosialisasi Evaluasi Proker


Langkah awal Pastor Fransiscus Antonio Runtu Pr.,memimpin Paroki Bunda Teresa Dari  Calcutta Griya Paniki Indah (GPI) yaitu dengan membentuk tim Monitoring dan Evaluasi (Monev).

Pastor Angki sapaan akrabnya kemudian memimpin sosialisasi evaluasi Program Kerja (Proker) dan membuat identifikasi kebutuhan untuk Proker 2025 pada Senin (16/09/2024).

Pastor Angki menegaskan evaluasi program kerja dan identifikasi kebutuhan sangat penting untuk penyusunan program kerja 2025. “Untuk itu pimpinan umat dan pimpinan kelompok kategorial perlu memahami dasar penyusunan program kerja,” jelas Pastor.

Kegiatan sosialisasi itu diikuti Pastor Rekan Pst. Jan Silvianus Koraag Pr., para ketua, sekretaris, bendahara wilayah rohani, ketua sekretaris, bendahara kelompok kategorial dan stasi. Juga dihaidir koordinator-koordinator bidang.

Sosialisasi tersebut kemudian ditindaklanjuti Tim Monev dengan mengevaluasi Program Kerja 2024 dan membuat identifikasi kebutuhan untuk Program Kerja 2025.(Roy)