Rabu, 17 Januari 2024

Konsolidasi di WR Elisabeth Umat Diminta Miliki Pandangan yang Terang


Kunjungan Pastor Paroki Bunda Teresa Dari Calcutta GPI,  Pst., PetrusTinangon dan konsolidasi hari ketiga setelah diumumkannya ketua-ketua wilayah rohani dilakukan di Wilayah Rohani Sta Elisabeth, Rabu (17/01/2024).

Dalam khotbahnya Pastor Petrus Tinangon meminta umat memiliki pandangan yang terang untuk mencari harta di surga. 

“Kemenangan, keberhasilan dan kejayaan bisa dicapai dengan bermacam-macam cara. Bisa dengan cara gampang, kebetulan, entah karena keturunan, karena koneksi, KKN, karena lingkungan, tetapi perjuangan itulah yang membentuk pribadi seseorang. Itulah yang membangun manusia seutuhnya. Itulah yang memberi isi dan makna bagi hidup seseorang Paulus yang berjuang demi Injil. Ia berkomitmen harus memurnikan ajaran Injil yang sering dipalsukan dipelintir dimanipulasi dihidupi setengah-setengah. hal-hal yang justru merongrong kewibawaan injil. Dia tidak bisa ditakuti dengan hukuman dipenjara dia tidak jerah mengarungi lautan meski sudah mengalami beberapa kali karam,” ungkap Pastor.

Lanjutnya berbuat dan menderita semua itu adalah cinta kepada Kristus dan cinta akan Kristus mendorang kita. Entah apa resikonya Paulus mau hidup mati mewartakan kristus. “Semangat ini lah yang dimaksudkan injil memilih harta di surga. Untuk sampai di surga supaya hati kita juga ada di surga. Untuk memilih harta di surga pandangan orang harus terang. Bagaimana mencari harta di surga kalau yang selalu diikuti adalah jalan pikiran dan lamunan hati. Kenaikan tingkat atau pangkat, prestise, semakin bertambahnya uang, prestasi yang mengagumkan dan semuanya ada di dunia, maka surga dam kerajaan Allah semakin jauh di mata,” tukasnya. 

Pastor Petrus mengungkapkan, di dunia sekarang orang harus mempunyai mata terang untuk membedakan jalan kristus atau mana perangkap setan. 

Konsolidasi juga dihadiri Koordinator Bidang II Organisasi Rommy Humokor yang menyerahkan buku panduan kapada pengurus wilayah rohani yang baru Inne Longdong. Kunjungan pastor dan konsolidasi dilaksanakan di rumah Keluarga Mamahit – Rambitan.(Roy)


Selasa, 16 Januari 2024

Konsolidasi di Wilroh MRR, Pastor Petrus Ingatkan Makna Hidup


Setelah menentukan ketua-ketua wilayah rohani, Pastor Paroki yang juga ketua DPP Paroki Bunda Teresa Dari Calcutta GPI, Pst Petrus Tinangon Pr, melakukan kunjungan ke wilayah-wilayah rohani untuk konsolidasi. Dalam kunjungan hari kedua Selasa (16/01/2024) yaitu di Wilayah Rohani Santo Maria Ratu Rosario (MRR), Pastor Petrus mengingatkan hidup itu terdiri dari senang dan penderitaan.

Kotbah dalam misa yang dibawakan Pastor Petrus Tinangon diungkapkan hidup tidak akan selalu senang terus atau juga selalu penderitaan. “Jadi hidup terdiri dari kedua-duanya, tidak bisa dielakan, tidak bisa ditawar. Oleh karena itu jangan buang-buang energi menolak atau menyangkalnya, percuma. Jauh lebih baik kalau kita dengan sadar menerimanya dan mengusahakan yang terbaik,” tutur Pastor Petrus Tinangon.

Pastor mengungkapkan, ada doa yang sangat indah yang berbunyi, "Tuhan, karuniakanlah kepadaku ketenangan untuk menerima hal-hal yang tidak dapat berubah, keberanian untuk mengubah hal-hal yang tidak bisa diubah, dan kebijaksanaan untuk membedakan antara keduanya." “Ini artinya, jangan ngotot ingin mengubah apa yang tidak bisa berubah, dan sebaliknya, jangan ngotot mempertahankan apa yang semestinya harus diubah. Saudara-saudara sekalian, misalnya, orang ngotot ingin kaya tapi tidak mau mengubah sifat malasnya. Akibatnya, ia tetap miskin, sebab yang semestinya diubah tidak diubah, dan yang tidak bisa diubah justru ingin diubah. Sebab itu, benar dibutuhkan kearifan, hikmah, dan kebijaksanaan, tapi kearifan hanya ada kalau kita memahami dengan betul bagaimana sebenarnya hubungan atau saling keterkaitan antara penderitaan dan kemenangan, susah dan senang. Kedua-duanya sama-sama hadir dalam hidup manusia dan tidak bisa ditolak,” sebut Pastor.

Lanjutnya senang dan susah, kadang-kadang datangnya bergantian hingga ungkapan hidup berputar seperti roda; terkadang ada di atas, terkadang ada di bawah. Terhadap situasi ini, ada orang yang bersikap apatis, terserah saja, terima nasib. “Dengan sikap seperti itu, orang bisa bertahan, malah bisa bersyukur, patah tangan kiri. Wah, untung bukan tangan kanan. Patah tangan, bersyukur, bukan kaki. Kaki patah, bersyukur, bukan leher dan seterusnya,” ujar Pastor Petrus Tinangon.

“Saya ingin mengajak anda membicarakan bagaimana iman Kristiani memandang kehidupan ini, bagaimana iman Kristiani memahami penderitaan dan kemenangan, susah dan senang, seolah-olah datang silih berganti. Tampaknya ada kesaksian-kesaksian kitab suci yang mirip dengan sikap hidup di atas. Misalnya, kitab Pengkhotbah. Untuk segala sesuatu yang ada rasanya, untuk apapun di bawah langit, ada waktunya. Ada waktu untuk menangis, ada waktu untuk tertawa, ada waktu untuk meratap, ada waktu untuk menari. Begitu terus-menerus, kita tidak tahu untuk apa. Hidup menjadi sia-sia, tidak punya tujuan, semua berputar-putar, menjemukan, tidak ada yang baru. Saudara-saudara sekalian, jadi bagaimana menurut Pengkhotbah, kita harus bersikap dalam hidup ini? Nikmati saja apa yang dapat dinikmati, jangan terlalu berpikir tentang masa depan, karena hidup ini pendek dan hidup ini cuma sekali ini. Jelas bukan nasehat yang arif, tapi jujur realistis. Begitulah hidup ini sebenarnya, kalau ditinjau dari kacamata manusia. Satu-satunya yang paling bijaksana, menurut kitab suci, adalah membiarkan hidup ini mengalir dan kita turut menghanyutkan diri saja,” ungkapnya.

Menurut Pastor, Yesus mengajarkan bahwa hidup ini punya tujuan, meski hidup ini pendek sekali. Kita dapat menjadikannya bermakna, berguna. Hanya saja, makna dan tujuan hidup tidak dapat kita timbang atau gali dari hidup ini sendiri. “Tujuannya datang atau bersumber dari luar. Tak lain dari Sang Pencipta hidup itu sendiri, dari Sang Pemilik hidup, dan Allah mau menjadikan hidup bermakna, berguna, punya tujuan yang jelas dan pasti. Untuk itu, kitab suci bilang kita harus melihat, memahami kehidupan kita dari sudut pandang lain, dengan kacamata lain, yakni sudut pandang Allah,” ungkapnya.

Dalam 2 Korintus 4 ayat 17, Paulus berkata, "Sebab penderitaan ringan yang sekarang ini mengerjakan bagi kami kemuliaan kekal yang melebihi segala-galanya, jauh lebih besar daripada penderitaan kami."

“Saudara-saudari, kita sekarang sudah hidup dalam kemenangan. Maka sikap dan gaya hidup kita haruslah gaya hidup orang-orang yang sudah menang. Kita harus memandang dan memahami hidup ini dari sudut pandang, dari kacamata kemenangan Kristus, dari transisi iman dan kasih adalah kekuatan yang membuat kita bisa melihat secara lebih jelas, jauh melebihi apa yang bisa dilihat oleh mata. Iman dan kasih adalah kekuatan yang bisa membuat kita melihat seperti Allah sendiri melihat, karena iman dan kasih itulah kita percaya, Allah berkenan memilih kita menjadi milik-Nya,” jelas Pastor Petrus Tinangon.

Konsolidasi juga dihadiri Koordinator Bidang II Organisasi Rommy Humokor. Serta dilaksanakan serah terima aset dari pengurus yang lama Merlin Karuntu kepada yang baru yang diketuai Inna Kansil.(Roy)


Senin, 15 Januari 2024

Wilroh MRPD Diingatkan Soal Keputusan Hirarki



Pastor Paroki yang juga ketua DPP Paroki Bunda Teresa Dari Calcutta GPI, Pst Petrus Tinangon Pr, melakukan kunjungan ke wilayah-wilayah rohani untuk konsolidasi setelah menentukan ketua-ketua wilayah rohani. Dalam kunjungan hari pertama, Senin (15/01/2024) yaitu di Wilayah Rohani Santa Maria Ratu Pencinta Damai (MRPD), Pastor Petrus mengingatkan soal hirarki dalam gereja katolik.

“Kalau di gereja lain keputusan ada di tangan umat, tetapi di gereja kita katolik keputusan berdasarkan hiraki. Gereja katolik tidak menganut keputuan demokratis,” ungkap Pastor Petrus Tinangon.

Lanjutnya dalam penentuan ketua wilayah rohani, umat diberi kesempatan mengusulkan nama-nama yang pantas untuk selanjutnya dipilih oleh kepada pastor paroki siapa yang akan menjadi ketua wilayah rohani.

Dalam khotbahnya Pastor Petrus mengungkapkan hidup orang yang menang, sama sekali bukanlah gaya hidup santai. “Banyak orang yang sekarang ini tidak serius dengan imannya, percaya, tapi percaya itu tidak memberi makna apa-apa bagi hidupnya. Percaya kepada Tuhan, ya, percaya, tapi Tuhan kita hadir secara nyata dalam hidup kita. Padahal, kata Santo Agustinus, kalau kita mau menemukan Tuhan, kita harus mencarinya seperti orang yang sedang tenggelam, berusaha menghirup udara dengan serius,” tuturnya.

Konsolidasi juga dihadiri Koordinator Bidang II Organisasi Rommy Humokor yang juga menyerahkan buku panduan kepada pengurus wilayah rohani yang baru.(Roy) 

Jumat, 05 Januari 2024

Tokoh Dibalik Berdirinya Gereja Paroki GPI, Oma Sylvia Nicolaas Tutup Usia

Sylvia Flora Nicolaas.

Kamis, 4 Januari, keluarga besar dan umat Paroki Bunda Teresa dari Calcutta Griya Paniki Indah (GPI) berduka atas kepergian Oma Sylvia Flora Nicolaas, yang akrab disapa Sylvia atau Oma Pondok, pada usia 87 tahun. Oma Sylvia meninggalkan kenangan indah bersama keluarga dan umat Paroki Bunda Teresa dari Calcutta GPI.

Oma Sylvia bersama suami tercintanya opa Frederik Christoffel Sumeisey serta keluarga besar mereka dikenal sebagai tokoh umat yang memiliki peran dan sumbangsih besar sehingga berdirinya gereja Paroki Bunda Teresa Dari Calcutta, GPI. Dalam suatu percakapan Opa Sumeisey menceritakan bagaimana sampai gereja tersebut dibangun, tak lepas dari dukungan Oma Sylvia. “Saya bilang pa Oma, bagaiman kalau torang tanggung saja pembangunan gereja itu. Karena yang ada pa torang sama besar dengan dana pembangunan gereja itu dalam proposal. Oma sangat setuju. Oma bilang kita ikut jo apa yang Opa mo beking,” tutur Opa Sumeisey.

Oma Sylvia bahkan mengawal hingga gereja Bunda Teresa Dari Calccuta yang awalnya diresmikan sebagai stasi ini menjadi Paroki oleh Uskup Manado Mgr. Benedictus Estephanus Rolly Untu MSC dalam waktu yang tidak terlalu lama.

Dilahirkan di Cimahi pada 18 September 1936, sebagai anak ke-3 dari lima bersaudara dari pasangan Israel Nicolaas dan Caroline Pasla, Sylvia meninggalkan jejak yang mendalam dalam hidupnya. Bersama kakak dan adiknya, Sylvia menyelesaikan pendidikan di SD RK Suster Manado dan Sekolah Guru Bawah (SGB) Katolik Suster Tomohon.

Pada tanggal 30 Juni 1959, Sylvia menikah dengan Frederik Christoffel Sumeisey, SmHK, dan dikaruniai empat orang anak: Jeffry Indra Manuel Sumeisey, Nini Triputri Pogidon Djaya Sumeisey, Chitra Dewi Sarah Sumeisey, dan Drs. Constantiin Vipo Albertus Sumeisey, AK. Hingga saat ini Keluarga Sumeisey - Nicolaas memiliki 14 cucu dan 18 cece.

Meninggal karena sakit lanjut usia, Sylvia telah berjuang dengan kesehatannya. Pernah dirawat di RS Sentra Medika Minahasa Utara sekitar bulan Agustus 2023, dia masuk keluar dari rumah sakit tersebut sebanyak 4 kali. Kondisinya memburuk pada bulan Oktober 2023, membuatnya tak bisa berjalan. Keluarga hanya bisa berdoa dan berserah pada Tuhan. Pelayanan sakramen minyak suci telah diterima oleh Sylvia dari Pastor Paroki dan doa-doa dari umat. Pada Kamis, 4 Januari, jam 00.35 WITA, Oma Sylvia tutup usia dan dimakamkan di ladang pekuburan Lux Aeterna. Paroki Bunda Teresa dari Calcutta GPI dan sekitar mengucapkan turut berbelasungkawa atas kepergian Sylvia Flora Nicolaas, semoga keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan dan ketabahan. Semoga arwahnya diterima di sisi para kudus di surga. Semoga Oma Sylvia mendapat tempat yang layak di sisi-Nya.(Roy)

Kamis, 28 Desember 2023

Santo Thomas Becket dari Canterbury, Uskup dan Martir

 29 Desember


Thomas Becket lahir di London pada tahun 1118. Orang-tuanya berkebangsaan Normandia. Semenjak kecilnya, Thomas menunjukkan bakat-bakat yang luar biasa. Ia belajar di biara Merton di Surrey, kemudian di London dan Paris. Pada usia 21 tahun ia sudah berkecimpung di dunia politik di London. Kepandaiannya menarik hati Theobaldus, Uskup Agung Canterbury sehingga ia ditahbiskan menjadi diakon dan dibebani macam-macam tugas.

Akhirnya namanya yang harum itu terdengar juga oleh Raja Henry II. Atas rekomendasi Uskup Theobaldus, Raja Henry II mengangkat Thomas menjadi penasehatnya. Sebagai seorang abdi sekaligus sahabat Raja, Thomas mendampingi Raja dalam berbagai urusan kenegaraan. Sepeninggal Uskup Theobaldus pada tahun 1161, Raja Henry mengangkat dia menjadi Uskup Agung Canterbury karena ia membutuhkan seorang pendamping yang mampu membantunya dalam urusan-urusan kerajaan. Thomas sendiri sangat segan menerima jabatan itu. Tetapi demi kelangsungan kepemimpinan di dalam Gereja, Thomas akhirnya dengan rendah hati menerima juga jabatan itu. Setelah ditahbiskan menjadi Uskup Agung Canterbury, Thomas mengundurkan diri dari jabatan penasehat raja agar ia lebih leluasa menjalankan tugas-tugas kegembalaan. Ia meninggalkan gelanggang politik, meninggalkan segala kemewahan duniawi, lalu mulai lebih memusatkan perhatian pada bidang kerohanian, kasih amal dan studi teologi. 

Hidupnya ditandai dengan kesederhanaan. Ia gigih membela hak-hak Gereja dari rongrongan pihak mana pun. Dengan tegas ia menolak menandatangani Konstitusi Klarendon, suatu dokumen yang memberikan hak kepada pemerintah untuk campur-tangan di dalam urusan-urusan Gerejawi. Karena itu Henry mulai mengambil tindakan keras terhadapnya. Dalam suatu pertemuan di Northampton pada tanggal 13 Oktober 1164, Thomas secara terbuka menentang Henry dengan meninggalkan pertemuan itu.
Ia naik banding kepada Paus dan mengasingkan diri ke Prancis. Raja Louis VII menyambut baik kedatangannya dan mengizinkan dia tinggal di sana selama 6 tahun. Raja Henry mengambil alih seluruh kekayaan keuskupannya. Namun Paus tidak mengizinkan Thomas meletakkan jabatannya. Pada tahun 1170 Henry menawarkan perdamaian dengan Thomas dan mengizinkan dia kembali ke Inggris.

Desember 1170, Thomas kembali ke Inggris dan diterima dengan meriah oleh seluruh umat. Namun ia tidak mau mengampuni uskup-uskup yang memihak raja sebelum mereka bersumpah setia kepada Paus. Ia bahkan memanfaatkan isin Paus Aleksander III yang diberikan pada tahun 1166 untuk mengekskomunikasikan uskup-uskup itu. Tindakan ini membuat raja sangat kesal dan marah. Empat orang perwiranya segera diperintahkan ke Canterbury untuk membunuh Thomassaat sedang melakukan ibadat sore di dalam katedralnya. Uskup Thomas tewas di depan Sakramen Mahakudus pada 29 Desember 1170.

Raja Henry merasa puas dengan pembunuhan itu. Namun suara hatinya terus mengusik batinnya sehingga pada tahun 1172 ia membatalkan Konstitusi Clarendon dan melakukan pertobatan di hadapan seluruh umat. Pada tanggal 21 Februari 1173, Paus Aleksander III secara resmi mengumumkan kanonisasi Thomas. Kata-katanya terakhir sebelum menghembuskan nafasnya ialah: "Aku bersedia mati demi nama Yesus dan Gereja-Nya."

Selasa, 26 Desember 2023

Santo Yohanes, Rasul dan Pengarang Injil

 27 Desember



Santo Yohanes Rasul, anak Zebedeuz dari Betsaida, sebuah dusun nelayan di pantai tasik Genesareth. Ia dan ayahnya Zebedeus, seorang nelayan di Galilea yang tergolong berkecukupan. Ibunya Salome pelayan dan pengiring setia Yesus, bahkan sampai ke bulit Kalvari dan kubur Yesus.

Bersama dengan saudaranya Yakobus dan Petrus, Yohanes termasuk kelompok rasul inti keduabelas murid Tuhan Yesus. Bahkan Yohanes disebut sebagai murid kesayangan Yesus (Yoh 21:20). Yohanes, Yakobus dan Petrus adalah saksi peristiwa pembangkitan puteri Yairus (Mrk 5:37 dst); saksi peristiwa perubahan rupa Yesus di gunung Tabor (Mrk 9:2 dst) dan saksi peristiwa sakratul maut dan doa Yesus di taman Getzemani (Mrk 14:33). Yohanes dan Andreas, adalah murid Yohanes Pemandi (Yoh 1:40). Keduanya disuruh Yohanes Pemandi pergi kepada Yesus.

Putera-putera Zebedeus itu terbilang kasar, sehingga dijuluki 'putera-putera guntur'. Paulus menjuluki Yohanes sebagai "tiang agung/sokoguru Gereja" (Gal 2:9). Yohanes dikenal sebagai penulis Kitab Wahyu dan Surat-surat pertama sampai Ketiga Yohanes. Menurut Wahyu 1:9 ia tinggal di pulau Patmos. Ireneus menulis bahwa Yohanes tinggal dan wafat di Efesus.

Yohanes adalah murid Yesus yang paling setia, bahkan berani mengikuti Yesus sampai ke gunung Kalvari dan mendampingi Bunda Maria sampai di bawah kaki salib Yesus. Di bawah kaki salib itulah ia diserahi tugas oleh Yesus menjadi pengawal Bunda Maria (Yoh 19:27). Sejak Pentekosta ia bekerja bersama dengan Petrus, baik di Yerusalem maupun di Samaria untuk mencurahkan Roh Kudus kepada orang-orang yang baru dipermandikan.

Pada tahun 60 ia pergi ke Asia Kecil dan menjadi Maha uskup di kota Efese. Dalam Kitab Wahyu diterangkannya la dibuang ke pulau Patmos karena agama dan ajarannya. Sepulangnya ke Efese ia mengarang Injilnya. Yohanes adalah seorang teolog yang karangan-karangannya berisi refleksi dan ajaran teologis yang mendalam tentang Yesus dan karya perutusan-Nya.

Santo Yohanes adalah Rasul terakhir yang meninggal dunia kira-kira pada tahun 100 pada masa pemerintahan Kaisar Trayanus.

Senin, 25 Desember 2023

Santo Stefanus, Martir Pertama

26 Desember




Hari ini 26 Desember diperingati dengan tragedi iman Pembunuhan Diakon Stefanus. Satu-satunya sumber informasi terpercaya tentang Santo Stefanus adalah Kisah Para Rasul bab 6 dan 7. Di dalamnya Stefanus ditampilkan sebagai orang beriman yang kokoh dan penuh Roh Kudus dan salah satu orang yang diangkat oleh Keduabelas murid Tuhan Yesus untuk memangku jabatan diakon atau pelayan. Stefanus, seorang Kristen Yahudi yang tinggal di Yerusalem dan bisa berbahasa Yunani. Ia pandai berpolemik dan sangat radikal dalam pandangannya mengenai tradisi-tradisi dan lembaga-lembaga Yahudi. 

Ketika berada di hadapan Sanhendrin, ia dengan tegas membantah semua tuduhan kaum Farisi dan membela karya misionernya di antara orang-orang Yahudi. Pembelaannya diperkuat dengan mengutip kata-kata Kitab Suci yang melukiskan kebaikan hati Yahweh kepada Israel dan ketidaksetiaan Israel sebagai "bangsa terpilih" kepada Yahweh. Oleh karena itu, ia diseret ke luar tembok kota Yerusalem dan dirajam sampai mati oleh pemimpin-pemimpin Yahudi yang tidak mampu melawan hikmatnya yang diilhami Roh Kudus.

Senjata utama untuk melawan musuhnya ialah cintanya akan Tuhan. Cinta itu demikian kuat mendorongnya untuk bersaksi tentang Kristus meskipun ia harus menghadapi perlawanan yang kejam dari musuh-musuhnya. Bahkan sampai saat terakhir hidupnya di dalam penderitaan sekian hebatnya, ia masih sanggup mengeluarkan kata-kata pengampunan ini: "Tuhan, janganlah dosa ini Engkau tanggungkan kepada mereka itu."

Stefanus mati sebagai martir, kira-kira pada tahun 34. Laporan tentang pembunuhan Stefanus itu menyatakan bahwa Saulus yang belum bertobat menjadi Paulus (Rasul bangsa kafir) hadir di sana saat pembunuhan itu. Saulus di kemudian hari, bertobat dan menjadi Paulus, Rasul terbesar bagi kaum kafir.

Senin, 18 Desember 2023

Asal Mula Tradisi Kandang Natal


Tradisi Kandang Natal pertama kali dimulai oleh Santo Fransiskus Assisi (1182-1226) di kampung Greccio, Assisi, Italia.

Sekembalinya dari Tanah Suci Betlehem tahun1223, ia ingin sekali merasakan dan menyentuh misteri Sabda menjadi daging (inkarnasi), yang menjelma sebagai bayi mungil di palungan, tersenyum damai menyambut segenap makhluk yang datang menyembah-Nya. Ia ingin sekali merasakan aura suasana Betlehem, malam kudus ketika Yesus Penyelamat lahir ke dunia.

Aku mau melihat dengan mataku sendiri keadaan-keadaan pahit dan papa yang diderita-Nya sebagai bayi, bagaimana Kanak-Kanak itu dibaringkan di dalam palungan, dan bagaimana Kanak-Kanak itu diletakkan di atas jerami, dengan didampingi lembu dan keledai,” kata Fransiskus.

Fransiskus meminta seorang sahabatnya, Yohanes, orang terpandang di Greccio, untuk mempersiapkan perayaan Natal. Palungan dan jerami disediakan. Begitu  juga lembu dan keledai digiring ke tempat itu. Para biarawan dan warga setempat berkumpul dengan membawa obor dan lilin. Cahaya bintang di langit turut menerangi malam itu. Suasana kelahiran dihayati sungguh-sungguh. Warga kampung bernyanyi dengan sukacita dan malam itu Greccio menjadi Betlehem baru. Fransiskus sendiri membacakan Injil dengan sukacita dan berkhotbah dengan hati berkobar-kobar. Fransiskus seakan-akan melihat seorang bayi di palungan.

Paus Fransiskus berdoa di depan altar Natal Greccio. Hati Fransiskus bersukacita karena melihat bayi Yesus dalam palungan. Di tempat itu kemudian dibangun altar khusus sebagai warisan pesan damai dan simplisitas atau kesahajaan ilahi di hari Natal.

Selasa, 12 Desember 2023

Santa Lusia, Perawan dan Martir

13 Desember



Tanggal 13 Desember, umat Katolik memperingati Santa Lusia, seorang perawan dan martir yang hidup pada abad ke-4 di Sirakusa, pulau Sisilia, Italia. Lusia kehilangan ayahnya ketika masih kecil, meninggalkan tanggung jawab utama pada ibunya, Eutychia.

Sejak remaja, Lusia telah berjanji untuk hidup dalam kemurnian dan tidak menikah. Meskipun, saat dewasa, ibunya mendorongnya untuk menikah dengan seorang pemuda kafir. Keputusan Lusia untuk tetap setia pada ikrar kemurniannya menunjukkan ketegasan dan kesetiaan pada iman Kristen.

Ketika ibunya jatuh sakit, Lusia mengusulkan untuk berziarah ke makam Santa Agatha di Kathania. Doa mereka dikabulkan, dan ibunya sembuh. Bahkan, Santa Agatha menampakkan diri kepada mereka, memperkuat keimanan Lusia dan ibunya.

Pada masa Kekaisaran Romawi diperintah oleh Kaisar Diokletianus, yang sangat keras terhadap umat Kristen. Lusia dan sesama Kristen menjadi korban kekejaman Diokletianus. Para pemuda yang ditolak cintanya oleh Lusia membalas dendam dengan melaporkan keluarga Lusia kepada kaisar.

Lusia ditangkap dan dihadapkan pada berbagai upaya untuk menggoyahkan imannya, termasuk upaya membakarnya. Namun, dengan tekad yang tak tergoyahkan, Lusia tetap setia pada iman Kristen. Akhirnya, dia menjadi martir Kristus dengan kepala dipenggal oleh algojo.

Sebuah gereja dibangun untuk menghormatinya di Roma, dan namanya dimasukkan dalam Doa Syukur Agung Misa. Kisah suci hidup Santa Lusia menginspirasi banyak orang untuk bertekun dalam doa dan memohon perlindungan, terutama dalam menghadapi cobaan dan penganiayaan.

Jumat, 08 Desember 2023

DPP Paroki GPI Sosialisasi Pemilihan Ketua Wilayah Rohani

 


Menjelang berakhirnya masa kerja pengurus wilayah rohani pusat Paroki Bunda Teresa Dari Calcutta Griya Paniki Indah (BTDC GPI) pada awal 2024, Dewan Pastoral Paroki (DPP) melaksanakan sosialisasi pemilihan ketua wilayah rohani, Jumat (08/12/2023).

Sosialisasi dibuka langsung oleh Pastor Paroki, Pst Petrus Tinangon Pr didampingi Pastor Jan Silvianus Koraag Pr, Sekretaris Paroki Pedro Pangemanan, Koordinator Bidang Organisasi Rommy Humokor dan Ketua Tim Pemekaran Wilayah Rohani Marsel Kanto. Hadir dalam sosialisasi itu para koordinator pemilihan ketua wilayah rohani dan para ketua wilayah rohani.

“Tujuan dari pemekaran wilayah rohani tentunya untuk mempererat umat bukan untuk memecahkan. Pemekaran ini juga dimaksudkan untuk mendekatkan pelayanan kepada umat,” jelas Pastor Petrus Tinangon.

Lebih lanjut Pastor Tinangon mengingatkan untuk tidak mengusulkan dan tidak memilih ketua wilayah yang memiliki latar belakang bermasalah dalam pernikahan. “Maksud saya jangan pilih ketua, kalau dia bapak telah meninggalkan istrinya karena punya wanita lain. Begitu juga kalau ibu telah meninggalkan suaminya karena punya pria lain. Lebih baik jangan pilih yang seperti itu, karena bagaimana mau memimpin umat wilayah rohani kalau sendiri masih bermasalah,” tegas Pastor Petrus Tinangon.

Koordinator Bidang Organisasi Rommy Humokor menjelaskan untuk mekanisme pemilihan yaitu hanya memilih ketua wilayah kemudian diusulkan ke Pastor Paroki. Selanjutnya Pastor Paroki yang akan menentukan ketua wilayah. Sedangkan pengurus wilayah nanti akan ditentukan oleh ketua wilayah rohani.

“Ada beberapa syarat untuk calon ketua wilayah rohani sesuai apa yang telah ditentukan,” pungkas Humokor.

Diketahui jumlah wilayah rohani Paroki GPI telah bertambah dari 17 menjadi 21 wilayah rohani. Di Pusat Paroki yang sebelumnya 12 wilayah rohani bertambah menjadi 16 wilayah rohani. Sedangkan di Stasi Kima Atas tetap 2 wilayah rohani, dan di Stasi Mapanget Barat tetap 3 wilayah rohani.(Roy)

Laporan Keuangan 12 Wilayah Rohani Pusat Paroki GPI Diperiksa

 


Menyusul pemekaran wilayah rohani dan menjelang pemilihan ketua wilayah rohani untuk periode berikut, Dewan Keuangan Paroki (DKP) Paroki Bunda Teresa Dari Calcutta Griya Paniki Indah (BTDC GPI) melakukan pemeriksaan laporan keuangan 12 wilayah rohani pusat paroki, Jumat (08/12/2023).

Pemeriksan laporan keuangan dibuka oleh Pastor Paroki Pst Petrus Tinangon Pr dan dihadiri para ketua dan bendahara wilayah rohani, DKP, Pastor Jan Silvianus Koraag Pr dan para koordinator pemilihan ketua wilayah rohani.

Pastor Petrus Tinangon berterima kasih kepada para ketua dan bendahara wilayah rohani, para koordinator pemilihan ketua wilayah rohani dan DKP yang hadir dalam pemeriksaan tersebut. Selain keuangan juga diperiksa aset wilayah rohani.(Roy)

Kamis, 07 Desember 2023

Santo Ambrosius, Uskup dan Pujangga Gereja

 7 Desember



Ambrosius lahir pada tahun 334 di Trier, Jerman dari sebuah keluarga Kristen. Ayahnya menjabat Gubernur Gaul, dengan wilayah kekuasaannya meliputi: Prancis, Inggris, Spanyol, Belgia, Jerman, dan Afrika. Keberhasilannya di bidang hukum menarik perhatian Kaisar Valentinianus; ia kemudian dinobatkan menjadi Gubernur Liguria dan Aemilia, yang berkedudukan di Milano, Italia Utara.

Ketika Auxentius, Uskup kota Milan meninggal dunia, terjadilah pertikaian antara kelompok Kristen dan kelompok penganut ajaran sesat Arianisme. Mereka berselisih tentang siapa yang akan menjadi uskup yang sekaligus menjadi pemimpin dan pengawas kota dan keuskupan Milano.

Kaisar Valentinianus menolak permohonan untuk menentukan bagi mereka calon uskup yang tepat, supaya pemilihan itu dilangsungkan sesuai dengan kebiasaan yang sudah lazim. Ketika mereka berkumpul untuk memilih uskup baru, Gubernur Ambrosius datang ke basilika itu untuk meredakan perselisihan antara mereka. Ia memberikan pidato pembukaan yang berisi uraian tentang tata tertib yang harus diikuti. Tiba-tiba terdengar teriakan seorang anak kecil: "Uskup Ambrosius, Uskup Ambrosius!" Teriakan anak kecil itu serta-merta meredakan ketegangan mereka. Lalu mereka secara aklamasi memilih Ambrosius menjadi Uskup Milano. Ambrosius merasa jabatan uskup itu terlalu mulia dan meminta pertanggungjawaban yang berat. Tetapi akhirnya atas desakan umat, ia bersedia juga menerima jabatan uskup itu.
Enam hari berturut-turut ia menerima semua sakramen yang harus diterima oleh seorang uskup. Setelah itu ia ditahbiskan menjadi uskup
dan hidupnya diabdikan kepada kepentingan umatnya.

Selama 10 tahun, ia menjadi pembela ulung ajaran iman yang benar menghadapi para penganut Arian. Pertikaian antara dia dan kaum Arian mencapai klimaksnya pada tahun 385, ketika ia melarang keluarga kaisar memasuki basilik untuk merayakan upacara sesuai dengan aturan mereka. Seluruh umat mendukung dia selama krisis itu. Ia dengan tegas menolak permintaan Yustina, permaisuri kaisar yang menginginkan penyerahan satu gereja Katolik kepada para penganut Arian.

Terhadap Kaisar Theodosius yang menumpas pemberontakan dan melakukan pembantaian besar-besaran, Ambrosius tak segan-segan mengucilkannya dan tidak memperkenankanmya masuk Gereja. Ia menegaskan bahwa pertobatan di hadapan seluruh umat merupakan syarat mutlak bagi Theodosius untuk bisa diterima kembali di dalam pangkuan Bunda Gereja.

Katanya: "Kalau Yang Mulia mau meneladani perbuatan buruk Raja Daud dalam berdosa, Yang Mulia juga harus mencontohi dia dengan bertobat" - "Kepala Negara adalah anggota Gereja, tetapi bukan tuannya." Theodosius, akhirnya dengan jujur mengakui dosa dan kesalahannya, tak berdaya di hadapan kewibawaan Uskup Ambrosius. Ia mengatakan: "Ambrosius adalah satu-satunya uskup yang menurut pendapatku layak memangku jabatan yang mulia ini".

Salah satu kemenangannya yang terbesar ialah keberhasilannya mempertobatkan Santo Agustinus. Ambrosius meninggal dunia pada tahun 397 dan digelari Pujangga Gereja. Ia termasuk salah seorang dari 4 orang Pujangga Gereja yang terkenal di lingkungan Gereja Barat.