Selasa, 04 Februari 2025

Santa Agatha, Perawan dan Martir.

5 Februari





  


Santa Agatha adalah seorang gadis cantik dari Sisilia pada abad ketiga. Agata adalah puteri seorang bangsawan kaya yang berkuasa di Palermo atau Kantania, Sisilia. Ia menjadi seorang Martir pada masa pemerintahan kaisar Decius (249 - 251). Penderitaan itu berawal dari peristiwa penolakannya terhadap lamaran Quintianus, seorang pejabat tinggi kerjaan Romawi, Gubernur dari Provinsi Sisilia. Quintianus mendengar kabar tentang kecantikan Agatha menyuruh orang untuk membawanya ke istana untuk dinikahinya. Namun Agatha menolak lamaran itu karena ia telah berjanji untuk tetap hidup suci di hadapan Tuhan. Ia berdoa, “Yesus Kristus, Tuhanku, Engkau melihat hatiku dan Engkau mengetahui kerinduanku. Hanya Engkau saja yang boleh memilikiku, oleh sebab aku sepenuhnya adalah milik-Mu. Selamatkanlah aku dari orang jahat ini. Bantulah aku agar layak untuk menang atas kejahatan.”

Gubernur mencoba mengirim Agatha ke rumah seorang wanita pendosa. Tetapi Agatha menaruh kepercayaan yang besar kepada Tuhan dan berdoa sepanjang waktu. Ia menjaga kesucian dirinya, tidak mau mendengarkan nasehat-nasehat jahat wanita dan anak-anak perempuannya itu. Setelah sebulan berlalu, Agatha dibawa kembali kepada gubernur. “Engkau seorang wanita terhormat. Mengapa engkau merendahkan dirimu sendiri dengan menjadi seorang Kristen?” “Meskipun aku seorang terhormat, aku ini seorang hamba di hadapan Yesus Kristus,” kata Agatha. “Jika demikian, apa sesungguhnya arti dari menjadi terhormat?” tanya gubernur. Agatha menjawab, “Artinya, melayani Tuhan.”

Ia menangkap Agatha lalu dikirimkannya perawan suci ini ke rumah seorang mucikari untuk dijadikan sebagai wanita penghibur. Tetapi sekali lagi sang gubernur menjadi kecewa. Agatha berserah diri sepenuhnya kedalam lindungan Tuhan dan ia berdoa sepanjang waktu. Walau disekap dalam rumah pelacuran namun ia dapat menjaga kesucian dirinya. Ia dapat menghidar dari semua tipu daya dan bujukan-bujukan jahat mucikari tersebut.

Ketika gubernur tahu bahwa Agatha tidak akan mau berbuat dosa, ia menjadi sangat marah. Ia menyuruh orang mencambuk serta menyiksa Agatha. Sementara ia dibawa kembali ke penjara, Agatha berbisik, “Tuhan Allah, Penciptaku, Engkau telah melindungi aku sejak masa kecilku. Engkau telah menjauhkan aku dari cinta duniawi dan memberiku ketabahan untuk menderita. Sekarang, terimalah jiwaku.”

Siksaan yang dialami Agatha sangat mengerikan. Setelah tak henti-hentinya dicambuk, sang gubernur kemudian memerintahkan para pengawalnya untuk memotong kedua payudara St Agatha. Agatha wafat sebagai martir di Catania, Sisilia, pada tahun 250.

Legenda pada jemaat Kristen perdana mengatakan bahwa pada malam hari setelah payudara St. Agatha dipotong; St.Petrus dan seorang malaikat Tuhan datang mengunjunginya dalam penjara. Menghiburnya dan memulihkan kembali kedua payudaranya.



Sabtu, 01 Februari 2025

Ada Pemberkatan Lilin di Pesta Yesus Dipersembahkan di Bait Allah



Pesta Yesus Dipersembahkan di Bait Allah memperingati peristiwa Yesus, sebagai Anak sulung, dipersembahkan kepada Tuhan sesuai dengan hukum Taurat hari ke-40 sesudah kelahiran-Nya. 

Peristiwa ini juga menandai pertemuan Simeon dan Anna dengan Sang Mesias yang dinanti-nantikan, yang disebut sebagai "cahaya bagi bangsa-bangsa." 

Pesta ini telah dirayakan sejak abad ke-5 di Gereja Timur dan berkembang pada abad ke-6. Dalam tradisi Katolik, perayaan ini sering diiringi dengan pemberkatan lilin dan perarakan, melambangkan Yesus sebagai terang dunia. Dalam tradisi Katolik, cahaya memiliki makna simbolis sebagai Kristus sendiri (Yoh 1:4). Perarakan lilin dilakukan untuk menyambut dan menghormati Yesus yang datang ke Bait Allah. Sejak 1960, perayaan ini ditetapkan sebagai "Pesta Tuhan," sebelumnya disebut "Pesta Maria."

Hari ke-40, sesudah melahirkan, Maria sebagai seorang wanita Yahudi harus menjalani upacara pentahiran di Bait Allah. Maria diramalkan akan mengalami "pedang dukacita," melalui pengorbanan Yesus di salib.(Roy)


Senin, 27 Januari 2025

Umat Wilayah Rohani Diingatkan Meneladani Sta Angela Merici





Umat Wilayah Rohani Santa Angela Merici, Stasi Santo Petrus Mapanget Barat, Paroki Bunda Teresa Dari Calcutta, Griya Paniki Indah (GPI) merayakan pesta pelindung mereka melalui misa syukur yang dipimpin Pastor Silvianus Yan Koraag Pr., Senin (27/01/2025).

Sebelum misa, Ketua Wilayah Rohani Sta Angela Merici, Paulus Warouw membacakan kisah hidup Santa Angela Merici. Dalam misa tersebut Pastor Yan Koraag, mengingatkan teladan dari Sta. Angela Merici yang teguh pada imannya. “Umat Wilayah Rohani ini harus meneladani iman Santa Angela Merici yang teguh kepada Allah,” tutur Pastor Yan Koraag.

Hadir dalam kesempatan itu Ketua Stasi St. Petrus Kristo Jemiun, Koordinator Bidang Organisasi dan Kaderisasi DPP Paroki Bunda Teresa Dari Calcutta GPI Harold Pratasik dan anggota Edmundus Pinangkaan, serta para ketua wilayah di Stasi St Petrus Mapanget Barat. Pada kesempatan itu juga dilaksanakan penjaringan nama-nama untuk diusulkan sebagai ketua wilayah yang baru dan utusan menjadi pengurus stasi yang dipandu Koorbid. Organisasi dan Kaderisasi DPP.(Roy)


Sabtu, 25 Januari 2025

Hari Komunikasi Sedunia ke-59, Paus Fransiskus Serukan Komunikasi Menyebarkan Harapan dan Persatuan


Pada peringatan Hari Komunikasi Sosial Sedunia ke-59, Paus Fransiskus menyerukan transformasi dalam cara berkomunikasi di tengah era disinformasi dan polarisasi. Dalam pesannya yang penuh makna, Paus mengajak umat untuk “melucuti komunikasi” dari agresi dan menjadikannya sebagai sarana yang menumbuhkan harapan serta persatuan.

Tema perayaan Hari Komunikasi Sedunia ke-59 yaitu “Berbagilah dengan lemah lembut harapan yang ada di hatimu,” yang diambil dari Surat Pertama Santo Petrus.

“Saat ini, komunikasi terlalu sering tidak menghasilkan harapan, tetapi ketakutan dan keputusasaan, prasangka dan kebencian,” tulis Paus yang dikutip Komsos Bunda Teresa Dari Calcutta dari Vatican News, Jumat (24/01/2025). Ia memperingatkan bahwa penggunaan kata-kata sebagai senjata dan penyebaran informasi yang menyimpang hanya akan menciptakan perpecahan dan menghalangi harapan sejati.

Paus Fransiskus menekankan bahwa pola pikir yang menyederhanakan realitas dan mendorong permusuhan harus dihindari. “Semua konflik dimulai ketika wajah-wajah individu mencair dan menghilang. Kita tidak boleh menyerah pada pola pikir ini,” sebutnya, seraya mengajak para komunikator untuk lebih mengutamakan kebenaran dan kedekatan manusiawi.

Dalam pesannya, Bapa Suci juga menyoroti tren komunikasi modern yang didominasi oleh persaingan dan keinginan untuk mendominasi. “Mengidentifikasi ‘musuh’ untuk dilawan tampaknya menjadi hal penting dalam menegaskan diri kita sendiri,” katanya. Hal ini, menurut Paus Fransiskus, merusak ikatan sosial dan melemahkan kemampuan manusia untuk saling memahami dan berempati.

Sebagai solusinya, Paus Fransiskus mengajak semua pihak untuk menjadikan harapan sebagai penawar bagi komunikasi yang agresif. Paus kemudian mengutip perkataan Georges Bernanos bahwa “Harapan adalah kebajikan tersembunyi, ulet, dan sabar.” Dalam semangat Tahun Yubelium, Paus menegaskan bahwa harapan bukanlah sesuatu yang mudah, tetapi sebuah risiko yang harus diambil untuk membangun kehidupan yang lebih baik.

Paus Fransiskus juga menyerukan kepada para komunikator Kristiani untuk menyebarkan pesan dengan kelembutan dan rasa hormat. Ia menegaskan pentingnya komunikasi yang membangun keterbukaan dan persahabatan, serta menyerukan budaya kepedulian dengan “kisah-kisah yang sarat harapan” yang menginspirasi solidaritas dan kepercayaan.

Menutup pesannya, Paus mengajak para komunikator untuk “menyebarkan harapan, bahkan saat sulit.” Ia mengingatkan bahwa perayaan Yubelium adalah momen untuk membangun komunikasi yang reflektif dan penuh perhatian, serta mengajak semua orang untuk menemukan dan menyebarkan secercah kebaikan di tengah dunia yang sering kali dipenuhi dengan berita negatif.

Lanjut Paus Fransiskus, dengan mencari “benih-benih harapan” dan membagikannya, katanya, “membantu dunia kita untuk tidak terlalu tuli terhadap tangisan orang-orang miskin, tidak terlalu acuh tak acuh, dan tidak menutup diri terhadap dirinya sendiri.”

“Jadilah saksi dan pendukung komunikasi non-agresif; membantu menyebarkan budaya kepedulian, membangun jembatan dan meruntuhkan hambatan yang terlihat dan tidak terlihat saat ini,” tutur Paus kepada para profesional media Katolik.

“Komunikasi semacam ini dapat membantu membangun keakraban, membuat kita tidak merasa sendirian, dan menemukan kembali pentingnya berjalan bersama,” tutup Paus Fransiskus yang dikutip Vatican News.(Roy/VN)

Sabtu, 18 Januari 2025

CEOY Keuangan 2024 Paroki GPI, Pastor Angki Sosialisasi Kebijakan Paroki



Pastor Paroki Bunda Teresa GPI Pst. Fransiscus Antonio Runtu Pr., memimpin didampingi Pastor Rekan Pst. Silvianus Yan Koraag Pr., memimpin kegiatan Monitoring Evaluasi (Monev) proses Closing End of Year (CEOY) 2024 di pusat Paroki Bunda Teresa Dari Calcutta GPI, Sabtu 18 Januari 2025.

Kegiatan diikuti Bendahara Paroki, Ketua dan Sekretaris Wilayah Rohani serta Kelompok kategorial. Pada kesempatan itu Pastor Angki Runtu mensosialisasikan kebijakan paroki. “Setiap paroki dapat membuat kebijakan khas untuk parokinya, asalkan tidak bertentangan dengan Pedoman Dewan Pastoral Paroki Keuskupan Manado. Paroki Griya Paniki Indah kiranya dapat menjadi salah satu model pengelolaan karya kerasulan paroki di Keuskupan Manado,” jelas Pastor Angki.



Lanjutnya Paroki di Keuskupan Manado bersifat teritorial, yakni mencakup semua umat beriman kristiani menurut batas wilayah paroki tersebut. “Umat beriman awam terdaftar sebagai anggota pada satu paroki, di mana ia terikat dengan hak dan kewajiban sebagai umat beriman kristiani yang ditetapkan di parokinya. Keanggotaan Umat terdaftar dalam Data Umat paroki setempat, dan dibuatkan Kartu Keluarga Katolik,” papar Pastor Angki, seraya menambahkan Data Base Umat Paroki mesti dilengkapi, selambat-lambatnya 31 Januari 2025.

Lebih lanjut, Pastor mengungkapkan kebijakan lainnya yaitu aksi keluarga untuk karya kerasulan. Dimana umat beriman di Keuskupan Manado juga mempunyai hak untuk memberikan sumbangan dan mendukung perkembangan Gereja di keuskupannya.





“Untuk umat di pusat paroki, Dana Operasional Paroki diganti dengan ‘Gardu’ (Gerakan Dua-Ribu) setiap hari dan ‘Gasebu’ (Gerakanseratus-ribu) sebulan,” tutur Runtu.

Pastor Angki mengungkapkan Program Paroki 2025 telah disetujui oleh Keuskupan, sehingga mulai diimplementasikan. Salah satu program di pusat paroki yakni  penambahan/perbaikan ruang seperti perbaikan/perluasan aula, penambahan ruang sakristi yang luas, penambahan ruang sebagai gudang, perluasan ruang makan yang terintegrasi dengan dapur.

Selanjutnya terkait Closing End Of Year (CEOY), dilakukan validasi keabsahan data dalam catatan/buku dengan bukti penerimaan. “Tugas Tim Monev Paroki dan Aplikator paroki  menginput semua transaksi keuangan menurut buku kas masing-masing di semua tingkat kelompok umat. Melengkapi semua keterangan transaksi di aplikasi dan memeriksa/mengoreksi/melengkapi kesesuaian akun-akun,” jelas Pastor Angki.

Sebelumnya Pastor Angki Runtu bersama Tim Monev melakukan CEOY di Stasi St Carolus Borromeus Kima Atas pada Rabu 15 Januari 2025 dan di Stasi St Petrus Mapanget Barat pada Kamis 16 Januari 2025.(Roy)


Kamis, 16 Januari 2025

Pastor Angki Runtu Pimpin CEOY Keuangan 2024 di Stasi Mapanget Barat


Pastor Paroki Bunda Teresa GPI Pst. Fransiscus Antonio Runtu Pr., memimpin kegiatan Monitoring Evaluasi (Monev) proses Closing End of Year (CEOY) 2024 di Stasi Carolus Santo Petrus, Mapanget Barat, Kamis 16 Januari 2025.

“Tujuan Closing End of Year yaitu menutup keuangan 2024 dengan membuat laporan yang valid. Monev terdiri dari monitoring yaitu mengawal dan evaluasi yaitu memeriksa,” jelas Pastor Angki. 




Program paroki 2025 menurut Pastor Angki, sudah disetujui keuskupan. Beberapa program di dalamnya yaitu data base umat dan membuat buku keluarga. 

Pastor Angki mengingatkan kolekte hanya untuk karya kerasulan. Untuk itu dalam menunjang pembiayaan dan pembangunan di paroki telah dirancang aksi Gerakan Seribu (Gerbu) untuk stasi dan aksi Gerakan Dua Ribu (Gardu) untuk pusat paroki.

Kegiatan Closing End of Year ini dihadiri Pastor Rekan Pst. Silvianus Yan Koraag Pr., KSB Stasi dan wilayah rohani, kelompok kategorial serta tim Monev Paroki dan dibantu tim monev keuskupan.(Roy)


Rabu, 15 Januari 2025

Pastor Angki Runtu Pimpin Monev di Stasi Kima Atas




Pastor Paroki Bunda Teresa GPI Pst. Fransiscus Antonio Runtu Pr., memimpin kegiatan Monitoring Evaluasi (Monev) proses  Closing End of Year (CEOY) di Stasi Carolus Borromeus, Kima Atas, Rabu 15 Januari 2025.

“Monev terdiri dari monitoring yaitu mengawal dan evaluasi yaitu memeriksa. Tujuannya yaitu membuat laporan yang valid,” ungkap Pastor Angki. 




Pastor juga mengungkapkan Program paroki 2025 sudah disetujui keuskupan. Beberapa program di dalamnya yaitu data base umat. Diantaranya yaitu membuat buku keluarga. 

Pastor Angki mengingatkan kolekte hanya untuk karya kerasulan. Untuk itu dalam menunjang pembiayaan dan pembangunan di paroki telah dirancang aksi Gerakan Seribu (Gerbu) untuk stasi dan aksi Gerakan Dua Ribu (Gardu) untuk pusat paroki.

Kegiatan dihadiri Pastor Rekan Pst. Jan Silvianus Koraag Pr., KSB Stasi dan wilayah rohani, kelompok kategorial serta tim Monev Paroki dan dibantu tim monev keuskupan.(Roy)


Senin, 13 Januari 2025

Pesta Pembaptisan Tuhan, Pastor Angki Ingatkan Umat Hidup Sebagai Anak Allah

  



Dalam khotbahnya pada Misa kedua Pesta Pembaptisan Tuhan pada Minggu, 12 Januari 2025, di Gereja Paroki Bunda Teresa dari Calcutta, Griya Paniki Indah (GPI), Pastor Fransiscus Antonio Runtu Pr, mengajak umat untuk merenungkan makna pembaptisan sebagai awal dari kehidupan iman dan perjalanan sebagai anak-anak Allah.

Mengacu pada Bacaan Injil Lukas 3:15-16, 21-22, Pastor Fransiscus menekankan bahwa iman Kristiani memiliki keunikan karena meyakini bahwa Allah sendiri telah menjadi manusia. “Setelah proses kelahiran, Allah yang menjadi manusia itu dinyatakan melalui pembaptisan. Suara dari surga berkata, ‘Engkaulah Putra-Ku yang terkasih, kepada-Mulah Aku berkenan,’” ungkap Pastor Angki.

Lanjutnya ratakanlah jalan bagi Tuhan, jadi hidup itu merupakan proses. Menurutnya orang lebih senang jalan yang lurus, rata. Allah menjadi manusia tujuannya menjadi jalan. Maka diperlukan pembaharuan hidup.

Ia menjelaskan bahwa hidup sebagai umat Katolik adalah sebuah proses peziarahan, dengan tujuan utama untuk menjadi pribadi yang berkenan kepada Allah. Hidup yang berkenan berarti terus memperbarui diri, belajar menghidupi identitas sebagai anak-anak Allah, dan menjalani relasi dengan Tuhan melalui rasa syukur.

“Pembaptisan adalah awal dari perjalanan hidup iman kita. Dalam setiap ritus doa, termasuk pemakaman, selalu diingatkan akan pembaptisan. Misalnya melalui lilin Paskah yang dinyalakan sebagai simbol cahaya Kristus. Ini mengingatkan bahwa kita adalah anak-anak Allah yang hidup untuk memuliakan-Nya,” jelas Pastor Fransiscus.

Ia juga menekankan bahwa inti dari iman Katolik bukanlah soal kuantitas, tetapi kualitas hidup yang berpusat pada rasa syukur. “Bentuk syukur tertinggi kepada Allah adalah Ekaristi. Ekaristi artinya syukur, dan melalui perayaan ini kita mengungkapkan rasa syukur atas kasih Allah dalam kehidupan kita,” tambahnya.

Pastor Fransiscus mengakhiri khotbah dengan mengajak umat untuk terus membangun relasi dengan Allah, tidak sekadar meminta-minta, tetapi bersyukur atas segala karunia yang telah diberikan. “Sebagai anak-anak Allah, mari kita jalani hidup dengan keyakinan bahwa kita dikasihi dan berkenan kepada-Nya,” pungkasnya.

Perayaan ini menjadi momentum bagi umat untuk merenungkan kembali arti pembaptisan sebagai awal perjalanan iman, sembari menghayati hidup sebagai wujud syukur kepada Allah yang telah mengaruniakan keselamatan.(Roy)


Jumat, 10 Januari 2025

Awal Tahun, Pastor Angki Runtu Gelar Rakor Bersama DPP


Mangawali Tahun 2025, Pastor Paroki Bunda Teresa Dari Calcutta, Griya Paniki Indah (GPI) Pst., Fransiscus Antonio Runtu Pr., dan Pastor Rekan Pst., Jan Silvianus Koraag Pr., menggelar rapat koordinasi bersama DPP, Jumat 10 Januari 2025.

Rapat tersebut membicarakan program dan budget Paroki yang sudah disetujui, koordinasi petugas-petugas liturgi, penguatan Tim Kursus Pastoral dan penyusunan panduan-panduan terkait pembinaan di tingkat paroki, data base Umat Paroki.

“Pengurus Stasi dan Wilayah Rohani tingkat stasi akan mengalami pembaharuan. Begitu juga pengurus KBK dan OMK tingkat paroki, perlu diagendakan musyawarah KBK paroki. Perlu diagendakan Pertemuan OMK Tingkat Paroki untuk penyusunan struktur kepengurusan OMK,” ungkap Pastor Angki.

Lebih lanjut aksi ‘GERBU’ (Gerakan Seribu) dan ‘GARDU’ (Gerakan Dua-Ribu) untuk menunjang pembiayaan dan pembangunan paroki. Proses Closing End of Year CEOY Paroki dimulai di tingkat stasi. Selanjutnya Pastor Angki juga mengingatkan soal pembangunan penyelesaian Talud di bagian belakang gereja.

“Plantikan pengurus DPP Paroki yang baru akan dilaksanakan saat HUT berdirinya paroki pada Jumat, 21 Februari 2025. Perayaan Ekaristi HUT paroki sudah diagendakan dihadiri Bapa Uskup,” sebut Pastor Angki.(Roy)


Minggu, 29 Desember 2024

Berkat Khusus Pada Pesta Keluarga Kudus, Pastor Angki Ingatkan Janji Nikah





Perayaan Ekaristi Pesta Keluarga Kudus pada Minggu, 29 Desember 2024, di Gereja Paroki Bunda Teresa dari Calcutta, Griya Paniki Indah (GPI), menjadi momen penuh makna bagi umat Katolik untuk merayakan dan menguatkan nilai-nilai iman kristiani dalam keluarga.

Pastor Fransiscus Antonio Runtu Pr., dalam misa ini menyoroti pentingnya keluarga sebagai fondasi iman Kristiani. Dalam khotbahnya yang didasarkan pada Bacaan Injil Lukas 2:41-52, Pastor Fransiscus mengingatkan umat bahwa keluarga adalah tempat pertama di mana kasih Allah dipupuk. 

“Keluarga memiliki hak khusus untuk melanjutkan tugas dan karya Allah. Pesta Keluarga Kudus adalah teladan bagi kita semua, menginspirasi bagaimana membangun keluarga yang beriman dan penuh kasih,” ujar Pastor Fransiscus.

Ia menekankan bahwa Natal adalah waktu yang istimewa untuk merayakan cinta dan iman dalam keluarga. “Selamat Natal semestinya dimulai dari keluarga kita. Sakramen pernikahan adalah dasar penting, di mana janji suci yang diucapkan bukan hanya di hadapan pastor, tetapi juga di hadapan Tuhan. Janji ini mengikat pasangan untuk saling menerima dalam suka maupun duka hingga seumur hidup,” jelasnya.



Setelah perayaan ekaristi ini, Pastor Fransiscus memberikan berkat khusus kepada setiap keluarga yang hadir. Berkat ini menjadi simbol penguatan iman dan kasih, serta komitmen untuk menjadikan keluarga sebagai ruang pertama dalam penghayatan nilai-nilai Kristiani. Suasana haru terasa ketika umat secara berpasangan dan bersama keluarga menerima berkat, melambangkan kesatuan mereka dalam iman.

“Berkat kepada keluarga bukan hanya ritual, tetapi pengingat bahwa Tuhan hadir dalam keluarga kita, membimbing dan memberkati setiap langkah perjalanan hidup kita,” ungkap Pastor Fransiscus.(Roy)




Jumat, 27 Desember 2024

Wilayah Rohani St. Yohanes Rasul Penginjil Rayakan HUT ke-7 dengan Misa Syukur


Wilayah Rohani St. Yohanes Rasul Penginjil merayakan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-7 dengan penuh syukur melalui Misa Kudus yang dipimpin oleh Pastor Paroki Bunda Teresa dari Calcutta, Pst. Fransiscus Antonio Runtu Pr, didampingi Pst. Jan Silvianus Koraag Pr, pada Jumat (27/12/2024).

Pesta pelindung kali ini mengusung tema “Dengan semangat Santo Yohanes Rasul Penginjil kita terus bersama dalam persekutuan iman yang siap sedia melayani Allah dan sesama.” Misa yang berlangsung khidmat ini mengangkat tema yang terinspirasi dari karya kebangkitan, dengan dasar bacaan Injil Yohanes 20:2-8 dan Bacaan Pertama 1 Yohanes 1:1-4. Dalam homilinya, Pastor Fransiscus menekankan spiritualitas Yohanes Rasul yang berakar pada iman dan kasih.

Pastor Fransiscus Runtu mengungkapkan tema ini berinspirasi pada karya kebangkitan. “Karena dia percaya Yohanes mengikuti Yesus dan menulis. Dia melihat dan ia percaya. Spiritualitas Yohanes mulai dari diri sendiri yaitu dia percaya,” tutur Runtu. 

Lanjutnya, yang kita percayai adalah sabda yang hidup. Seperti halnya salib, syarat kebangkitan adalah kematian. Menurutnya injil Yohanes itu berbicara tentang kasih.

“Yohanes melihat dan percaya. Percaya itu adalah sebuah proses yang tumbuh dari pengalaman pribadi akan Sabda yang hidup. Seperti salib menjadi syarat kebangkitan, begitu pula iman bertumbuh melalui kasih,” ujar Pastor Fransiscus.

Misa syukur ini dihadiri oleh Dewan Pastoral Paroki (DPP), Koordinator Bidang II Rommy Humokor, serta para ketua wilayah rohani. Ketua Wilayah Rohani St. Yohanes Rasul Penginjil, Tommy Mandey, menyampaikan rasa syukur atas pertumbuhan spiritual komunitas ini selama tujuh tahun terakhir.

"Kehadiran Wilayah Rohani St. Yohanes Rasul Penginjil telah menjadi berkat bagi umat, tidak hanya dalam memperkuat iman, tetapi juga melalui pelayanan dan kebersamaan di komunitas,” tutur Tommy Mandey.

Momentum HUT ke-7 ini juga menjadi refleksi bagi umat untuk terus menghidupi semangat kasih sebagaimana diajarkan dalam Injil Yohanes. Melalui perayaan ini, umat diajak untuk menjadikan kasih sebagai dasar pelayanan, baik di dalam Gereja maupun di tengah masyarakat.

Lanjutnya dengan semangat kebersamaan dan iman, Wilayah Rohani St. Yohanes Rasul Penginjil berharap dapat terus menjadi saksi kasih Kristus dan bertumbuh dalam pelayanan selama tahun-tahun mendatang.(Roy)


Rabu, 25 Desember 2024

Pastor Jan Koraag Ajak Umat Memaknai Natal Sebagai Wujud Cinta Allah


Hari Raya Natal pada Rabu, 25 Desember 2024, dirayakan dengan penuh khidmat di Paroki Bunda Teresa dari Calcutta, Griya Paniki Indah. Pastor Jan Silvianus Koraag Pr, dalam khotbahnya, mengajak umat untuk merenungkan makna Natal sebagai ungkapan cinta Allah yang begitu besar kepada umat manusia.

“Natal adalah wujud nyata cinta Allah kepada manusia. Allah rela hadir dalam dunia melalui kelahiran Kristus untuk membawa terang dan keselamatan,” ungakap Pastor Jan yang akrab disapa Pastor Alo di hadapan umat yang memadati gereja.

Ia menekankan bahwa Natal bukan sekadar perayaan tahunan, melainkan momen untuk bersyukur atas kasih Allah yang tidak pernah berkesudahan, meskipun manusia seringkali jatuh dalam dosa dan memberontak terhadap-Nya.

“Bahkan ketika kita jatuh dalam dosa, Allah tidak pernah meninggalkan kita. Ia tetap mencintai kita, hingga rela berkorban disalibkan demi keselamatan umat manusia. Maka, mari kita hayati Natal ini dengan saling memaafkan dan mencintai,” imbuhnya.

Pastor Jan mengingatkan bahwa manusia diciptakan secitra dengan Allah. Dalam refleksi Natal ini, umat diajak untuk memulihkan relasi yang rusak, baik dengan Allah maupun dengan sesama, sebagai wujud nyata penghayatan cinta Allah.

“Dengan memaafkan sesama, kita mencerminkan cinta Allah yang sejati. Semoga melalui kasih dan pengampunan, ada keselamatan dalam kehidupan kita sehari-hari,” ungkap Pastor Alo.

Pastor Jan menutup refleksinya dengan mengajak umat untuk menjadikan Natal sebagai momentum pengharapan baru dalam membangun kehidupan yang lebih baik di tengah keluarga, komunitas, dan masyarakat.(Roy)


Selasa, 24 Desember 2024

Pastor Fransiscus Runtu Ajak Umat Maknai Kesederhanaan Kelahiran Yesus di Kandang Natal


Misa Malam Natal di Paroki Bunda Teresa dari Calcutta, Griya Paniki Indah, pada Selasa (24/12/2024) berlangsung khidmat. Pastor Fransiscus Antonio Runtu Pr,mengajak umat merenungkan makna Natal melalui simbol Kandang Natal yang penuh kesederhanaan.

Dalam homilinya, Pastor Fransiscus menjelaskan bahwa Kandang Natal bukan sekadar dekorasi, melainkan simbol utama Natal dalam iman Katolik.

“Kandang Natal mengingatkan kita akan kesederhanaan dan kerendahan hati Kristus yang lahir di tengah keterbatasan. Ucapan ‘Selamat Natal’ bukan hanya rangkaian kata, tetapi doa dan harapan agar hidup kita menjadi lebih baik dengan meneladani kesederhanaan Sang Penebus,” ujar Pastor Fransiscus.

Pastor juga mengangkat kisah Yosep yang sebagai kepala keluarga harus kembali ke kampung halamannya, tetapi justru menghadapi kenyataan pahit karena tidak ada tempat bagi keluarganya di tanah asalnya. 

“Selamat Natal mengingatkan kita bahwa kehidupan di dunia ini sementara. Maria tahu bahwa anaknya adalah Putra Allah, tetapi ia tetap hidup dalam kesederhanaan. Hari ini lahir Penebus, marilah kita pergi ke Betlehem untuk melihat kesederhanaan ini,” tambahnya.

Pastor Fransiscus juga mengajak umat untuk menjadi pribadi dan keluarga yang sederhana, menekankan bahwa kekudusan tidak ditentukan oleh kemewahan atau gelar, tetapi oleh perjuangan dan belajar menerima apa yang ada menjadi bagian hidup kita dan itulah selamat Natal. 

“Kekudusan adalah tentang menerima apa yang ada sebagai bagian hidup kita. Inilah inti dari Natal: menjalani hidup dengan kasih, kerendahan hati, dan syukur,” tutupnya.

Misa Malam Natal ini menjadi momen refleksi bagi umat untuk kembali menghidupi nilai-nilai kesederhanaan dan kebersamaan, sebagaimana ditunjukkan dalam peristiwa kelahiran Yesus di Betlehem.(Roy)