Senin, 28 Agustus 2023

WAFATNYA SANTO YOHANES PEMBAPTIS

 29 Agustus 


Yohanes Pembaptis adalah ponakan dari Bunda Maria, ibu Yesus Kristus. Ibu dari Yohanes pembaptis yaitu Elisabeth adalah saudara sepupuh Bunda Maria. Sedangkan ayah dari Yohanes adalah Zakaria, seorang imam di Bait Allah Yerusalem. 

Kelahiran Yohanes telah disampaikan malaikat Gabriel kepada Elisabeth dan Zakaria, bahwa Allah akan mengaruniakan anak laki-laki bagi mereka yang kelak akan menyiapkan umat Israel menyambut kedatangan Sang Mesias. Tetapi imam Zakaria kurang percaya sehingga menjadi bisu sampai kelahiran anaknya. Ketika masih dalam kandungan ia melonjak kegirangan sewaktu Bunda Maria berkunjung ke rumah ibunya (Luk 1 : 41), dan kelahirannya (Luk 1 : 57 - 66).

Yohanes adalah utusan Allah yang mendahului Yesus. Yesus sendiri mengatakan, “Di antara mereka yang dilahirkan oleh wanita tidak pernah tampil seorang yang lebih besar daripada  Yohanes Pembabtis.” (Mat 11,11).

Setelah dewasa, Yohanes muncul sebagai seorang pengkotbah di tepi sungai Yordan. “Bertobatlah, sebab Kerajaan Allah sudah dekat!” (Mat 3:2)

Pengikut Yohanes banyak sekali, termasuk orang-orang yang kemudian dipilih Yesus menjadi RasulNya. Yesus sendiri datang minta dibaptis olehnya. Yohanes mulanya menolak, namun Yesus meyakinkankannya : "Biarlah hal itu terjadi, karena demikianlah sepatutnya kita menggenapkan seluruh kehendak Allah." (Mat 3 :14)

Yohanes dipenjarakan, karena mengecam pernikahan raja Herodes Antipas dengan Herodias, istri saudara sepupunya. Dari dalam penjara Yohanes mengikuti gerakan Yesus melalui murid-muridnya yang dengan setia mengunjunginya. Yohanes akhirnya dipenggal Herodes Antipas akibat akal busuk dari Herodias dan puterinya Salome. 


SANTO AGUSTINUS, USKUP DAN PUJANGGA GEREJA

 28 Agustus


Santo Agustinus adalah Bapa Gereja purba yang terkenal. Ia lahir di Tagaste, Afrika Utara 13  November 354 dari ibunya, Santa Monika. Semenjak kecil Agustinus sudah menampilkan kecerdasan yang tinggi. Namun hidupnya tidak lagi tertib oleh aturan moral, karena ia menganut aliran Manikeisme, suatu sekte dari Persia yang mengajarkan bahwa semua barang material adalah buruk. 

Minatnya pada ajaran ini berakhir ketika ia menyaksikan kebodohan Faustus, seorang pengajar Manikeisme. Agustinus kemudian meragukan semua kebenaran agama-agama. Tahun 383 ia pergi ke Roma lalu ke Milano, kota pemerintahan dan kota kediaman Uskup Ambrosius untuk mengajar ilmu retorika. Banyak orang Roma datang mendengarkan kuliah dan pidatonya. Pada umur 30 karier Agustinus semakin bersinar dia sebagai profesor yang disegani di kota Milano. Perkenalan dengan Uskup Santo Ambrosius, seorang mantan gubernur yang saleh akhirnya mengubahnya. Hatinya tersentuh dan tertarik mendengarkan kotbah-kotbah serta ajaran Uskup Ambrosius. 

Suatu hari, ia mendengar suara ajaib seorang anak menyuruhnya mengambil kitab Injil dan membacanya. Ia segera membuka dan membaca kitab injil itu. “Marilah kita hidup sopan seperti pada siang hari, jangan dalam pesta pora dan kemabukan, jangan dalam perselisihan dan iri hati. Tetapi kenakanlah Tuhan Yesus Kristus sebagai perlengkapan senjata terang dan janganlah merawat tubuhmu untuk memuaskan keinginannya.” (Rom 13:13-14).

Agustinus yang telah banyak mendalami filsafat itu akhirnya terbuka pikirannya dan melihat kebenaran sejati, yakni wahyu ilahi yang dibawakan Yesus Kristus. Ia kemudian bertobat dan bersama dengan sahabatnya Alipius, dipermandikan pada 24 April 387 oleh Santo Ambrosius. 

Suara hatinya terus mendorong dia agar memperbaiki cara hidupnya  dengan meneladani Santo Antonius dari Mesir. Tahun 388, ia kembali ke Afrika bersama ibunya Monika. Ibunya Santa Monika meninggal dunia di kota pelabuhan Ostia. Tahun-tahun pertama di Afrika, ia bertapa dan banyak berdoa bersama beberapa orang rekannya. Semua harta kekayaannya dijual dan dibagikan kepada seluruh orang miskin papah. Selanjutnya atas desakan Uskup Valerius dan umat, Agustinus kemudian ditabhiskan menjadi imam pada tahun 391 dan bertugas sebagai pembantu uskup di kota Hippo. Setelah empat tahun bertugas pada 395, ia dipilih menjadi Uskup Hippo menggantikan uskup yang meninggal. Selama 35 tahun ia menjadi pusat kehidupan keagamaan di Afrika.

Rahmat Tuhan atas dirinya dimuliakannya di dalam berbagai bentuk kidung dan tulisan yang meliputi 113 buku, 218 surat dan 500 buah kotbah. Banyaknya orang berdosa yang bertobat karena membaca tulisan-tulisannya. Kotbah-kotbahnya adalah warisan gereja yang berharga. Diantara buku-bukun karangannya yang paling terkenal adalah “Pengakuan-pengakuan“ dan “Kota Tuhan”. Tulisan-tulisannya itu hingga kini dianggap oleh para ahli filsafat dan teologi sebagai sumber penting dari pengetahuan rohani. Semua kebenaran iman Kristiani diuraikan secara tepat dan mendalam sehingga mampu menggerakkan hati orang.

Uskup Agustinus sangat menaruh perhatian besar pada umatnya terutama yang miskin dan melarat, sehingga dia mendirikan asrama dan rumah sakit pertama di Afrika Utara. Agustinus meninggal dunia pada tanggal 28 Agustus 430 ketika bangsa Vandal mengepung Hippo. Jenazah Agustinus dimakamkan di basilik Santo Petrus. 


Minggu, 27 Agustus 2023

Lomba Mazmur Paroki BTDC-GPI Dimenangkan WR Sta Angela Merici


Lomba mendaraskan Mazmur dalam rangka pesta pelindung Paroki Bunda Teresa Dari Calcutta Griya Paniki Indah (BTDC-GPI) 2023 dimenangkan Wilayah Rohani Sta Anggela Merici dari Stasi St Petrus Mapanget Barat, Minggu (27/08/2023).

Tak tanggung-tanggung panitia mengundang Ketua Musica Sacra, Pastor Harry Singkoh MSC sebagai juri tunggal dalam lomba ini. Dari 17 wilayah rohani yang mengikuti lomba menghasilkan tiga pemenang. Juara 1 Wilayah Rohani Sta Angela Merici, juara 2 Wilayah Rohani St Mikael dan juara 3 Wilayah Rohani  St Fidelis dari Sigmaringen.

Menurut Past Harry Singkoh ada beberapa catatan dari lomba ini. Umumnya peserta sudah membawakan Mazmur dengan baik. “Ada peserta yang memang memiliki power yang besar, ada yang tidak terlalu besar. Nada-nada juga harus tepat, begitu warna nada. Pemenggalan kalimat harus tepat. Kemudian sikap saat masuk dan naik serta turun altar,” tutur Singkoh.

Umat wilayah-wilayah rohani juga ikut memberi dukungan pada pesertanya. Bahkan Pastor Paroki Pst Petrus Tinangon PR dan Frater Dirros Pugon PR ikut memantau secara langsung lomba ini.(Roy)

Sabtu, 26 Agustus 2023

SANTA MONIKA

 27 Agustus


Santa Monika, ibu dari Santo Agustinus dari Hippo, adalah seorang ibu teladan karena iman dan cara hidupnya yang patut dicontoh oleh ibu-ibu Kristen terutama mereka yang anaknya tersesat oleh berbagai ajaran dunia yang menyesatkan. 

Monika lahir di Tagaste, Afrika Utara dari keluarga Kristen yang saleh dan beribadat. Namun kehidupannya bersama suaminya Patrisius, Monika mengalami tekanan batin yang hebat karena ulah Patrisius dan anaknya Agustinus. Usaha keras Monika mendidik Agustinus menjadi seorang pemuda yang luhur budinya dicemooh suaminya Patrisius. Baru pada saat-saat terakhir hidupnya, Patrisius bertobat dan minta dipermandikan. Monika sungguh bahagia dan mengalami rahmat Tuhan pada saat-saat kritis suaminya.

Agustinus berusia 18 tahun dan sedang menempuh pendidikan di kota Kartago, cara hidupnya semakin menggelisahkan hati ibunya karena telah meninggalkan imannya dan memeluk ajaran Manikeisme. Di luar perkawinan yang sah, ia hidup dengan seorang wanita hingga melahirkan seorang anak yang diberi nama Deodatus. Kendati Agustinus pergi ke Italia untuk menghindarkan diri, namun tetap tidak luput dari doa ibunya.

Monika kemudian meminta bantuan kepada seorang uskup. “Pergilah kepada Tuhan! Sebagaimana engkau hidup, demikian pula anakmu, yang bagimu telah kau curahkan banyak air mata dan doa permohonan, tidak akan binasa. Tuhan akan mengembalikannya kepadamu,” kata uskup itu.

Selanjutnya Monika mengikuti anaknya di Roma maupun di Milano. Di Milano, Monika berkenalan dengan Uskup Santo Ambrosius. Oleh teladan dan bimbingan Ambrosius, Agustinus akhirnya bertobat dan bertekad untuk hidup hanya bagi Allah dan sesamanya. Bagi Monika saat itu merupakan puncak dari segala kebahagiaan hidupnya.

“Anakku, bagi ibu sudah ada sesuatu pun di dunia ini yang memikat hatiku. Ibu tidak tahu untuk apa mesti hidup lebih lama. Sebab, segala harapan ibu di dunia ini sudah terkabul,” kata Monika pada Agustinus.

Menurut Monika, satu-satunya alasan yang membuat dirinya masih ingin hidup sedikit lebih lama lagi ialah karena mau melihat Agustinus menjadi seorang Kristen sebelum sebelum dirinya meninggal. “Anakku, satu-satunya yang kukehendaki ialah agar engkau mengenangkan daku di Altar Tuhan,” sebut Monika.

Monika meninggal dunia di Ostia, Roma. Santa Monika memberikan teladan kepada kita bahwa doa yang tak kunjung putus pasti akan didengarkan Tuhan.


WR St Mikael Juarai Tenis Meja Paroki BTDC-GPI

 


Wilayah Rohani (WR) Santo Mikael berhasil menjuarai lomba tenis meja dalam rangka pesta pelindung Paroki Bunda Teresa Dari Calcutta Griya Paniki Indah (BTDC-GPI) 2023, Sabtu (26/08/2023).

Lomba tenis meja ini diikuti oleh 16 dari 17 wilayah rohani di Paroki Bunda Teresa Dari Calcutta GPI dengan mempertandingakan ganda dan singel. Lomba kali ini penuh kejutan. Karena para para juara tahun 2022 lalu bertumbangan. Bahkan tim yang menduduki posisi juara didominasi dari Stasi. Sedangkan tim wilayah rohani dari pusat paroki hanya menduduki posisi juara 3.

Hasil lomba tersebut juara 1 Wilayah Rohani St. Mikael, juara 2 Wilayah Rohani Sta. Perpetua, juara 3 Wilayah Rohani St Yohanes Rasul Pengarang Injil dan juara 4 Wilayah Rohani Sta Angela Merici.

Pertandingan tenis meja ini menarik perhatian dan antusias umat. Masing-masing umat wilayah rohani memberi dukungan pada tim mereka.(Roy)

Rabu, 23 Agustus 2023

SANTO BARTOLOMEUS, RASUL

 24 Agustus


Santo Bartolomeus adalah salah seorang dari kedua belas Rasul murid Tuhan Yesus. Bartolomeus berarti ‘Anak Tolmai juga disebut sebagai Natanael dalam Injil Yohanes. Bartolomeus atau juga Natanael adalah sahabat karib Filipus yang kemudian mengikuti Yesus (Yoh 1: 45–51). Dalam perjanjian baru, nama Bartolomeus ditemukan pada ketiga Injil Sinoptik: Matius 10:3, Markus 3:18 dan Lukas 6:14, dan didalam Kisah Para Rasul 1:13. Bartolomeus adalah seorang petani dari Kana, sebuah kampung yang cukup jauh dari tasik Genesareth. 

Yohanes dalam injilnya menggambarkan Bartolomeus sebagai seorang yang jujur dan tulus. Bahkan oleh Yesus dia disebut ‘Orang Israel sejati’, yang kemudian menjadi murid setiawan Yesus. Pada peristiwa penampakan Yesus kepada 7 orang rasulNya di tepi danau Tiberias, Natanael juga hadir menyaksikan peristiwa itu. Begitu juga pada hari Pentekosta, oleh kekuatan Roh Kudus, Bartolomeus menjadi salah satu pendekar Gereja yang mewartakan Injil ke berbagai tempat.

Bartolomeus mewartakan Injil Kristus di belahan dunia timur diantaranya India, Likaonia, Asia Kecil, Armenia, Albanopolis, tepi Laut Kaspia, Mesopotamia, Mosul (Kurdi, Irak), Babilonia, Kaldea, Arab dan Persia.

Bartolomeus mati sebagai martir di Albanopolis, Armenia. Ia mati setelah dikuliti hidup-hidup dan disalib dengan kepala di bawah.


SANTA ROSA DA LIMA

 23 Agustus

Santa Rosa da Lima bernama asli Isabella de Flores yang lahir di Lima, Peru pada tanggal 20 April 1586. Isabella merupakan gadis cantik, puteri bungsu dari pasangan Gaspar Flores dan Maria Olivia. Sehingga ia disebut dengan nama ‘Rosa’ yang berarti ‘bunga mawar’. 

Nama yang manis ini kontras sekali dengan cara hidup yang keras untuk mengambil bagian dalam penderitaan Kristus. Orangtuanya yang tergolong kaya itu kemudian mereka jatuh miskin karena bangkrut dalam usaha dagang yang dikelola sang ayah.

Rosa terpaksa harus bekerja membantu orangtuanya. Selain bekerja di kebun, ia juga menjahit untuk sekedar memenuhi kebutuhan keluarganya. Dalam perjalanan hidup selanjutnya, Rosa merasakan suatu gejolak batin yang mendorongnya untuk mengikuti jejak Kristus.

Ia berpuasa tiga hari seminggu dan berpantang dari buah-buahan. Wajahnya yang cantik molek itu sering dicorengnya dengan kapur agar tampak tidak menarik. Ia berjuang keras melawan keinginan orangtuanya untuk menikahkannya dengan seorang pemuda.

Rosa kemudian mengikrarkan kaul keperawanan dan masuk ordo ketiga Santo Dominikus yang tidak menuntut anggota-anggotanya menjalani kehidupannya dalam biara.

Rosa mendirikan sebuah pondok di kebunnya dan hidup di sana sebagai seorang pertapa sampai berusia 28 tahun. Cara hidup Rosa sangat keras, lebih banyak menggunakan waktunya untuk berdoa dan bertapa. Ia hanya tidur selama dua jam di atas ranjang yang ditaburi dengan pecahan-pecahan kaca. Pantang dan puasa yang keras membuatnya sangat lemah. Rosa menghembuskan nafasnya terakhir pada 24 Agustus 1617 di Lima. Ia dinyatakan ‘kudus’ oleh Sri Paus Klemens X (1670–1676) pada tanggal 12 April 1671.


Minggu, 20 Agustus 2023

Serba serbi Seputar Pesta Pelindung

 























Lomba Cerdas Cermat di Paroki BTDC-GPI Dimenangkan Wilayah Rohani YRP


Pesta pelindung Paroki Bunda Teresa Dari Calcutta Griya Paniki Indah (BTDC-GPI) tahun 2023 ini juga diisi dengan lomba Cerdas Cermat Pengetahuan Agama Katolik (CCPAK) yang dimenangkan Wilayah Rohani Yohanes Rasul Penginjil (YRP).

Tim juri dalam lomba tersebut bidang kerohanian. Wilayah Rohani sebanyak 17 regu dibagi menjadi 4 grup. Sementara tiap regu berjumlah 3 orang yang terdiri dari 1 bapak, 1 ibu dan 1 anak. Dimana juara masing-masing grup berhak duduk di kursi final. Empat Wilayah Rohani yang masuk dalam babak final yaitu Wilayah Rohani Santo Yohanes Rasul Penginjil, Wilayah Rohani Santo Fidelis dari Sigmaringen, Wilayah Rohani Santa Ursula dan Wilayah Rohani Santa Angela Merici. Juara CCPAK tahun ini diraih Wilayah Rohani Santo Yohanes  Rasul Penginjil yang diketuai Abraham Patayoan menggusur juara tahun 2022 lalu yaitu Wilayah Rohani Santo Fidelis dari Sigmaringen.


Umat Paroki Bunda Teresa Dari Calcutta Griya Paniki Indah (BTDC-GPI) hingga dari kedua stasi sangat  antusias melihat secara langsung lomba ini dan memberi semangat pada peserta mereka masing-masing wilayah rohani. Bahkan Pastor Paroki Pst. Petrus Tinangon PR dan Frater Dirros Pugon PR juga mengikuti secara langsung lomba tersebut.

Juri kegiatan tersebut Sales Tapobali yang juga pengurus bidang kerohanian mengungkapkan tujuan lomba ini untuk meningkatkan pengetahuan umat terutama soal agama katolik.(Roy)

Senin, 14 Agustus 2023

SANTO TARSISIUS (PELINDUNG MISDINAR)

15 Agustus

Santo Tarsicius adalah seorang putera altar (akolit) yang berasal dari Romawi. Santo Tarsicius menerima mahkota kemartirannya saat sedang menghantarkan Sakramen Ekaristi bagi para tahanan kristiani yang akan dihukum mati. Kemartirannya terjadi pada masa penganiayaan umat Kristiani, pertengahan abad ketiga, pada masa pemerintahan kaisar Valerianus.  

Setelah misa di katakombe, pastor yang memimpin misa bertanya siapakah yang rela ke penjara mengantar roti kudus untuk para tahanan di penjara. Karena para tahanan itu, akan dilemparkan ke tengah singa lapar. Mereka berharap sebelum mati, mereka menerima santapan kekal, Tubuh Tuhan yang Mahakudus.

Setelah mendapat restu ibunya, Tarsisius pun menawarkan dirinya kepada pastor. Tarsisius berdiri dan berkata, “Pastor, biarkan aku ke sana membawa Tubuh Kristus untuk saudara-saudara kita.” Awalnya Pastor enggan, karena Tasicius masih terlalu kecil, baru berusia  10 tahun. Tetapi Tarsisius berusaha meyakinkan pastor. “Percayalah, Pastor. Saya akan berhati-hati dan menjaga Ekaristi Mahakudus ini supaya tiba dengan selamat.” 

Imam lalu membungkus Sakramen Mahakudus dan memberikannya kepada Tarsisius. Perjalanan melewati daerah serdadu Romawi aman. Halangan muncul, justru saat melewati sebuah lapangan tempat teman-teman Tarsisius sedang bermain. Teman-temannya mengajaknya bermain. Tetapi Tarsisius menolak. Teman-temannya berusaha merebut Sakramen Mahakudus dari tangan Tarsicius. Tetapi bocah itu semakin kuat mempertahankannya. Mereka merajam Tarsisius dengan batu berkali-kali hingga jatuh tak sadarkan diri dengan masih memeluk Sakramen Mahakudus.

Saat itu muncul seorang serdadu Romawi yang baru saja bertobat. Serdadu Romawi yang sebelumnya telah menawarkan diri untuk membawa Sakramen Mahakudus itu ternyata mengikuti Tarsisius dari jauh. Ia menggendong Tarsisius yang sudah tak sadarkan diri. Tarsisius berkata, “Tubuh Kristus masih di tanganku.” Setelah mengatakan itu, Tarsisius menutup matanya dan meninggal dalam perjalanan pulang menuju katakombe. Jasadnya dimakamkan di katakombe Santo Kalisitus, Roma. Sebuah Prasasti yang indah dikemudian hari dibangun oleh Paus Damasus dimakamnya.   


SANTA PERAWAN MARIA DIANGKAT KE SURGA

 15 Agustus

Pesta Maria diangkat ke Surga, kita diajak Gereja untuk merenungkan perbuatan besar yang dikerjakan Allah bagi Maria, Bunda Kristus dan Bunda seluruh umat beriman. Maria telah dipilih Allah sejak awal mula untuk menjadi Bunda PuteraNya, Yesus Kristus.

Allah menghindarkannya dari noda dosa asal dan mengangkatnya jauh di atas para malaikat dan orang kudus.Gereja percaya bahwa Allah mengangkat Maria ke surga dengan jiwa dan badan, karena peranannya yang luar biasa dalam karya penyelamatan dan penebusan Kristus. Kebenaran iman ini dimaklumkan sebagai dogma dalam Konstitusi Apostolik Munificentissimus Deus oleh Sri Paus Pius XII (1939-1958) pada tanggal 1 November 1950.

Persatuan mesra Maria dengan Yesus, Puteranya, khususnya semasa Yesus masih kecil, diyakini tidak mungkin tidak diteruskan selama-lamanya. Selaku Puteranya, Yesus tentu menghormati ibuNya, bukan hanya BapaNya. 

Pesta Maria Diangkat ke Surga sudah populer sekali di kalangan Gereja Timur pada abad ke VIII.

Konsili Vatikan II bicara juga tentang Dogma Maria Diangkat ke Surga. Konsili mengatakan: “Akhirnya, sesudah menyelesaikan jalan kehidupannya yang fana, Perawan Tak Tercela, yang senantiasa kebal terhadap semua noda dosa asal, diangkat ke kejayaan surgawi dengan badan dan jiwanya” Lumen Gentium (LG) No.59.

Dalam Lumen Gentium Nomor 68 tertulis: “Bunda Yesus telah dimuliakan di surga dengan badan dan jiwa, dan menjadi citra serta awal penyempurnaan Gereja di masa datang. Begitu pula dalam dunia ini-sampai tiba hari Tuhan (bdk. 2Ptr 3:10)-, ia bersinar gemilang sebagai tanda harapan yang pasti dan tanda hiburan bagi umat Allah yang sedang berziarah”.

Yesus yang sungguh Allah dan sungguh Manusia sekarang bertahkta di surga sebagai Raja yang berkuasa di surga dan di dunia. Maria, ibuNya menyertai Dia dengan setia dalam seluruh karyaNya di tengah-tengah manusia kini bertahkta juga di surga sebagai Ratu Surgawi, yang mendoakan kita di hadapan PuteraNya dan menolong kita dalam semua kedudukan kita.