Minggu, 09 Maret 2025

Pengurus 2 Stasi di Paroki BTDC GPI Dilantik

 


Pastor Paroki Bunda Teresa Dari Calcutta Griya Paniki Indah (BTDC GPI) Pst. Fransiscus A Runtu Pr., melalui Pastor Rekan Pst. Yan Silvianus Koraag Pr., melantik Pelantikan Dewan Pastoral Stasi (DPS) Stasi Santo Carolus Borromeus Kima Atas, DPS Stasi Santo Petrus Mapanget Barat, wilayah rohani dan kelompok kategorial, Minggu 9 Maret 2025. 

Surat Keputusan pelantikan dibacakan oleh Kordinator DPP Bidang II Organisasi dan Kaderisasi Harold Pratasik. Pelantikan pengurus periode 2025 - 2028 itu dilaksanakan dalam misa Hari Minggu Biasa I yang dipimpin Pst. Yan Silvianus Koraag Pr. Pastor Alo sapaan akrabnya dalam misa itu berterima kasih kepada pengurus yang lama.




“Atas nama Pastor Paroki saya menyampaikan terima kasih kepada pengurus yang lama atas pelayanan dan pemberian diri dalam tugas ini. Selamat melaksanakan tugas dan selamat melayani kepada pengurus yang baru dilantik. 

“Jadilah seperti Kristus, mau melayani, berkorban bahkan hingga wafat di kayu salib,” tutur Pastor Alo.

Pengurus Stasi Santo Carolus Borromeus Kima Atas yang dilantik:

Ketua Stasi : Eusabius Lewo Kelodo

Sekretaris : Bernadus Pangkey

Bendahara : Theresia Batleyeri

Seksi Kerohanian : Deasy Tawaluyan

Anggota : Cicilia Tatawi, Nova Nortje Pantas

Seksi Pembangunan : Trophinus Porang

Anggota : Frits Muhaling, Riko Wentuk

Seksi Pengembangan Sosial dan Ekonomi : Dafrosa Nurak

Anggota : Emilia Benga Tokan, Chrisna Heice Ponomban

Kostor Stasi : Silas Patuwo

Pengurus Kaum Bapak Katolik

Ketua : Max Kumolontang

Sekretaris : Rommy Rompa

Bendahara : Frits Muhaling

Pengurus Orang Muda Katolik

Ketua : Emelinda Kumolontang

Sekretaris : Angelina Josephin Palit

Bendahara : Cristi Novia Lewo Kelodo, Frits Muhaling.

Pendamping Sekami

Koordinator : Chia Lengkong

Anggota : Sofia Widya Ningsih, Ruth Lengkong

Ketua Wilayah Rohani St. Yohanes Maria Vianney : Royke Kainde

Ketua WIlayah Rohani St. Paskalis Baylon : Weltje Sahede


Pengurus Stasi Santo Petrus Mapanget Barat yang dilantik 

Ketua Stasi : Jery Ramoh

Sekretaris : Davidson Ombuh

Bendahara I : Julien Nender

Bendahara II : Lidya Kawengian

Seksi Kerohanian :

Koordinator : Ria Enggelina Fangohoi

Anggota : Evie Ramoh, Dorothea Kambey, Maria F. Polii

Seksi Aset dan Pembangunan :

Koordinator : Christian Sadrak

Anggota : Handry Manopo, Anggi Nurhamidin

Seksi Pengembangan Sosial dan Ekonomi

Koordinator : Kamsia D. Runtukahu

Anggota : Rimadhini Maulasa, Stevania V. Montung

Pengurus Wilayah Rohani Santo Antonius dari Padua

Ketua : Henny Y. Pangkey

Sekretaris : Yul Montolalu

Bendahara : Lidya Kawengian

Seksi Kerohanian

Koordinator : Jems Wemben

Seksi Pengembangan Sosial dan Ekonomi

Koordinator : Alina Walla

Anggota : Anto Sarwono, Novi Wentuk

Pengurus Wilayah Rohani Santa Angela Merici

Ketua : Paulus Warow

Sekretaris : Maria Fransisca Polii

Bendahara : Ria Anggelina Fangohoi

Seksi Kerohanian

Michelle Mikha Wentuk

Seksi Pengembangan Sosial dan Ekonomi

Serly Pangemanan

Pengurus Wilayah Rohani Santa Perpetua

Ketua : Estephanus Dien

Sekretaris : Dorothea Kambey

Bendahara : Christian Sadrak

Seksi Kerohanian

Koordinator : Cecillia Maria Muaja

Anggota : Novena Tuwaidan, Maya Yunike Tuju, Anie Warange Mapalulo

Seksi Pengembangan Sosial dan Ekonomi

Koordinator : Merikris Mamuntu

Anggota : Henry Nelwan, Tirsa Tesalonika Taroreh.

Hadir dalam pelantikan itu DPP Bidang II, dan umat setempat.(Roy)


Rabu, 05 Maret 2025

Misa Rabu Abu di Paroki BTDC GPI Dipadati Umat




Tiga Misa Rabu ABU di pusat Paroki Bunda Teresa Dari Calcutta Griya Paniki Indah dipadati umat, Rabu 5 Maret 2025. 

Pada Misa Rabu Abu ini Pastor Yan Silvianus Koraag Pr., mengungkapkan ini sebagai awal masa Prapaskah yang ditandai dengan penerimaan abu di dahi. “Masa Prapaskah dimulai Hari Rabu Abu selama 40 hari sampai sebelum Kamis Putih,” ungkap Pastor Yan Koraag.

Lebih lanjut Pastor membeberkan Masa Prapaskah diisi dengan puasa, pantang pertobatan dan amal kasih kepada sesama.

“Aturan puasa dan pantang dari Gereja Katolik jelas dan wajib dijalankan. Bahkan umat mendapatkan kesempatan menerima Sakramen Rekonsiliasi atau Sakramen pengakuan dosa. Kesempatan ini hanya ada di gereja Katolik,” tutur Pastor Alo sapaan akrabnya.

Sementara itu Pastor Paroki Fransiscus Antonio Runtu Pr., melihat antusias umat yang hadir pada Rabu Abu mengaku sangat  luar biasa.

“Umat yang datang luar biasa jumlahnya. Tetapi diharapkan jumlah ini juga sama ketika Hari Raya Paskah sebagai puncak. Jangan sampai saat Jumat Agung nanti umat bangkit luar biasa yang datang, tetapi ketika Yesus bangkit pada Pesta Paskah, banyak umat wafat, tinggal sedikit yang masuk gereja,” ujar Pastor Angki.(Roy)


Jumat, 21 Februari 2025

Inilah Pesan Uskup Rolly Untu kepada Umat Paroki BTDC GPI, Harus Jadi Model dan Barometer Bagi Lain


Dalam perayaan HUT ke-4 Paroki Bunda Teresa dari Calcutta Griya Paniki Indah (BTDC GPI) yang berlangsung pada Jumat, 21 Februari 2025, Uskup Keuskupan Manado, Mgr. Benedictus Estephanus Rolly Untu MSC, menyampaikan pesan dan harapannya kepada seluruh umat. Ia menekankan pentingnya perjalanan bersama yang sinodal dan menginginkan paroki ini menjadi model serta barometer bagi paroki-paroki lain di Keuskupan Manado.

“Semoga paroki ini yang berjalan secara sinodal dapat menjadi model dan barometer bagi paroki lainnya. Jika umat dapat mengikuti jejak Kristus sebagai teladan, menyangkal diri, memikul salib, dan memberikan diri secara total, maka paroki ini akan terus berkembang,” ujar Uskup Rolly Untu di hadapan umat yang hadir.

Lebih lanjut, ia menyoroti keteladanan yang diberikan oleh keluarga Sumeisey-Nicolas dan Pesoth Sumeisey, yang telah memberikan segalanya untuk pembangunan gereja ini. Uskup menegaskan bahwa semangat solidaritas dan kepedulian di antara umat harus terus dipertahankan agar Paroki BTDC GPI dapat semakin berkembang dan menjadi terang serta garam bagi wilayah sekitar dan keuskupan secara keseluruhan.




“Kalau ada yang kurang beres, silakan ditegur. Itu adalah bentuk cinta untuk menjadi lebih baik, diperbaharui, dan disempurnakan,” tambahnya.

Uskup Rolly juga mengungkapkan rasa syukur atas perkembangan paroki ini yang dalam empat tahun terakhir telah bertumbuh dari 10 wilayah rohani menjadi 16 wilayah, ditambah dengan dua stasi di Mapanget Barat dan Kima Atas. Ia menyatakan bahwa pertumbuhan ini adalah buah dari pemberian diri dan solidaritas umat sejak awal berdirinya paroki.

“Jika kalian sudah cukup, bukalah hati untuk membantu umat di tempat lain yang masih membutuhkan. Kita semua dipanggil untuk memberikan diri yang terbaik bagi pengembangan paroki ini, dimulai dari keluarga,” pungkasnya.



Sebelumnya dalam homilinya pada misa syukur, Uskup Rolly Untu mengingatkan umat akan pentingnya memiliki motivasi yang benar dalam membangun kehidupan dan iman. Uskup mengungkapkan Paroki Bunda Teresa dari Calcutta Griya Paniki Indah masih muda 4 tahun, tapi tampak nyata pertumbuhan-pertumbuhan dan buahnya. Ia mengutip bacaan dari Kitab Kejadian 11:1-9 tentang menara Babel yang menggambarkan kesombongan manusia yang akhirnya berujung pada kehancuran. Pembangunan menara ini jadi kacau dan tidak jadi karena kesombongan dan ambisi manusia. Sebaliknya, ia menekankan ajaran Yesus dalam Markus 8:34 tentang tiga hal penting bagi pengikut Kristus: menyangkal diri, memikul salib, dan memberikan diri secara total.

“Untuk apa seorang memperoleh seluruh dunia tetapi kehilangan nyawanya? Lebih baik memiliki dasar hidup yang benar, yaitu pengalaman dikasihi oleh Tuhan. Dari situlah kita belajar untuk mengasihi orang lain dan saling mengampuni,” ungkapnya.

Sebagai penutup, Uskup Rolly berharap agar Paroki BTDC GPI terus berkembang dan menjadi inspirasi bagi paroki-paroki lain di Keuskupan Manado. Ia juga mengajak umat untuk membuka hati dan membantu mereka yang masih sangat membutuhkan.

Dalam misa juga Uskup didampingi Pastor Paroki Pst., Fransiscus Antonio Runtu Pr., dan Pastor Rekan Pst., Yan Silvianus Koraag Pr., melantik dan memberkati Dewan Pastoral Paroki (DPP), Dewan Keuangan Paroki (DKP), Tim Monev dan Tim Kursus Pastoral periode 2025 - 2028.(Roy)

Selasa, 18 Februari 2025

Sekilas Paroki Bunda Teresa Dari Calcutta, Griya Paniki Indah



Gereja Katolik Paroki Bunda Teresa dari Calcutta (BTDC), Griya Paniki Indah (GPI) merupakan paroki ke-73 di Keuskupan Manado. Berdirinya paroki ini berawal dari kerinduan umat Katolik di Perumahan Griya Paniki Indah (GPI) untuk memiliki tempat ibadah sendiri.

Pada 13 Maret 2016, Mgr. Yosep Suwatan MSC, yang saat itu sebagai Uskup Manado, bersama Pastor Paulus Joutje Palit Pr meletakkan batu pertama pembangunan gereja. Tanah seluas ±5.000 m² yang menjadi lokasi pembangunan gereja merupakan hibah dari Keluarga Sumeisey-Nicolaas dan Keluarga Pesoth-Sumeisey, selaku tokoh umat dan developer perumahan GPI.

Meskipun masih dalam tahap pembangunan sekitar 90%, gereja ini untuk pertama kalinya telah digunakan dalam Misa Pesta Kristus Raja se-Kevikepan Manado pada 26 November 2017, yang dipimpin oleh Mgr. Benedictus Estephanus Rolly Untu MSC dan dihadiri oleh sekitar 1.500 umat dari berbagai paroki.

Pada 6 April 2018, gereja yang saat itu masih berstatus Stasi Santa Teresa dari Kalkuta GPI, diberkati oleh Mgr. Benedictus Estephanus Rolly Untu MSC., serta diresmikan oleh Gubernur Sulawesi Utara, Olly Dondokambey SE, dan Ibu Rita Dondokambey Tamuntuan.



Selanjutnya Rabu, 25 November 2020, Bapak. Wolf F Sumeisey menyerahkan 3 berkas sertifikat tanah dimana gedung gereja berdiri kepada Bapa Uskup Keuskupan Manado, Mgr. Benedictus Estephanus Rolly Untu MSC, sebagai bentuk legalitas kepemilikan gereja.

Perjalanan menuju paroki mandiri terus berlanjut, hingga pada 21 Februari 2021, Hari Minggu Prapaskah Pertama, Paroki Santa Teresa Dari Kalkuta Griya Paniki Indah dimekarkan dari Paroki Yesus Gembala Baik Paniki dan diresmikan oleh Uskup Keuskupan Manado Mgr. Benedictus Estephanus Rolly Untu MSC sesuai Surat Keputusan nomor 17/U/SK/II/2021 tanggal 16 Februari 2021. Tiga stasi, yaitu masing-masing Stasi Bunda Teresa dari Kalkuta GPI, Stasi Santo Petrus Mapanget Barat, Stasi Santo Carolus Boromeus Kima Atas, kemudian menjadi satu bagian dan diresmikan sebagai Paroki Bunda Teresa dari Calcutta, GPI. Uskup kemudian menunjuk Pastor Petrus Tinangon Pr., sebagai Pastor Paroki sesuai Surat Keputusan Uskup Keuskupan Manado nomor 19/U/SK/II/2021 tanggal 17 Februari 2021.





Pada 21 Februari 2021 itu juga Paroki Santa Teresa dari Kalkuta, Griya Paniki Indah, Manado kemudian berganti nama menjadi Paroki Bunda Teresa dari Calcutta sesuai surat keputusan (SK) Uskup Manado Mgr. Benedictus Estephanus Rolly Untu MSC., nomor 17/U/SK/II/2021 yang ditandatangani tanggal 16 Februari 2021 dan berlaku sejak 21 Februari 2021. 

Pada Hari Minggu Hari Raya Pentakosta, 23 Mei 2021 Uskup Manado Mgr., Benedictus Estephanus Rolly Untu MSC., kembali melaksanakan misa dan melantik serta mengutus DPP Paroki Bunda Teresa Dari Calcutta GPI untuk pertama kali.

Paroki Bunda Teresa Dari Calcutta, Griya Paniki Indah, Manado awalnya memiliki 17 Wilayah Rohani, mencakup Pusat Paroki memiliki 12 wilayah rohani (WR) yang terdiri dari:

  1. WR Santo Ambrosius, 

  2. WR Santo Thomas Becket, 

  3. WR Santo Yohanes Rasul dan Penginjil, 

  4. WR Santa Maria Ratu Rosari, 

  5. WR Santa Elisabeth, 

  6. WR Santa Ursula, 

  7. WR Santo Fidelis Sigmaringen, 

  8. WR Santo Athanasius, 

  9. WR Santa Lidwina, 

  10. WR Santo Valentinus, 

  11. WR Santo Mikael 

  12. WR Santa Maria Ratu Pencinta Damai. 

Stasi Santo Petrus Mapanget Barat memiliki tiga Wilayah Rohani yakni:

  1. WR Santa Perpetua, 

  2. WR Santa Angela Merici 

  3. WR Santo Antonius dari Padua. 

Stasi Santo Carolus Boromeus, Kima Atas memiliki dua Wilayah Rohani yakni:

  1. WR Santo Yohanes Maria Vianney 

  2. WR Santo Paskalis Baylon. 

Menjelang akhir tugasnya sebagai Pastor Paroki, Pst. Petrus Tinangon Pr kemudian memekarkan 12 wilayah rohani di pusat paroki menjadi 16 wilayah rohani dalam rapat DPP, Sabtu 25 November 2023. Jumlah keseluruhan wilayah rohani Paroki Bunda Teresa Dari Calcutta GPI menjadi 21 wilayah rohani dengan bertambahnya 4 wilayah rohani masing-masing: 

  1. Santa Verena, 

  2. Santa Helena, 

  3. Santo Padre Pio, 

  4. Santo Lorenzo Ruiz.




Saat ini, Paroki Bunda Teresa dari Calcutta mencakup beberapa perumahan di 5 kelurahan di Kecamatan Mapanget, yaitu:

  • Paniki Bawah

  • Buha

  • Bengkol

  • Kima Atas

  • Mapanget Barat

Dalam perjalanannya, Paroki Bunda Teresa dari Calcutta telah mengalami sudah beberapa pergantian Pastor Paroki, yaitu:

  1. Pastor Piet Petrus Tinangon Pr (2021 – 12 Mei 2024) 

  2. Pastor Johanes Josep Montolalu Pr (Pelaksana Tugas, 12 Mei 2024 – 25 Agustus 2024), SK Uskup Keuskupan Manado nomor 29/U/SK/V/2024 tanggal 12 Mei 2024.

  3. Pastor Fransiscus Antonio Runtu Pr (25 Agustus 2024 – sekarang), SK Uskup Keuskupan Manado nomor 80/U/SK/8/2024 tanggal 12 Agustus 2024.






Tahun 2024 jumlah umat sebanyak 1.596 jiwa dalam 467 keluarga.

Awal tahun 2025 setelah dilakukan pendataan kembali jumlah umat sebanyak 1.456 dalam 424 keluarga.


(Tim Komsos GPI)

 

Minggu, 09 Februari 2025

Pastor Fransiscus Runtu Ingatkan Pentingnya Kronik Dalam Sebuah Sejarah

 

Pastor Fransiscus Antonio Runtu Pr.

 

Sejarah tidak akan lestari tanpa catatan. Hal ini ditekankan oleh Pastor Paroki Bunda Teresa Dari Calcutta Griya Paniki Indah (BTDC GPI) Pst. Fransiscus Runtu Pr., mengingatkan betapa pentingnya kronik dalam mendokumentasikan perjalanan suatu komunitas, khususnya dalam kehidupan gereja.

Kegiatan dari Bidang IV DPP ini dihadiri Koordi Bidang IV Donny O Mamahit dan Komsos, Pastor Rekan PSt., Silvianus Yan Koraag Pr., dan diikuti para ketua, sekretaris serta utusan Wilayah Rohani serta Kelompok Kategorial.

“Setiap kegiatan yang bersifat rutin dan strategis perlu didokumentasikan,” sebut Pastor Fransiscus dalam kegiatan sosialisasi pembuatan kronik dan penggunaan media sosial dalam pewartaan serta penjaringan anggota Komsos, Selasa 4 Februari 2025 di aula pastoran. 

Menurut Pastor, tanpa pencatatan yang baik, generasi mendatang akan kehilangan jejak sejarah mereka sendiri. 

“Banyak paroki merayakan 100 tahun, 150 tahun, bahkan 200 tahun keberadaannya. Namun, jika tidak ada dokumen yang mencatat tonggak-tonggak sejarah tersebut, bagaimana generasi berikutnya mengetahui dan memahami perjalanan panjang komunitas mereka?,” tutur Pastor Angki sapaan akrabnya.


Lanjutnya, kronik bukan sekadar catatan biasa; ia menjadi bukti nyata bahwa suatu peristiwa pernah terjadi. Pastor Fransiscus mencontohkan bahwa gereja tidak hanya merayakan usia berdirinya saja, tetapi sebenarnya ada peristiwa penting lainnya, seperti 100 tahun baptisan pertama. Walaupun orang yang dibaptis sudah tidak ada, catatan tersebut tetap menjadi penanda sejarah yang menunjukkan sejak kapan gereja ini berkembang.

“Maka apa yang ada dalam catatan gereja atau didokumentasikan sangatlah penting,” ungkapnya.

Lebih lanjut dijelaskan Pastor Angki, dalam dunia modern, dokumentasi sering kali hanya berupa foto atau rekaman video. Namun, menurutnya, foto saja tidak cukup karena tidak mempresentasikan apa yang sebenarnya terjadi. “Banyak foto diambil, tetapi apa yang sebenarnya terjadi dalam foto itu? Mengapa foto itu diambil? Dalam rangka apa?” ujarnya, seraya menambahkan foto hanya menangkap momen, tetapi tidak menjelaskan latar belakang, makna, dan dampak dari suatu peristiwa. Menulis tentang suatu peristiwa memberikan konteks yang lebih kaya dibandingkan hanya menyimpan gambar tanpa keterangan.

Pastor Fransiscus menegaskan bahwa menulis kronik tidak harus rumit. Cukup dengan menjawab enam pertanyaan dasar, yaitu:

  • Kapan (Waktu kejadian)

  • Apa (Peristiwa yang terjadi)

  • Siapa (Orang atau pihak yang terlibat)

  • Di mana (Lokasi peristiwa)

  • Mengapa (Alasan atau latar belakang kejadian)

  • Bagaimana (Cara atau proses terjadinya peristiwa)

Menurut Pastor Angki, unsur-unsur ini bisa ditulis dalam bentuk singkat, bahkan hanya satu kalimat per poin. Unsur-unsur itu bisa ditukar-tukar penempatannya. Terpenting bukan panjangnya tulisan, tetapi kebiasaan untuk mencatat setiap peristiwa penting yang terjadi.

Sebagai contoh, Pastor Fransiscus mengingat kembali jurnal kebun seminari yang ia buat saat bertugas di Seminari Kakaskasen pada tahun 1999. “Catatan itu dibuat setahun setelah saya ditahbiskan sebagai imam dan kini, 25 tahun kemudian, masih menjadi referensi berharga. Ini membuktikan bahwa kronik bukan hanya bermanfaat untuk saat ini, tetapi juga untuk masa depan,” paparnya juga menambahkan setiap dua bulan buku kronik itu akan dikumpul.

Pastor Angki Runtu mengakui ke depan, pencatatan kronik dapat dilakukan secara digital jika gereja memiliki platform dan server yang memadai. Dengan digitalisasi, catatan akan lebih mudah diakses, disimpan dengan aman, dan diwariskan ke generasi berikutnya tanpa risiko hilang atau rusak.(Roy)


Pastor Fransiscus Runtu Ingatkan OMK Paroki BTDC GPI Utamakan Soliditas


Pastor Paroki Bunda Teresa Dari Calcutta Griya Paniki Indah (BTDC GPI) Pst., Fransiscus Antonio Runtu Pr., melaksanakan pertemuan dengan perdana dengan Orang Muda Katolik (OMK) se-paroki, Minggu 9 Februari 2025 di Belantaria Restoran.

Pertemuan ini difasilitasi dan merupakan program Bidang II Organisasi dan Kaderisasi DPP.

“Soliditas itu sangat perlu. Kalau sudah ada soliditas tentunya gampang membuat program tahunan. Perlu identifikasi kebutuhan, keperluan kemudian direncanakan. Apa yang telah diprogramkan tahun ini, kalau perlu ditambah, silahkan yang penting ada soliditas. Apa yang kalian butuh tentunya paroki akan berusaha memenuhi. Pemenuhan hrapan berarti ada harapan,” ungkap Pastor Angki memotivasi para OMK. 

Lanjutnya OMK ada di bawah Korbid II dan dirinya berharap Paroki Bunda Teresa Dari Calcutta Griya Paniki Indah menjadi teladan dalam banyak hal. 



“Saya ingin Paroki GPI menjadi teladan dalam banyak hal. Kegiatan tidak perlu banyak yang penting dapat membangun soliditas dan melatih kepemimpinan atau kaderisasi. Kaderisasi itu belajar mengorganisir. Anggota OMK perlu didata semua. Saya suka orang muda ini boleh tampil di mana saja,” tutur Pastor Angki.

Pada kesempatan itu Koordinator Bidang II Harold Pratasik bersama anggota Bidang II Gracia Kelana juga memaparkan program kerja paroki yang telah disetujui. Pada bagian akhir dilakukan pemilihan ketua OMK Paroki. Dari tiga orang terpilih, ternyata yang menyatakan bersedia hanyalah Risto Pratasik.





Hadir dan ikut memotivasi OMK saat itu Pastor Rekan Pst., Silvianus Yan Koraag Pr. “Komitmen sangat perlu dalam berorganisasi. Kalau kita komitmen tentunya semua program bisa dilaksanakan,” sebut Pastor Yan Koraag.

Kegiatan tersebut diikuti OMK Pusat Paroki dan OMK Stasi Santo Petrus Mapanget Barat serta OMK Stasi Santo Carolus Borromeus Kima Atas.(Roy)


Rabu, 05 Februari 2025

Pesta Pelindung dan HUT ke-6 WKRI Ranting Santa Agatha


Wanita Katolik Republik Indonesia (WKRI) Ranting Santa Agatha, Paroki Bunda Teresa Dari Calcutta, Griya Paniki Indah (BTDC GPI) diingatkan untuk meneladani pelindung mereka. Hal itu diungkapkan dalam perayaan pesta pelindung dan HUT ke-6 WKRI Ranting Santa Agatha, Rabu 5 Februari 2025.

Perayaan syukur dilaksanakkan melalui misa yang dipimpin Pastor Rekan Pst. Silvianus Yan Koraag, Pr dan dihadiri oleh Pastor Paroki Pst. Fransiscus Antonio Runtu, Pr di rumah ibu Daisy Karnyoto. Dalam homilinya, Pastor Yan Koraag, mengingatkan soal teladan Santa Agatha yang rela mati untuk mempertahankan imannya. Santa Agatha menurutnya adalah contoh luar biasa tentang keteguhan iman dan kesetiaan kepada Kristus, meski menghadapi penderitaan yang luar biasa “Santa Agatha rela berkorban untuk mempertahankan kesuciannya, begitu juga dengan kita harus mempertahankan iman kita,” tutur Pastor Yan Koraag.

Sementara Pastor Paroki, Pst. Fransiscus Antonio Runtu merefleksikan teladan Santa Agatha yang berani menjadi martir di usia begitu muda yaitu 22 tahun. "Sebab Aku sepenuhnya adalah milik-Mu, itu betul dan sangat tepat. Tema ini menyatakan dan sebuah pengakuan iman bahwa kita sepenuhnya milik Tuhan, maka kita juga harus setia dengan kehendak-Nya,” sebut Pastor Angki.

Hadir dalam perayaan syukur itu Koordinator Bidang I Marcelinus Kanto, Koordinator Bidang II Harold Pratasik, Ketua WKRI Cabang Bunda Teresa Joice Runtuwene, serta para ketua ranting dan Komsos Paroki.(Roy)